BERITA BUMD
Asbanda bidik Pertumbuhan kredit dan DPK 20% Posted : 30 Mar 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview) - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (asbanda) tidak akan berlaku ekspansif tahun ini. Kumpulan bank milik pemerintah daerah ini hanya akan menargetkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 15-20%. Tahun 2009 lalu, Asbanda berhasil mengumpulkan DPK sebesar Rp 152,25 triliun atau tumbuh 15,59% dibanding tahun sebelumnya.
Sementara itu, untuk kredit, Asbanda berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 120,75 triliun. Untuk menggenjot DPK, Asbanda akan menggenjot tabungan Simpeda. Tahun lalu, Asbanda berhasil mengumpulkan dana dari simpeda sebesar Rp 21,45 triliun. Angka ini naik 13,88% dibandingkan tahun 2008 yang hanya Rp 18,84 triliun.
Ketua Pelaksana Simpeda Asbanda Mamat Syahroni mengatakan tahun ini Asbanda tidak agresif untuk mengaet DPK karena selama ini BPD selalu kalah bersaing dengan bank-bank besar lainnya."Kita kalah dengan bank besar di biaya promosi dimana bank besar memiliki biaya promosi yang besar," ujarnya.
Untuk menarik minat masyarakat, lanjut Mamat, yang bisa dilakukan BPD hanya menambah fitur-fitur layanan tabungan mereka. "Saat ini tabungan di BPD sudah menyediakan layanan fitur tambahan sebanyak 20 fitur itupun masih kalah dengan bank. Karena itu kami akan fokus menggarap segmen pasar kami yakni para pegawai pemda dan masyarakat di daerah," tambahnya.
Terkait dengan penyaluran kredit, ungkap Mamat, juga sudah kalah bersaing dengan bank besar. Pasalnya, bank besar memiliki dana yang besar dalam menyalurkan kredit."Untuk mensiasatinya kami melakukan kredit sindikasi dan fokus pada kredit infrastruktur," ujarnya.
Asbanda pada tahun 2010 ini telah menyalurkan Rp 115 miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana publik utility pemda Nusa Tenggara Barat. Pembiayaan kepada pemda Muko-Muko sebesar Rp 140 miliar. Pembiayaan kepada pemprov Bengkulu Rp 250 miliar. serta pembiayaan kredit investasi untuk 13 PLTU diluar pulau Jawa untuk program percepatan pembangkit listrik 10.000 MW dengan total investasi Rp 4,73 triliun.
Ekspansif Salurkan Kredit Korporasi Bank Pembangunan Daerah (BPD) akan menggenjot kredit korporasi pada 2010. Menurut Direktur Utama BPD Papua Eddy R. Sinulingga, ekspansi pada kredit korporasi ini berkaitan dengan restrukturisasi fungsi BPD sebagai agent of development.
"Ada dua hal penting pada proses restrukturisasi ini. Pertama, BPD harus banyak berperan di dalam pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di daerah. Kedua, peningkatan sinergi antara BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) dan BPD," katanya, Minggu (28/3).
Menurut Eddy, dengan peran yang lebih besar pada proyek infrastruktur, BPD tak bisa meninggalkan perhatiannya pada kredit korporasi. Pasalnya, korporasi inilah yang biasanya berperan dalam pembangunan, misalnya jalan tol dan listrik. Sementara sinergi BUMD dan BPD, lebih mengacu pada peran BPD dalam menggerakkan ekonomi daerah. "Peran BPD di daerah ini sangat vital," imbuhnya.
Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Winnie Erwindia, tahun ini BPD menargetkan pertumbuhan kredit 20%. "Termasuk di dalamnya kredit korporasi," ujarnya.
Artinya, pada 2010, Asbanda berharap bisa menyalurkan kredit hingga Rp 264 triliun mengingat posisi kredit BPD akhir 2009 masih sekitar Rp 220 triliun. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, pencapaian 2009 tergolong bagus karena akhir 2008, kredit BPD masih Rp 96,44 triliun atau terjadi peningkatan sebesar 129% dari akhir 2008 ke 2009.
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541