(BusinessReview Online)- Wajahnya nampak sumringah, manakala sambutan tepuk tangan yang meriah dari tamu undangan yang hadir, ketika melihat layar pada audio visual tergambar logo Telkom Vision yang baru.
Dengan mengenakan baju kaos putih yang bertuliskan Telkom Vision dari bagian dada kirinya dan Yes Tv, dia tak bisa menyembunyikan keharuan dan kegembiraan yang luar biasa.
Baginya perusabahan pada logo Telkom Vision yang mirip bintang karena menunjuk ke lima arah ini untuk memberikan semangat baru guna memenuhi inspirasi dan memperkaya kehidupan yang dilambangkan melalui harmonisasi antara lima elemen kehidupan.
Sorot mata hadirin tertuju pada sosok dengan perawakan tubuh yang sedang, tak leaps mengumbar senyumnya. Terucap kata, "Kian berkembangnya industri ini dan jasa telekomunikasi yang beragam serta dinamis terutama pay tv, perubahan logo TelkomVision dapat memperkuat posisi sebagai multimedia yang tak hanya melingkupi layanan hiburan tapi juga internet dan fixed line dengan dukungan Telkom group," ujar Direktur Utama PT Indonesia Telemedia Elvizar KH
Lulusan Fakultas Teknik Elektro Universitas Indonesia (UI) tahun 1984 ini mengaku, perubahan Telkom Vision tak hanya logo tetapi pula terus melakukan inovasi-inovasi yang terbaik untuk dipersembahkan kepada masyarakat. Maka tak heran TelkomVision telah merencanakan sejumlah program di tahun 2011. Semisal menambah channel terbaru dan product packing.
"Tahun ini kami siap meluncurkan tiga channel baru yakni olahraga (not just sport), wanita (wanita dan gaya) serta anak (dunia anak Indonesia). Langkah ini juga sebagai bagian untuk lebih meningkatkan content lokal. Sementara product packing yang kami tawarkan lewat teknologi tinggi yang berbasis kabel, satelit dan TelkomVision dengan IPTV (internet protocol tv)-nya," sambungnya lagi.
Keinginan TelkomVision tidaklah muluk. Pasalnya pertumbuhan subscribers tahun 2010 mencapai 19%, di mana subscribers DTH meningkat 46% dibanding tahun sebelumnya. Revenue TelkomVision pula mengalami peningkatan 122 % dari tahun sebelumnya. Maka tak heran jika telkom group bersedia menggelontorkan dana sekitar 500 milyar rupiah untuk mendukung program TelkomVision pada 2011.
Perubahan internal
Kariernya di Telkom juga boleh dibilang mulus. Sebelum menjabat sebagai dirut Indonusa Telemedia pada November 2009, Elvizar menjadi kadivre VII PT Telkom kawasan timur Indonesia (KTI). Bagi dia. mengembangkan anak perusahaan Telkom ini merupakan sebuah tantangan, karena perusahaan penyedia layanan televisi berbayar ini dalam keadaan merugi.
Untuk itu, dia berusaha melakukan pembenahan internal dan hasilnya mulai terlihat dari peningkatan kinerja perusahaan yang membaik, serta peningkatan jumlah pelanggan. "Akhir tahun ini mudah-mudahan pelanggan bisa tembus 600 ribu, dan tahun depan bisa naik dua kali lipat," kata penggemar ikan koi dan arwana itu.
Dia optimistis bisa meningkatkan pelanggan hingga 5 juta dalam beberapa tahun mendatang. Caranya dengan mengoptimalkan dan menyinergikan seluruh potensi yang ada di Telkom Group. Elvizar mengatakan mengatakan, industri multimedia dan jasa telekomunikasi, khususnya Pay TV (TV berlangganan) semakin berkembang. Khususnya, potensi pasar di Indonesia yang terbilang besar, dimana penetrasi Pay TV masih sangat rendah, sekitar 3% dibanding dengan negara -negara lain di Asia.
“Karena itu Telkom Vision ingin memperkuat posisi sebagai multimedia yang menghadirkan tidak saja beragam layanan hiburan tapi juga layanan lain nya seperti internet dan fixed line melalui dukungan dari TELKOM Group,” ujarnya
Posisi Telkom Vision sebagai multimedia yang semakin kuat di Indonesia terlihat pada bisnisnya, dimana di tahun 2010 berbagai pencapaian berhasil dilakukan oleh Telkom Vision, diantaranya, total pertumbuhan subscribers Telkom Vision sebesar 19%, dimana subscribers DTH meningkat 46% dibanding tahun sebelumnya, melampaui pertumbuhan subscribers DTH di industri yang tumbuh sebesar 37%. Revenue Telkom Vision meningkat sebanyak 122% dibanding tahun sebelumnya dibanding pertumbuhan revenue industri sebesar 37%.
Elvizar menambahkan perbaikan di model bisnis yang dilakukan oleh Telkom Vision juga menghasilkan positif performa finansial, antara lain melalui sinergi dengan TELKOM Group serta perbaikan yang berkesinambungan di bidang TI dan Insfrastruktur.
Program bundle yang dilakukan Telkom Vision dan TELKOM Group menunjukkan peningkatan dan potensi yang menjanjikan dan akan terus dioptimalkan di tahun 2011. Telkom Vision menargetkan jumlah pelangganda ri 300 ribu di tahun lalu menjadi 500 ribu di tahun 2011.Setelah meluncurkan TV voucher pertama di Indonesia, Telkom Vision menempatkan diri sebagai TV berlangganan yang paling fleksibel dengan dua pilihan berlangganan pra-bayar dan paska-bayar.
“Tahun 2011, Telkom Vision menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 90%, dan total subscriber sebesar 66%. Telkom Vision juga secara terus menerus melakukan pengembangan dan perbaikan dalam hal pelayanan pelanggan, diantaranya dengan menghadirkan berbagai kemudahan seperti model pembayaran,”tambah Elvizar.
Dia optimistis bisa meningkatkan pelanggan hingga 5 juta dalam beberapa tahun mendatang. Caranya dengan mengoptimalkan dan menyinergikan seluruh potensi yang ada di Telkom Group. Menurut dia, potensi televisi berbayar di Indonesia cukup besar, karena penetrasi pelanggan layanan ini masih kecil, sekitar 5%. Total konsumen pay TV secara total masih dibawah 1,2 juta. "Bandingkan saja dengan Malaysia yang jumlah penduduknya jauh lebih kecil, tetapi total pelanggannya sudah mencapai 2 juta yang berlangganan lewat Astro," ujarnya.
Dengan melihat fakta tersebut, dia meyakini pasar payTV masih sangat menjanjikan di Indonesia , terlebih daya beli masyarakat di Tanah Air terus membaik. Pelanggan Telkom Vision kini bisa melakukan pembayaran selain melalui Loket KOPEGTEL dan Loket Bank yang ada di kantor pelayanan, juga melalui 16 Bank terkemuka diantaranya Bank BRI, Bank Mandiri, Bank Danamon, Bank BCA, Bank BII, Bank PANIN, Bank CIMB Niaga, dan lain-lain
Di tahun 2011, Telkom Vision terus meningkatkan layanan dan inovasi melalui product packaging/ pilihan paket2 hiburan melalui teknologi yang berbasis Kabel, Satelit dan Telkom Vision akan segera meluncurkan IPTV (Internet Protocol TV) diikuti oleh penambahan lokal konten di in house channel.
Pilihan paket berbasis satelit menawarkan sistem pembayaran pra-bayar dan paska-bayar dengan 48 – 90 channel menjangkau seluruh wilayah Indonesia menggunakan Satelit Telkom 2, sementara paket berbasis kabel dengan 5 head-end (pusat pengendalian TV kabel) di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya dan Bali menawarkan 60 channel. Melengkapi pilihan kedua paket ini, Telkom Vision akan menawarkan IPTV yang merupakan Layanan TV berlangganan lengkap dengan interaktif (VOD, Time-shift TV, dll), mulai dari 88 channel.
Telkom Vision memberikan beragam pilihan hiburan sesuai kebutuhan dan pilihan pelanggan. Pada tahun ini, Telkom Vision akan meluncurkan 3 in house channel baru yaitu olahraga, wanita dan anak. Telkom Vision secara regular akan menjawab kecintaan masyarakat Indonesia akan dunia olahraga melalui saluran olahraga yang akan memberi motivasi bagi pecinta olahraga untuk hidup sehat dan berjiwa sportif dengan tagline “Not Just Sports”.
Telkom Vision juga akan menghadirkan saluran ‘Wanita dan Gaya Hidup’, inspirasi wanita usia 30 tahun keatas, dengan variasi program tentang kepribadian, penampilan, keluarga dan kesehatan yang memiliki tagline “Me, My Life and Family”.
Sementara, untuk segmen anak-anak, Telkom Vision juga akan menghadirkan saluran anak Indonesia yang aktif, kreatif, ceria dan imajinatif dengan tagline “Dunia Anak Indonesia”. Sebagai tambahan, Telkom Vision juga menghadirkan Alif TV sebagai channel bernafaskan Islam yang hanya ada di Telkom Vision.
Dari ayunan stick golf kayuh sepeda
Bicara hoby memang tiap orang beda-beda. Namun bagi Direktur Utama PT Indonesia Telemedia Elvizar KH hoby yang menyenangkan saat mengayuh sepeda dihambaran pemandangan alam hijau.
Mengayuh sepeda hingga jarak puluhan kilometer telah menjadi aktivitas rutin yang menyenangkan buat Elvizar khususnya dalam mengisi kegiatan akhir pekan.
Setiap Sabtu dan Minggu, Elvizar memulai aktivitas bersepedanya sejak pukul 07.00- 13.00, bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam sebuah komunitas bersepeda di Perumahan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang.
Komunitas bersepeda, bagi Elvizar tidak semata-mata wadah untuk menyalurkan hobi, tetapi sekaligus berinteraksi membangun relasi. Menurut dia.bersepeda merupakan salah satu bentuk olahraga yang cukupefektif untuk menjaga stamina dan kesehatannya di tengah aktivitas rutin yang padat.
Peluh dan keringat yang bercucuran, rasa pegal, serta kondisi jalan yang kadang tak mulus selama perjalanan tak membuat Elvizar kapok. Justru, semua itu membuatnya makin cinta olahraga bersepeda, setelah sebelumnya hobi berat dengan golf.
”Olahraga golf itu butuh waktu yang lama, sampai berjam-jam, tapi kalau dibandingkan dengan sepeda sensasinya berbeda," kata Elvizar, disela acara launching logo Telkomvision, beberapa pekan lalu.
Bersepeda, kata dia, mampu meningkatkan fungsi kerja jantung, paru-paru, dan menurunkan gula darah serta tekanan darah. Selain itu, olahraga ini dapat melatih otot kerja lower body atau otot bagian bawah seperti kala, betis, dan juga paha.
"Alhamdulillah, saya jarang sakit dan badan selalu fit," kata bapak dua orang anak ini. Dia juga mengingatkan pentingnya bersepeda dengan aman, seperti menggunakan helm yang berstandar baik serta pelindung siku dan lutut untuk mengurangi risiko terjadinya cedera.
"Walaupun kalau bersepeda bersama teman-teman sering melewati jalan-jalan kampung, tetapi pasti ketemu juga jalan besar yang ramai, jadi perlu hati-hati,"tambahnya.
Libur akhir pekan, kata dia, tidak semata-mata untuk menyalurkan hobi, tapi harus juga dimanfaatkanuntuk berkumpul bersama keluarga. Kesempatan libur ini biasanya dimanfaatkan untuk pergi makan bersama atau sekedar jalan-jalan ke pusat-pusat keramaian.
"Harus bisa membagi waktu untuk keluarga dan kerja. Saat bekerja harus pakai skala prioritas, dan berani mendelegasikan tugas ke staf dengan diimbangi, kontrol dari yang atas. Waktu yang ada bisa efektif dimanfaatkan untuk berpikir hal-hal yang strategis buat kepentingan perusahaan ke depan," kata Elvizar. (sigit)