| |
BERITA BUMN
Jamsostek Secepatnya Akuisisi Bank Bukopin Syariah
Posted : 09 Mar 2010 | By : Kormen | Komentar : 0
 (Businessreview)- Untuk meningkatkan imbal-hasil bagi seluruh pesertanya, Jamsostek siap melebarkan ekspansi bisnis secara besar-besaran. Target tersebut akan diwujudkan oleh Jamsostek dengan mengakuisisi saham sebesar 20 hingga 30 persen di Bank Syariah Bukopin.
PT Jamsostek (Persero) menyiapkan dana penyertaan langsung sebesar kurang lebih Rp912 miliar, termasuk untuk menuntaskan akuisisinya atas PT Bank Bukopin Syariah. Hal itu disampaikan Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di sela Forum Seting Ekonomi Politik BUMN di Jakarta, Selasa (9/3).
"Tahun ini kami menyiapkan sekitar Rp912 miliar. Dari jumlah itu, buat akuisisi bank kurang lebih Rp300 miliar," ujarnya.
Adapun sekitar Rp600 miliar sisanya, menurut Hotbonar, akan digunakan sebagai modal awal pembentukan Jamsostek Investment Company. Anak perusahaan yang rencananya dimaksudkan sebagai pengelola investasi Jamsostek itu juga akan melibatkan Islamic Development Bank (IDB).
"Kami akan patungan masing-masing 50 persen dari modal awal. Tapi nanti setelah setahun, kami akan menaikkan porsi saham kami supaya di atas 50 persen," imbuh Hotbonar.
Baik pembentukan Jamsostek Investment Company maupun akuisisi bank, menurutnya, ditargetkan rampung pada semester depan. Saat ini, salah satu BUMN dengan likuiditas terbesar itu memiliki saham di Bukopin Syariah sebesar 9,42 persen. Dengan akuisisi, kepemilikan sahamnya tersebut ditargetkan mencapai 51 persen.
Hotbonar mengatakan, jika akuisisi terlaksana, Bukopin Syariah akan dijadikan bank pekerja yang melayani pembayaran klaim peserta Jamsostek. Di samping itu, bank juga tetap akan memberikan layanan kredit, simpanan, dan wealth management.
Untuk diketahui, Jamsostek kemungkinan bakal bersaing dengan Bank Rakyat Indonesia untuk bisa memiliki saham Bank Bukopin. Pasalnya bank terbesar di Indonesia tersebut juga dikabarkan menaruh minat untuk membeli saham Bukopin.
Sementara itu Deputi Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan mengenai rencana pembelian saham Bank Bukopin oleh Jamsostek dan BRI.
Parikesit menambahkan pelepasan saham pemerintah di Bukopin juga kemungkinan sulit dilaksanakan. Pasalnya pemerintah mesti mengajukan permintaan privatisasi kepada pemerintah dan DPR untuk meminta persetujuan pelepasan saham.
Menurutnya, keduanya dipastikan tidak mengincar saham pemerintah di Bukopin, karena setiap pelepasan saham pemerintah membutuhkan proses yang panjang. "Kita harus ajukan untuk privatisasi di awal tahun kalau mau melepas," katanya.(Kormen)
Jumlah Komentar masuk : 0
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar
|
|
Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
|
|
| |
|
Download Form Registrasi & Kuesioner ABR 2010 Disini
|
.
Advertisement



|
| |

|
|