MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

PROFILE BUMN
Jasa Marga Garda Terdepan Industri Jalan Tol
Posted : 02 Apr 2010 | By : Sigit | Komentar : 0

(Businessreview)- Jalan tol identik dengan PT Jasa Marga Tbk. Tak diragukan lagi dedikasinya dalam memberi pelayanan transportasi jalan pada publik, selama 32 tahun sebagai pengelola jasa jalan tol yang pertama di Indonesia.

Kiprah Jasa Marga mulai mengelola jalan tol Jagorawi tahun 1978, pada tahap awalnya menjalankan managemen pengelolaan jalan tol sekaligus belajar melalui studi banding di beberapa negara. Belajar dan praktek dilakukan sekaligus membangun organisasi.

Melalui proses kerja keras yang panjang Jasa Marga yang terlahir 1 Maret 1978 ini, telah menunjukan komitmen kerja  yang dilandasi perencanaan yang matang. Inovasi kerja untuk memberikan yang terbaik bagi pengguna jalan tol ditingkatkan.

Banyak makan asam garam selama merintis dan awal pengembangan jalan tol memberi modal managemen dan keahlian bagi Jasa Marga.  Pengalaman-pengalaman ini terus tumbuh dan memperkuat  sebagia pemimpin dalam bisnis jalan tol ini.

Sebagai satu-satunya  operator jalan tol tidak menjadikan perusahaan BUMN ini terlena untuk tumbuh makin profesional. Kepemimpinan Jasa Marga tidak hanya terlihat dari panjang jalan tol yang dikelola, melainkan juga karena ruas-ruas yang vital merupakan urat nadi transportasi di kota-kota besar dikelola perusahaan ini.

Direktur Utama Jasa Marga Frans S Sunito mengatakan secara bisnis ruas-ruas jalan tol, tersebut bukan saja penting, namun  juga volume laulintasnya sangat tinggi. Volume lalulintas ini merupakan bagian yang menopang kemampuan financial perusahaan untuk menghasilkan laba dan pengembalian dana investasi tepat waktu.
 
Untuk memimpin industri jalan tol dan meningkatkan daya saing, Jasa Marga menerapkan beberapa hal. ”Kami menggunakan kriteria Malcolm Baldridge untuk memastikan mutu dari proses kerja," ucap Frans S Sunito

Dikatakan indikator kunci keberhasilan mengukur kerja perusahaan dengan menggunakan {Key Performance Indicator /KPI) di samping penerapan Sistem Manajemen Resiko, penerapan ISO-9001 sebagai standar mutu pelayanan bagi pengguna jalan tol, serta Sistem OHSAS 18001 untuk memastikan terjaganya sistem K-3 di perusahaan yang mengatur kesehatan dan keselamatan karyawan.

Sekitar 5.700 karyawan Jasa Marga diharapkan bisa meningkatkan produktivitasnya.  Penghargaan The Most Trusted Company, dalam ajang Indonesia Good Corporate Governance Award  tahun 2009, menunjukan Jasa Marga  sebagai lokomotif terdepan membangun jalan tol  di tanah air.

Semua pencapaian ini, tentunya tak bisa dilepaskan dari peran serta segenap karyawan dan kepercayaan masyarakat luas. "Kami bangga memiliki sumber daya menusia yang berdedikasi tinggi. Oleh karenanya kami terus meningkatkan kualitas SDM melalui beberapa cara," ujar Adityawarman, Direktur Operasi Jasa Marga

Strategi  Bangun Jalan Tol

Pekerjaaan Rumah (PR) di tahun 2010, kini  yang dilakoni perseroan yaitu mempercepat  pembangun jalan tol.  Adityawarman mengatakan dari segi pendanaan, perseroan tidak punya kendala karena struktur keuangan perusahaan sangat kuat.

”Kendala utamanya adalah pembebasan lahan yang sepenuhnya diluar kendali kami. Meski begitu kami harus pro-aktif dalam mencari solusi terbaik untuk dapat memulai kontruksinya,” paparnya.

Sekalipun jalan tol dikelola oleh perusahaan, namun pada dasarnya adalah bagian dari jalan umum yang tanggung jawabnya berada pada pemerintah. Diakui sebagian beasar jalan tol sekarang dibangun dan dioperasikan oleh Jasa Marga, namun telah dibukan peluang bagi swasta untuk membangun dan mengoperasikan jalan tol.

Pengusaha jalan tol membiayai pembangunan jalan tol lebih dulu, dan pengembalian investasinya dilakukan dengan memberikan hak penarikan tol  selama konsesi. Jalan tol yang dibangun dan diopersikan Jasa Marga terus bertambah, dan saat ini telah meliputi sembilan cabang dan satu persuahaan anak uang mengelola sekitar 500 kilometer sepanjang jalan.
 
Ke depan panjang jalan tol akan terus bertambah, khususnya di Pulau jawa yang volume lalulintasnya padat. Jasa Marga terus membangun sejumlah ruas baru di akwasan Jabodetabek dan telah memperoleh konsesi untuk sejumlah ruas. Departemen Pekerjaan Umum telah membuat rencana untuk membangun jalan tol baru sepanjang 1.600 Km sampai 2009. Dari rencana itu ruas sepanjang 763  kilometer merupakan jalan tol Trans Jawa.

Sepanjang tahun 2009 Jasa Marga telah mengoperasikan 14 ruas tol  dan satu ruas tol dioperasikan oleh anak perusahaan.  Ke 13 jalan tol tersebar di Jabodetabek, Jawa Barat, Semarang, Surabaya, dan Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa).

Jasa Marga tengah membangun tujuh ruas jalan tol dengan total panjang sekitar 200 KM. Sehingga pada tahun 2014 diperkirakan perseroan akan mengoperasikan sekitar 750 KM jalan tol. Perseroan membutuhkan investasi sekitar Rp 250 triliun. "Dalam tiga atau empat tahun ke depan, Indonesia akan memiliki 750 kilometer jalan tol ," ujarnya

Ketujuh ruas jalan tol yang dibangun Semarang-Solo, Surabaya-Mojokerto, Gempol-Pasuruan, JORR W2 Utara (Ulujami-Kebon Jeruk), JORR-2Kunciran-Cengkareng, dan Bogor Ring Road. Untuk Ruas Bogor Ring Road Tahap I (Sentul-Kedunghalang)sudah dioperasikan tanggal 23 November 2009 lalu. Sedang pada Semester II tahun 2010, rencananya akan dioperasikan Jalan Tol Semarang-Solo Tahap I (Semarang-Unggaran, 14 KM) dan Surabaya-Mojokerto Tahap IA (Waru-Sepanjang, 2,3 kilometer).

Meski fokus dalam percepatan pembangunan jalan tol,  lanjut Adityawarman, Jasa Marga tak mengabaikan peningkatan  kenyamanan bagi penggunanya.  Bebebapa peningkatan pelayanan saat ini sedang dilakukan diantaranya penambahan kapasitas (pelebaran) pada ruas-ruas jalan yang sudah padat dan memiliki lahan yan memadai yaitu di Tol Jagorawi (Sentul Selatan-Bogor), Semarang, Belmera (Medan).

Inovasi  Teknologi  e-Toll Card dan GTO

Jasa marga senantiasa berusaha peningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol, baik di bidang konstruksi, lalu lintas, maupun sistem transaksi."Untuk meningkatkan pelayanan, kami terus melakukan modernisasi sarana maupun sistem pelayanan," kata Adityawarman,

Modernisasi pelayanan pun dilakukan dengan menerapkan e-Toll Card, Gardu Tol Otomatis (GTO) yang saat ini sudah diberlakukan di Tol Dalam Kota Jakarta dan Cengkareng. GTO merupakan gardu tol khusus yang bisa digunakan untuk transaksi pembayaran dengan e-Toll Card dan berlaku untuk golongan I non bus. ”Untuk pembayaran melalui e-Toll kami bekerjasama dengan Bank Mandiri,”  katanya.

Adityawarman menambahkan saat ini  penerapan e-Toll card  yang sudah bisa dipergunakan di Ruas Tol Dalam kota Jakarta dan jalan tol Sediyatmo yang secara bertahap akan diterapkan di ruas-ruas tol lainnya. Jasa Marga juga telah mengoperasikan Gardu Tol Otomatis (GTO) di Gerbang Tol (GT) Kapuk dan Cililitan

Perseroan dalam waktu dekat ini melakukan pemindahan Gerbang Tol Pondok Gede Timur (Jatibening) ke daerah di Cikarang. Pemindahan ini untuk mengurangi kemacetan yang biasa terjadi di Gerbang Tol Jatibening.

Berikutnya pemindahan  Gerbang Tol TMII ke daerah Cimanggis, yang rencananya di Gerbang Tol Cimanggis akan dibangun gardu tol miring yang baru pertama kali diterapkan di Indonesia. ”Pembangunan dengan model miring ini karena lahan yang ada terbatas sementara kebutuhan gardunya cukup banyak,” ujar Aditywarman.

Di bidang pelayanan lalu lintas, selain informasi real time melalui rambu eletronik VMS juga telah memasang sekitar 150 CCTV di beberapa titik kemacetan dan menyediakan telepon hotline 24 jam di nomor telp 021-80880123.

Informasi melalui CCTV (Close Circuit Television) dapat dipantau  di Pusat Informasi Lalulintas  Jasa Marga (Jasa Marga Traffic Information Centre, JMTIC) di Cililitan. Selain itu juga dapat di akses melalui dua website terpisah melalui http://m.jasamargalive.com  dan www.jasamargalive.com (Dessy AZ)

Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541