BERITA BUMN
BRI Gelar Pasar Murah di Pemukiman Padat Posted : 02 Sep 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview)- Salah satu bentuk kepedulian Bank BRI Tbk terhadap masyarakat, dengan menggelar pasr mudah di Jakarta, khususnya dikawasan padat penduduk.
Beberapa wilayah yang akan dikunjungi diantaranya Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat yang padat penduduk dengan tingkat ekonomi kurang mampu. Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, BRI mengadakan pasar murah.
BRI membeli sembako dengan harga pasar kemudian dijual ke masyarakat denga harga murah, subsidi BRI. Pasar murah ini merupakan bagian program bina lingkungan, bagian dari BUMN BRI Peduli.
Setelah di Kalianyar BRI akan mengadakan kembali pasar murah di Galur, Cempaka Putih, Jakarta Pusat esok hari (1/9), serta untuk wilayah Jakarta Timur pasar murah digelar di Kampung Melayu pada Kamis (2/9) dan Bidara Cina pada Senin (6/9).
"Untuk di Kalianyar, BRI hanya menyediakan 300 paket karena digabung dengan program paket murah kerjasama Pemerintah Kota Jakarta Barat dengan institusi lainnya. Tetapi untuk tiga lokasi lainnya, disediakan 500 paket," kata Kepala Biro Humas BRI Priyastomo.
Untuk satu paket penuh seharga Rp 45.000, masyarakat bisa mendapatkan gula dua kilogram, kopi, minyak dua liter, beras lima kilogram, bihun lima bungkus, mentega setengah kilogram dan satu sachet susu. Tetapi bagi yang tidak mau paket karena tidak punya duit, masyarakat diperbolehkan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan.
"Jadi kalau hanya butuh gula dua kilogram dan minyak dua liter boleh saja sesuai dengan kebutuhan dan harga yang tertera," tambah Priyastomo.
Untuk pembagiannya, diserahkan langsung kepada RT dan RW. Karena RT dan RW yang dinilai mengetahui warganya yang tidak mampu. Untuk satu RT, BRI hanya memberikan dua kupon.
Warga RT 04/RW 06, Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Grogol, Liani menyatakan merasa terbantu dengan pasar murah ini. Tetapi warga lainnya, Mimi dari RT 01/RW 03 mengaku tidak ada warga yang mendapat kupon . "Sudah tanya ke Pak RT katanya kedua kupon hanya disediakan untuk RT. Jadi diembat gitu sama Pak RT," kata Mimi.
Pasar Murah Diperluas Forum Badan Usaha Milik Negara atau BUMN memperluas pasar murah dari rencana awal hanya di 50 kabupaten dan sekitar 100 titik menjadi 100 kabupaten di sekitar 200 titik. Dengan demikian, dampak pasar murah pada penurunan harga komoditas pangan akan semakin kuat.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengungkapkan hal tersebut di Jakarta, Rabu (1/9/2010) usai menghadiri Rapat Koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa tentang Ketahanan Pangan.
Menurut Mustafa, operasi pasar tersebut akan didanai oleh anggaran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari setiap BUMN. Pasar murah BUMN tersebut dinilai efektif menstabilkan harga pangan karena barang yang dijual dihargai 30 persen lebih murah dari harga normal.
"Dengan perluasan ini, kami akan menggelar pasar murah hingga menjelang Lebaran (10 September 2010). Dan kota tempat pasar murah itu akan merupakan kota-kota baru bukan yang sebelumnya sudah mendapatkan pasar murah," ujarnya.
Pasar murah tersebut menjual komoditas pangan yang mengalami fluktuasi harga yang signifikan, seperti beras, gula, minyak goreng. Beberapa kawasan bahkan ada yang mendapatkan pasar murah daging sapi.
"Sementara ini, total anggaran yang disalurkan Forum BUMN sudah mencapai Rp 10 miliar. Ini akan kami tingkatkan lagi ke kota-kota yang ada BUMN-nya," ungkap Mustafa. (Sigit)
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541