BERITA PASAR MODAL
Adira Finance dan FIF mulai berbenah Posted : 29 Aug 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview)- September nanti, industri pembiayaan kendaraan roda dua kedatangan pemain baru yakni Central Santosa Finance (CSF).
Kemunculan anak usaha BCA Finance ini membuat perusahaan pembiayaan lain berbenah diri demi mempertahankan pasar yang sudah mereka kuasai.
Dua multifinance yang memasang kuda-kuda adalah Adira Dinamika Multifinance (Adira Finance) dan Federal International Finance (FIF). Keduanya menyiapkan berbagai strategi menghadapi CSF. “Ini tidak bisa dianggap enteng.
Pada saatnya nanti akan mengubah landscape kompetisi pembiayaan sepeda motor,” kata Direktur Pemasaran Pembiayaan Sepeda Motor Adira Finance Marwoto Soebiakno,
Dia menilai, kehadiran CSF menjadi cambuk bagi perusahaannya untuk berbenah diri. Makanya, anak usaha Bank Danamon itu akan meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, termasuk memperkuat sekaligus memperluas jaringan pemasaran.
Kendati tak ada strategi khusus, Direktur Pemasaran FIF Hendry Christian Wong mengaku, unit usaha Astra International ini akan mempercantik diri untuk bisa memberikan nilai tambah. Salah satu contohnya adalah, menggulirkan program pembiayaan menarik lewat kerjasama dengan diler.
Strategi lain, melakukan penetrasi jaringan pemasaran, tidak terbatas pada kota besar, tetapi hingga ke pelosok daerah.“Sekarang, kami sudah memiliki 500 jaringan yang terdiri dari 126 cabang dan 368 point of services. Tahun ini, total jaringan yang akan kami tambah mencapai 57, dari jumlah itu, 10-15 cabang sudah terealisasi,” lanjut dia.
Selain itu, FIF berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah. "Seperti memberikan program layanan 90 menit untuk proses persetujuan kredit," jelasnya. Cara ini sudah diberlakukan di 10 kantor cabang FIF. Ke depan, layanan ini akan diperluas secara nasional.
Sementara CSF sendiri siap memasuki dengan terus menjajaki kerjasama dengan sejumlah diler dan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM). “Kami tidak akan menyaingi multifinance lain yang sudah lebih dulu memulai. Kami masih mencari pasar sambil berjalan,” ujar Presiden Direktur CSF Kusmandi.
Di awal perjalanan usahanya, CSF juga tak ngoyo mematok target penyaluran kredit. Tahun ini hanya 3.000-5.000 unit motor. “Pembiayaan untuk sepeda motor baru produksi Jepang saja,” tandas Kusmandi. Per Juli, FIF mencatat laba Rp 691 Miliar Kinerja perusahaan pembiayaan atawa multifinance PT Federal International Finance (FIF) makin mengkilap. Hingga Juli 2010, FIF berhasil mengantongi laba bersih sebesar Rp 691 miliar. Ini berarti, laba bersih FIF melesat 64% jika dibandingkan dengan perolehannya pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berkisar Rp 421 miliar.
“Menengok kinerja pembiayaan sampai Juli, kami optimistis target laba sebesar Rp 1 triliun sampai akhir tahun ini bakal tercapai,” tutur Direktur Pemasaran FIF Hendry Christian Wong
Nah, kalau mengacu pernyataan Hendry, pencapaian laba FIF sudah mencapai 69,1% target tahun ini. Optimisme Hendry beralasan. Apalagi, menengok aset FIF yang sampai periode yang sama tercatat mencapai Rp 18 triliun. Angka aset ini, klaim dia, merupakan pencapaian tertinggi yang pernah dicetak anak usaha PT Astra International Tbk tersebut.
Untuk pembiayaan sepanjang tahun ini, FIF berharap bisa membukukan booking senilai Rp 17 triliun. Sebesar Rp 15,7 triliun diantaranya dipatok berasal dari penyaluran kredit kendaraan bermotor roda dua. Sedangkan sisanya Rp 1,3 triliun ditargetkan dari FIF Spektra atau anak usaha FIF yang bergerak dalam pembiayaan elektronik.
Untuk pencapaian booking kendaraan bermotor roda dua, hingga Juli 2010, FIF mencatat sebanyak 632.000 unit atau senilai Rp 7,7 triliun. Angka ini naik 41% dari Juli 2009 yang sebesar 447.000 unit. “Pembiayaan untuk motor bekas tumbuh 31% menjadi 136.000 unit atau senilai Rp 980 miliar,” imbuh dia. Pembiayaan elektronik Sementara, untuk penyaluran kredit elektronik dan home appliances, pertumbuhan FIF Spektra juga menjanjikan. Sampai Juli 2010, pembiayaan FIF Spektra naik 39% menjadi Rp 723 miliar dari periode yang sama tahun lalu. Angka ini juga sudah mencapai 55,6% dari target 2010.
Khusus untuk FIF Spektra, mereka punya beberapa strategi untuk mengejar target pembiayaan. Salah satunya mengutamakan pembukaan pasar kredit dan pembiayaan melalui pertokoan yang berada di daerah-daerah.
Pasar di daerah berpotensi, karena sebagian besar perusahaan pembiayaan hingga kini masih lebih mengutamakan tawaran kredit di pusat perbelanjaan di kota-kota besar, seperti mal. Strategi lain, adalah memanfaatkan database nasabah FIF
Head of Corporate Communication and External Relation FIF Renata Catur bilang, untuk mencapai target akhir tahun, FIF akan mengandalkan jumlah nasabahnya yang berkisar 5 juta. Sedangkan nasabah aktif mencapai 2,7 juta. Strategi lain, yakni meningkatkan pelayanan kepada nasabah dan memperluas jaringan pemasaran.
“Kami berencana membuka 57 kantor cabang dan point of services untuk tahun ini. Sebanyak 10-15 diantaranya sudah terealisasi hingga Juli 2010,” terang dia.
Asal tahu saja, FIF telah memiliki 500 jaringan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 126 diantaranya merupakan kantor cabang dan 368 sisanya merupakan point of services.
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541