BERITA PASAR MODAL
Jamsostek- BRI pede bisa dapatkan saham Bukopin Posted : 29 Aug 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview)- Persaingan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk memiliki saham PT Bank Bukopin Tbk semakin memanas. PT Jamsostek yang lebih dahulu mengutarakan minat untuk membeli saham Bukopin optimistis bisa memenangi persaingan itu.
"Kami sudah lebih siap, sudah rampung due diligence dan valuasi. Tinggal negosiasi harga saja," kata Hotbonar Sinaga, Direktur Utama PT Jamsostek, Jumat (27/8).
Menurutnya, Jamsostek lebih bisa diterima oleh Bukopin karena Jamsostek ingin membesarkan bisnis Bukopin. "Bukan mencaplok, bukan akuisisi. Kami ingin bermitra dan menciptakan nilai tambah," lanjutnya.
Hotbonar Sinaga menyatakan bahwa pihaknya serius untuk melakukan akuisisi saham Bank Bukopin. "Yang jelas Jamsostek bukan hanya berwacana, sudah konkrit rencananya," kata Hotbonar
Menurutnya, pihak Jamsostek sudah beberapa kali berbicara dengan direksi dan dewan komisaris maupun pemegang saham Bukopin. "Due diligence yang dilakukan Mandiri Sekuritas untuk kami sudah rampung dan mengusulkan kisaran harga per lembar saham Bukopin antara Rp500-Rp620 per lembar," katanya.
Sementara Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G Masassya menegaskan bahwa Jamsostek sangat serius dan siap bersaing dengan siapa saja yang berminat membeli Bukopin termasuk BRI.
Sebelumnya Jamsostek berniat untuk mengakuisi 30 persen saham Bukopin dan telah menyiapkan dana sekitar Rp500 miliar sekaligus menunjuk PT Mandiri Sekuritas sebagai pelaksana pembelian saham tersebut.
Jamsostek berharap dapat memanfaatkan jaringan yang telah dimiliki Bukopin, seperti jaringan koperasi Swa Mitra yang menjadi binaan Bukopin dengan jumlah 560 gerai.
Sebelumnya, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, hanya satu BUMN saja yang bisa membeli Bukopin. Nantinya, "BUMN yang berminat harus mengadu strategi bisnisnya," Mustafa Abubakar, Menteri BUMN, Jumat (27/8).Jika BRI memiliki strategi bisnis yang lebih bagus ketimbang Jamsostek maka Jamsostek tidak perlu membeli saham baru Bank Bukopin. Demikian pula sebaliknya.
Keputusan Mustafa ini diambil lantaran kedua BUMN ini ngotot ingin membeli saham Bank Bukopin dengan porsi yang besar. Mustafa bilang, Jamsostek berniat membeli 30% saham Bank Bukopin. Sedangkan, BRI berniat menjadi mayoritas dengan membeli minimal 51% saham Bank Bukopin.
Hotbonar Sinaga mengaku siap bersaing dengan BRI untuk mendapatkan saham Bukopin. Jamsostek optimistis dapat mengalahkan BRI dalam pembelian saham Bukopin. “Tetapi,itu semua bergantung Bukopin mana yang dipilih. Tetapi, tentu regulasi yang ada harus dipenuhi,”tambah dia.
Menurut Hotbonar, saat ini antara Jamsostek dan pemegang saham Bukopin masih melakukan diskusi mengenai harga saham Bukopin. “Tetapi, saya tidak bisa sebutkan berapa harga yang kami tawarkan,”ungkapnya.
Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Muhammad Ali membantah kalau perseroan akan melakukan pembelian saham Bukopin.Saat ini BRI sedang fokus melakukan kajian pembelian PT Bank Agro Niaga Tbk.
“Saya malah tidak tahu (pembelian saham Bukopin oleh BRI). Jadi saya susah untuk kasih pernyataan,” ujar Ali.
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541