BERITA PASAR MODAL
Rencana PGAS akuisisi perusahaan lain simpang siur Posted : 01 Sep 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview)- Rencana PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) untuk mengakuisisi perusahaan lain demi mengamankan cadangan gas rupanya masih simpang siur. Pasalnya, manajemen PGAS masih menunggu kepastian permintaan gas tahun depan.
"Semua akan sangat tergantung pasar, akuisisi ini bisa saja berlangsung tahun depan, namun bisa juga gagal," kata Direktur Utama PGAS Hendi Prio Santoso, saat buka puasa bersama, Selasa (31/8).
Menurut Hendi, jika permintaan meningkat maka ia baru akan melangsungkan akuisisi. Sayangnya, Hendi malah memprediksi permintaan gas pada tahun depan akan stagnan. Sehingga, kemungkinan besar akuisisi ini bakal gagal. Padahal, pada tahun ini PGAS sudah menjajaki dua perusahaan untuk menjadi target akuisisinya.
Menurut Hendi, tak hanya soal permintaan gas, perusahaan yang akan diakuisisinya juga menjadi alasan PGAS dalam melangsungkan akuisisi. "Mitra yang mau diakuisisi masih sangat lamban (menanggapi rencana akuisisi)," kilahnya.
Terkait Kinerja PGAS, Hendi menambahkan perseroan masih berhasil membukukan kenaikan kinerja pada semester I 2010. Buktinya, laba bersih perusahaan ini pada Juni 2010 adalah Rp 3,21 triliun.
Artinya, laba bersih PGAS ini naik tipis, yakni 0,63% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,18 triliun. Kenaikan laba bersih ini disumbang oleh pendapatan perseroan.
PGAS berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 5,8% dari Rp 9 triliun menjadi Rp 9,52 triliun. "Kenaikan pendapatan ini lebih banyak ditopang oleh kenaikan distribusi gas bumi sebesar 827 MMSCFD atau naik 9%," kata Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PGAS.
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541