BERITA PASAR MODAL
Intiland Bidik Pendapatan Naik 2 Kali Lipat di 2010 Posted : 03 Sep 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview)- PT Intiland Development Tbk (DILD) memprediksi pendapatan hingga akhir tahun ini bisa naik dua kali lipat dari pencapaian semester I-2010 yang sebesar Rp352 miliar.
Menurut Direktur Intiland, Archied Noto Pradono, perseroan akan menggenjot penjualan perumahan, kantor dan hotel yang berada di Surabaya. Sebab, penjualan perumahan menyumbang sekitar 80% untuk pendapatan perseroan, sedangkan sisanya Hotel dan kantor.
"Target kita revenue bisa naik dua kali lipat dari semester I 2010, bisa Rp900 miliar," ujar Archied di Jakarta, Kamis (3/9) malam.
Diakuinya, kontribusi hotel akan terlihat pada 3-5 tahun mendatang. Selain itu, pendapatan perseroan semakin meningkat dipicu dari rencana perseroan melakuan divestasi aset pada tahun ini. Sayang, ia enggan menjabarkan aset mana yang akan dijual. "Namun, tahun ini dan berikutnya kita ingin fokus pada pengembangan dulu," paparnya.
Saat ini, total landbank perseroan mencapai 2.400 hektar termasuk Jakarta dan Surabaya dengan komposisi 70% dan 30%. "Memang kita fokus pada dua tempat ini. Selain kita sudah punya nama di Surabaya juga," akunya.
Selain itu, perseroan pun telah mempersiapkan belanja modal tahun depan sekitar Rp700 miliar yang berasal dari kas internal dan sindikasi pinjaman. Menyoal capex tahun ini, ia mengakui sudah 50% terealiasasi dari anggaran Rp600 miliar, sedangkan sisanya akan digunakan untuk pengembangan BEI Cabut Suspensi Intiland PT Bursa Efek Indonesia telah mencabut penghentian semestara perdagangan efek PT Intiland Developent (DILD) pada sesi II, hari ini.
Hal ini diungkapkan Kepala Divisi Penilaian Perusaaan Sektor Jasa, Umi KUlsum dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (2/9). "Setelah BEI menerima keterbukaan Intiland, maka kami memutuskan untuk mencabut suspensinya," ujar Umi Kulsum.
Intiland disuspensi pada Rabu (1/9) sebab ketiga pemegang saham antara lain PT Permata Ratnamulia, PT Cempaka Andalan Kharisma dan PT Cakrawala Persada Gemilang menjual sahamnya dengan harga murah.
Hari ini, tiga broker asing yakni PT JP Morgan Securities Indonesia (BK), PT Credit Suisse Securities Indonesia (CS) dan PT BNP Paribas Securities Indonesia (BW) menjadi top seller saham DILD di pasar reguler.
Sebelumnya perseroan meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali suspensi sahamnya terkait keterbukaan yang sudah disampaikan ke Bursa.
Hal ini disampaikan Archied Noto Pradono, Direktur Intiland dalam keterbukaan informasinya ke BEI, Kamis (2/9). Dalam keterbukaannya Intiland mengakui telah melakukan kesepakatan penjualan saham yang dimiliki PT Permata Ratnamulia, PT Cempaka Andalan Kharisma dan PT Cakrawala Persada Gemilang dengan total saham sebanyak 2,11 miliar saham.
Saham tersebut dijual seharga Rp529 per saham kepada beberapa investor institusi asing dan lokal. Bagi Intiland, penjualan saham ini bisa meningkatkan likuiditas saham sehingga kinerja saham semakin dinamis dan atraktif. Selain itu juga meningkatkan distribusi kepemilikan saham kepada investor institusi lokal dan internasional sehingga paparan saham semakin luas.
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541