MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Executive Golf Tournament 2010
02 Mar 2010

EVENT Sebelumnya:
Anugerah Bisnis Review 2009
Oktober 2009
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG Mantap Melaju di Atas 3.100
02 Sep 2010

Data dari China dan Australia bikin tenaga yen melemah
02 Sep 2010


.: PREDIKSI PASAR

Bursa Asia : Mayoritas indeks acuan Asia pagi ini terbang
02 Sep 2010

Dolar Melemah Terhadap Euro dan Yen
01 Sep 2010

 

Media Group


BISNIS & INVESTASI
IFFINA 2010 Kebangkitan Industri Mebel
Posted : 10 Mar 2010 | By : Sigit | Komentar : 0

(Businessreview) - Pameran mebel terbesar berskala internasional kembali digelar di Jakarta pada 11-14 Maret 2010. International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2010 menjadi momentum kebangkitan industri mebel nasional. Keberhasilan IFFINA menjadi tolok ukur pertumbuhan ekspor mebel Indonesia.

IFFINA pada 2010 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) bekerjasama dengan Dyandra Promosindo selaku event organizer ditargetkan bisa mendatangkan sekitar 2.500 buyer dan lebih dari 2.000 buyer dari 106 negara sudah register sebelum pameran ini dibuka. Bandingkan dengan IFFINA 2009 yang dikunjungi 1.721 buyer selama pameran berlangsung. Target transaksinya meningkat dari US$170 juta pada 2009 menjadi US$250 juta pada IFFINA Maret 2010.

Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, IFFINA 2010 diramaikan exhibitor dari negara tetangga, di antaranya Singapura dan India. Partisipasi peserta dari mancanegara ini menunjukkan IFFINA tidak lagi berskala lokal, tapi menjadi pameran berskala internasional.

Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono mengemukakan, Asmindo menginginkan nilai ekspor mebel Indonesia pada 2010 naik 15 persen dibanding 2009. Industri mebel dan kerajinan pada 2010 ditargetkan minimal sama dengan 2008 yang mampu mencapai ekspor sebesar US$2,651 miliar.

Karena IFFINA dapat mendongkrak ekspor mebel Indonesia, Asmindo berusaha terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan IFFINA dari tahun ke tahun dan akan menggelar IFFINA setahun dua kali.  “Industri mebel Indonesia butuh dua kali pameran dalam setahun agar maksimal dalam menggalang pasar,” ujar Ambar.

IFFINA akan diadakan dua kali dalam setahun pada Maret dan Oktober karena kebutuhan pasar. Jika anggota Asmindo harus berpameran di luar negeri, biaya yang dihabiskan relatif besar. Padahal, tidak semua anggota Asmindo berskala besar dan mampu mebiayai kegiatan itu. “Langkah ini juga untuk mengantisipasi low season karena order dari IFFINA di bulan Maret tidak cukup bagi jadwal produksi dalam setahun.” Asmindo optimistis dua pameran mebel berskala internasional ini dapat meningkatkan penjualan dan mencapai target pertumbuhan 15 persen industri mebel.

Karena tuntutan pasar terhadap mebel yang ramah lingkungan, Asmindo selalu mengusung tema green furniture dalam IFFINA sejak 2008. Secara konsisten IFFINA mengangkat tiga konsep pokok yang menjadi dasar kampanye. Ketiga konsep itu adalah prolingkungan, prorakyat, dan legal. Dengan konsep ini, mebel Indonesia diproduksi dengan memperhatikan unsur lingkungan, meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar hutan, dan kayu atau bahan baku produksi mebel Indonesia diperoleh secara legal.

Ernst K. Remboen, Direktur Dyandra Promosindo selaku event organizer IFFINA, menjelaskan, IFFINA bertujuan untuk memajukan industri mebel dan kerajinan Indonesia. Pameran ini juga bertujuan untuk menggambarkan keragaman industri mebel, baik dari bahan baku maupun coraknya. “IFFINA menjadi ajang promosi bersama pengusaha mebel Indonesia untuk menarik buyer internasional,” kata Ernst.

Pengalaman Indonesia dalam menyelenggarakan IFFINA baru tiga tahun. Namun, dalam waktu singkat, IFFINA tidak kalah dengan negara lain. ”IFFINA dibuat untuk jangka panjang karena IFFINA menjadi aset bangsa,” tegas Ernst.  Dyandra bersama Asmindo terus menggencarkan promosi untuk menjaring lebih banyak buyer serta mendatangi kantong-kantong produksi untuk ikut dalam IFFINA.

Di sisi lain, Asmindo juga telah merencanakan berpartisipasi dalam pameran di Shanghai, China, pada Juni 2010. Pengalaman berpameran di Shenzen dua tahun lalu, yang mampu meraup penjualan US$14 juta, mendorong optimisme untuk terus meraih pasar lebih besar lagi di China.

Menurut Ambar, sudah selayaknya, produk Indonesia membidik segmen menengah-atas pasar China. Agar mampu berkompetisi dengan produk mebel China, produsen mebel Indonesia harus mengedepankan kualitas dan material yang bagus. “Yang harus dilakukan adalah menjaga kualitas produk Indonesia secara konsisten,” ujar Ambar. (Sigit)

Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 


Download
Form Registrasi &
Kuesioner ABR 2010
Disini
 

  .

Advertisement





 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541

 

Powered By :