BISNIS & INVESTASI
Bisnis Syariah Baru Tumbuh 3 Persen Posted : 29 Aug 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview)- Dirut PT Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi memperkirakan bisnis syariah di dalam negeri saat ini sudah lebih baik atau mengalami pertumbuhan sebesar tiga persen. Namun masih jauh dari target yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar lima persen.
"Kami optimis, bisnis syariah sudah tumbuh sebesar tiga persen dan lebih baik dari sebelumnya, walaupun belum mencapai target yang ditetapkan BI, tapi sudah mengalami kemajuan," katanya disela berbuka puasa bersama wartawan, pekan lalu
Menurut Yuslam, untuk mendorong pertumbuhan bisnis syariah lebih besar lagi, maka diperlukan kematangan dan sosialisasi kepada masyarakat akan bisnis syariah. Selain itu, dengan bertambahnya pemain baru, akan mendorong bisnis syariah semakin bergairah, katanya.
Saat ditanya, kenapa bisnis syariah di dalam negeri melambat dibanding di Malaysia, menurut dia, bisnis syariah di dalam negeri sudah tumbuh cukup baik, “Jika dibandingkan dengan luar negeri, memang bisnis syariah larinya kurang cepat, karena bisnis ini belum lama diperkenalkan kepada masyarakat luas, ucapnya.
Ia berharap, bisnis syariah perlu mendapat perhatian dari pemerintah, sehingga dapat berkembang lebih baik dengan melakukan perubahan-perubahan yang berarti. “Sebenarnya, pemerintah sudah memberikan dukungan secara maksimal kepada bisnis syariah, namun pasar masih belum mengikuti secara optimal
"Kendala perbankan syariah adalah respon dari kematangan ber-Islam di Indonesia. Sehingga butuh sebuah konsep syariah dan itu merupakan respon dari perkembangan sosiologis rakyat Indonesia bukan sesuatu yang ikut-ikutan," kata Yuslam.
Di negara seperti Malaysia yang bisnis syariah tumbuh pesar, Yuslam mengatakan itu karena bisnis syariah di negara tetangga itu diberikan kemudahan agar maju dalam artian ada peralihan nasabah dari bank konvensional ke syariah yang bagus dan cepat. "Di Indonesia sebenarnya bisa dilakukandengan memberikan insentif ke bisnis syariah misalnya keringanan pajak," kata Yuslam.
Meski diakui untuk tumbuh pesat, tidak bisa dilakukan dengan cara revolusioner. "Kita pelahan saja tapi pasti. Kalau kita push dipaksakan tentu bisa saja tumbuh cepat tapi nanti ada titik tertentu yang menjadi negatif. Sebuah mahluk hidup misalnya kalau diberikan vitamin misalnya bisa tumbuh lebih cepat tapi tentu ada risiko," kata Yuslam.
Menurut dia pemerintah sebenarnya sudah memberikan dukungan bagi pertumbuhan bisnis syariah secara umum di Indonesia namun belum optimal
Sementara itu, Direktur Mikro BSM Hanawijaya menambahkan, hingga saat ini BSM sudah menyalurkan kredit ke Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sampai Agustus 2010, sebesar Rp350 miliar.
Terkait penyaluran kredit sebesar itu, lanjut Hanawijaya, dalam dua bulan akan dapat mencapai Rp500 miliar sesuai target yang ditetapkan pada 2010, ujarnya.
Menurut dia, BSM pada 2011 akan mentargetkan penyaluran kredit ke UKM sebesar Rp1 triliun atau naik 100 persen dibanding tahun ini, karena bisnis di UKM masih sangat besar.
Hanawijaya juga mengungkapkan, kalau BSM sudah mulai membuka sektor pembiayaan properti, salah satunya memberikan kredit untuk Kepemilikan Rumah (KPR). (Sigit/berbagai sumber)
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541