MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

BISNIS & INVESTASI
Kode etik perbankan syariah kelar akhir tahun
Posted : 30 Aug 2010 | By : | Komentar : 0

(Businessreview)- Kompartemen Perbankan Syariah Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (perbanas) berjanji akan merampungkan kode etik perbankan syariah paling lambat pada akhir tahun 2010.

Kode etik ini adalah jawaban dari maraknya bajak-membajak bankir di bank syariah.

Ketua Kompartemen Perbankan Syariah Perbanas Yuslam Fauzi mengatakan, tersendatnya penyusunan kode etik perbankan syariah ini dikarenakan semua bankir-bankir syariah sibuk untuk memenuhi target-target yang dibebankan oleh pemilik masing-masing bank.

"Apalagi saat ini bulan puasa, jadi kami belum sempat duduk dan berkumpul untuk membahas masalah ini. Tetapi setelah Lebaran, kami akan mulai kumpul dan rapat. Targetnya sebelum akhir tahun akan selesai membuat kode etik perbankan syariah," ujarnya

Yuslam bilang dalam kode etik ini pihaknya akan fokus pada penyelesaian pada masalah pro dan kontrak mengenai sumber daya manusia (SDM) perbankan syariah. secara garis besar nantinya kode etik ini akan mencegah overpaying (Kelebihan bayar).

"Seorang yang belum punya kompetensi nantinya dilarang untuk menempati jabatan strategis biar industri ini tidak overpaying. kalau industri ini overpaying maka industri menjadi tidak efisien dan menghambat pertumbuhan industri," tambahnya.

Selain itu, lanjut Yuslam, kode etik ini nantinya akan menyarikan prinsip-prinsip aturan syariah yang harus dijalankan seorang bankir syariah. "Kalau ini isi aturannya hampir mirip dengan kode etik perbankan konvensional. Untuk mencegah adanya bankir yang nakal kami akan memberikan sanksi pada kode etik," terangnya.

Informasi saja, Berdasarkan data Bank Indonesia, per Juni 2010, terdapat 10 bank umum syariah, 23 unit usaha syariah dan 145 bank pembiayaan rakyat syariah. Per Juni jumlah karyawan perbankan syariah mencapai 17.995 orang. Tahun ini Lembaga Pendidikan Perbankan Indonesia memprediksi jika m arket share bank syariah naik 5%, industry membutuhkan 22.000 bankir.

Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia Mulya E Siregar mengatakan masalah SDM memang menjadi masalah utama perbankan syariah. Untuk menjadi seorang bankir syariah harus menguasai aturan Basel II dan standar-standar keuangan yang dikeluarkan oleh Islamic Financial Services Board (IFSB).

"masalahnya banyak lulusan ekonomi syariah yang hanya mengerti fikih muamalat, bukan bisnis perbankan syariah," ujarnya.

Bankir syariah sambut baik
Perbankan syariah menyambut gembira rencana diterapkannya kode etik perbankan syariah. Direktur Utama bank BNI Syariah Rizqullah mengatakan kode etik tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan dan kinerja bank syariah serta mendorong kerjasama antarperbankan syariah.

"Mengenai SDM yang overpaying sebenarnya adalah kebijakan bank syariah sendiri kalau terlalu overpaid yang rugi pasti banknya juga," ujarnya.

Herry Hykmanti, Direktur Transkasional Bank dan Syariah Bank Danamon juga sependapat dengan Risqullah. Menurutnya, kode etik perbankan syariah sangat perlu untuk dibuat, khususnya untuk SDM untuk menghindari terjadinya saling bajak-membajak bankir syariah. "Malah seharusnya harus sama-sama mengembangkan SDM," ujarnya.

Kepala Unit Usaha Syariah Permata Bank Achmad Kusna Permana mengatakan selain melahirkan kode etik perbankan syariah ada baiknya para bankir-bankir syariah juga menjalin komunikasi yang lebih intern agar bisa sama-sama mengembangkan bisnis perbankan syariah. "Mumpung industri ini masih kecil sehingga lebih mudah untuk membangun komunikasi," ujarnya.

Untuk mencetak bankir syariah sebenarnya tidak terlalu sulit. Bank hanya perlu menarik dan memberikan pembelajaran pada bankir-bankir konvensional mengenai bisnis syariah.

"Saat ini pasokan bankir konvensinal sangat tinggi jadi ini bisa menjadi salah satu alternatif untuk mencetak bankir syariah yang kompeten," tukasnya. ((berbagai sumber)

Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541