BISNIS & INVESTASI
Jasindo andalkan produk kesehatan Posted : 30 Aug 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview)- Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) tengah bekerja keras memenuhi target perolehan premi sebesar Rp 3 triliun di sepanjang tahun ini.
Maklum, hingga paruh pertama 2010, perusahaan asuransi pelat merah ini baru mengumpulkan perolehan premi sebesar Rp 1,4 triliun.
Jasindo melakukan beberapa upaya untuk mengejar pemenuhan target premi hingga akhir tahun ini. Pertama, menggenjot produk baru di sektor asuransi kesehatan, yakni Jasindo Health Care.
Direktur Utama Jasindo, Eko Budiwiyono mengatakan, Jasindo Health Care berkembang sangat bagus dan mulai dikenal pasar.
"Per Juni 2010, Jasindo Health Care telah menarik minat 30 sampai 40 korporasi sebagai mitra, baik korporasi dari perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta, dan asing,” ujar Eko
Kedua, Jasindo akan memperluas keagenan dan bekerjasama dengan operator telekomunikasi. Jangan lupa, Jasindo juga berupaya menggenjot bisnis syariahnya.Dengan berbagai strategi tersebut, Eko optimistis, perusahaan asuransi umum yang ia komandani mampu mencapai target perolehan premi Rp 3 triliun tahun ini.
Sikap optimisme tersebut disokong oleh penerimaan premi Jasindo per Juli 2010 yang menembus Rp 1,75 triliun. Nilai ini tumbuh 15% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.
Kontribusi terbesar perolehan premi hingga tujuh bulan pertama tahun ini, berasal dari asuransi properti, minyak dan gas bumi, rangka kapal, dan kendaraan bermotor. “Ditambah lagi dukungan pertumbuhan premi asuransi kendaraan bermotor yang melejit hingga 40%." terang Eko.
Sepanjang 2010, Jasindo bakal memperbesar premi ritel. Menurut Direktur Ritel Asuransi Jasindo Soeranto, pihaknya akan menaikkan portofolio ritel dari 25% di tahun lalu menjadi 30% tahun ini. "Rencana memperbesar portofolio premi dari sektor ritel ini terkait dengan keinginan kami untuk meningkatkan laba perusahaan,” jelas Soeranto.
Berdasarkan hitung-hitungan manajemen Jasindo, kontribusi ritel terhadap laba lebih besar ketimbang kontribusi nasabah korporasi. Maklum, biasanya klaim dari para nasabah ritel relatif rendah.
Sebaliknya, klaim dari sektor korporasi biasanya lumayan merobek kocek perusahaan asuransi. Soalnya, nilai aset yang mereka lindungi biasanya relatif besar.
Berburu Perusahaan Asuransi Jiwa Jasindo masih berburu perusahaan asuransi jiwa untuk diakuisisi. Direktur Utama Jasindo Eko Budiwiyono mengatakan, sebenarnya kuartal I kemarin, pihaknya sudah melirik empat perusahaan asuransi jiwa. Namun setelah melakukan pengkajian, Jasindo memutuskan tidak jadi membeli empat perusahaan tersebut.
Kendati belum ada yang cocok, perusahaan asuransi umum plat merah ini terus berburu perusahaan asuransi jiwa yang sesuai kriteria perusahaan. Pasalnya, pihak Jasindo mengharapkan proses akuisisi perusahaan asuransi jiwa itu bisa dilakukan pada tahun ini juga.
"Rencana ini sudah kami masukkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) 2010. Jadi ya mudah-mudahan semester ini rencana tersebut bisa terealisasi," tandas Eko.
Eko mengungkapkan saat ini sudah ada dua perusahaan asuransi jiwa yang menjadi kandidat. Sayang, Eko masih menyembunyikan identitas kedua kandidat tersebut. Namun sedikit bocoran dari Eko, perusahaan asuransi jiwa yang diincar Jasindo itu merupakan perusahaan yang produksi preminya relatif tidak besar. "Yang kita cari, size produksi preminya di bawah Rp 50 miliar," ungkapnya.
Eko mengatakan pihaknya serius mendekati kedua perusahaan tersebut. "Hanya saja setelah diselidiki, satu diantara dua perusahaan itu produksi agak kegedean. Kami memang agak ragu, tapi dikaji dulu," katanya.(berbagai sumber)
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541