MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

BISNIS & INVESTASI
Produksi Rokok Diperkirakan Lampaui Ambang
Posted : 01 Sep 2010 | By : | Komentar : 0

(Businessreview)- Walau sudah ada regulasi pembatasan produksi rokok, pengusaha memperkirakan peraturan itu akan terlanggar.

Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) mengestimasi, tahun ini produksi rokok nasional diperkirakan akan melampaui ambang yang ditetapkan.

Ketua Umum Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) Sudaryanto memperkirakan produksi rokok nasional mencapai 265 miliar batang pada tahun ini. Angka ini melewati ambang yang ditetapkan dalam peta jalan yang dibuat oleh Kementerian Perindustrian untuk tahun ini yaitu sebesar 250 miliar batang.

Kelebihan produksi sebanyak 15 miliar batang ini lantaran masih banyaknya industri rokok skala kecil yang tumbuh di Indonesia. ''Jumlahnya masih cukup banyak," ujarnya usai mengisi sebuah diskusi, Senin (30/8) malam.

Produksi rokok yang masih melampaui target ini, kata dia, juga disebabkan karena industri rokok di tanah air tetap tumbuh dan berkembang karena belum ada aturan yang menyebutkan rokok adalah produk yang dilarang.

Sementara itu, Direktur Industri Minuman dan Tembakau Kementerian Perindustrian Warsono menampik perkiraan tersebut. Dia mengatakan, Kementerian Perindustrian mencatata, produksi rokok hingga semester I 2010 sebesar 121,7 miliar batang. "Sehingga diperkirakan sampai akhir tahun nanti produksi rokok mencapai 250 miliar batang," ungkapnya.

Untuk mencegah terjadinya lonjakan produksi rokok, Warsono bilang pemerintah sudah memiliki insurumen peraturan yang akan diterapkan. Di antaranya adalah penetapan cukai. "Kalau terjadi lonjakan produksi bisa dikendalikan dengan memperketat cukai rokok," katanya.

Selain itu, Warsono berkata, industri rokok juga sudah mulai dibatasi investasinya dengan dimasukkan dalam daftar negatif investasi (DNI) terbuka bersyarat. ''Kalau nantinya diperlukan, tidak menutup kemungkinan nantinya rokok akan masuk dalam DNI mutlak,'' ucapnya.

Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541