MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

BISNIS & INVESTASI
farmasi Asing Baru Kuasai 30 % pasar lokal
Posted : 04 Sep 2010 | By : | Komentar : 0

(Businessreview)- Indonesia sebenarnya menjadi incaran perusahaan farmasi asing karena termasuk salah satu pasar farmasi terbesar di Asean berkat dukungan populasi penduduk yang besar.

Kekuatan suatu negara di sektor farmasi, sangat terkait dengan peran perusahaan asing. Dengan hanya mengandalkan perusahaan lokal, farmasi Indonesia diperkirakan akan sulit bersaing di era globalisasi.

Demikian dikatakan Direktur Eksekutif International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) Parulian Simanjuntak

Menurutnya iklim investasi di Vietnam lebih menarik. Kini Vietnam makin membuka diri terhadap masuknya investasi asing di sektor farmasi melalui serangkaian kebijakan yang kondusif, sehingga menjadi ancaman serius bagi Indonesia jika tidak segera berbenah diri.

Dikatakan pangsa pasar perusahaan farmasi asing di Indonesia saat ini hanya sekitar Rp10 triliun, atau 30% dari total pasar produk farmasi di Tanah Air yang mencapai Rp33 triliun. Sebagian besar pangsa pasar yakni 70% masih dikuasai perusahaan farmasi lokal dengan nilai Rp23 triliun.

"Rendahnya pangsa pasar perusahaan farmasi asing itu disebabkan oleh iklim investasi yang kurang kondusif sehingga investor kurang tertarik menambah dana investasinya," ujarnya kepada Bisnis.com di Jakarta, hari ini.

Menurut dia, regulasi di bidang farmasi terlalu banyak (high regulated) dan cenderung menghambat perkembangan sektor industri tersebut.

Beberapa regulasi yang dinilai menghambat perkembangan industri farmasi nasional a.l. Permenkes No.1010/2008 tentang Registrasi Obat, Permendag No.45/2009 tentang Angka Pengenal Importir (API), dan pembatasan kepemilikan saham asing maksimal 75% yang tertuang dalam ketentuan DNI (daftar negatif� investasi).

Di satu sisi, lanjutnya, pemerintah ingin menarik investasi asing sebanyak-banyaknya di sektor farmasi, namun di sisi lain upaya tersebut tidak dibarengi dengan pemberian kemudahan dan insentif.

Akibat iklim investasi yang tidak kondusif tersebut, perusahaan farmasi dunia yang berbasis riset lebih memilih Singapura dan Malaysia sebagai basis industri mereka.

Saat ini ada 199 jumlah perusahaan farmasi yang beroperasi di Indonesia. Dari jumlah tersebut sebanyak 35 perusahaan adalah PMA (Penanaman Modal Asing) dengan pangsa pasar yang diperkirakan mencapai 29.5%. Empat perusahaan  lain adalah BUMN dengan pangsa pasar sebesar 7,0% dan sisanya PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dengan pangsa pasar 63.5%.

Sebanyak 10 besar perusahaan Farmasi di tahun 2003 umumnya didominasi oleh 9 perusahaan  lokal yaitu Sanbe Farma, Kalbe Farma, Dexa Medica, Bintang Toedjoe, Tempo Scan Pacific, Kimia Farma, Konimex, Phapros, Indofarma dan 1 perusahaan PMA yaitu Pfizer. Market share dari 10 perusahaan terbesar ini kurang lebih 40%.

Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541