(Business Review) – PT Matahari Putra Prima Tbk ("MPP") telah mengambil langkah inisiatif strategis untuk mengkaji dan menganalisa kegiatan bisnisnya secara keseluruhan terkait dengan rencana perusahaan untuk secara agresif mengembangkan kompetensi inti dalam bisnis hypermarket-nya. Sebagai bagian dari inisiatif ini, MPP telah menunjuk penasehat keuangan internasional, Merrill Lynch (Singapore) Pte Ltd., untuk melakukan analisis strategis menyeluruh terhadap kegiatan bisnis perusahaan dan memberikan rekomendasi penting pada akhirnya. Obyektif dari analisa strategis ini untuk mengidentifikasi dan menganalisa berbagai peluang guna memaksimalkan nilai perusahaan, yang antara lain meliputi, disposisi perusahaan atau salah satu bisnisnya, akuisisi bisnis atau perusahaan lainnya, pendanaan melalui pinjaman atau ekuitas, restrukturisasi perusahaan, spin-off lini bisnis tertentu atau penjajakan mitra kerja strategis.
"Dalam semua keputusan bisnis kami, kepentingan seluruh pemegang saham kami adalah yang utama. Oleh sebab itu, kami berkomitmen untuk mengembangkan bisnis secara agresif, mempertahankan kepemimpinan pasar dan mencari peluang lain yang menguntungkan. Analisis strategis ini bermula dari inisiatif pruden manajemen MPP dengan penuh pertimbangan seksama dengan fokus pada peningkatan shareholder value yang dihasilkan dari kinerja MPP yang semakin kuat dan menguntungkan. Langkah ini juga didorong oleh niatan untuk menajamkan strategi bisnis kami kedepan dan memastikan pengambilan langkah-langkah pruden yang diperlukan untuk mencapai tujuan serta menghasilkan tingkat pengembalian investasi yang menguntungkan," kata Benjamin Mailool, Presiden Direktur MPP.
"Sebagai pelopor compact hypermarket di Indonesia dengan model bisnis yang telah teruji, kami akan terus berfokus kepada bisnis ritel makanan kami dalam pasar ritel yang menarik ini melalui fase berikutnya atas ekspansi Hypermart ke semua daerah di Indonesia. Selain itu, kami akan streamline semua bisnis non-inti lainnya / bisnis non-hypermarket, guna memastikan bahwa semua sumber daya MPP dioptimalkan sepenuhnya untuk mendorong pertumbuhan bisnis Hypermart kami," tambahnya.
Indonesia adalah negara berpotensi besar dan memiliki pertumbuhan pasar yang paling menarik secara global diantara negara berkembang lainnya. Negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dengan segmen kelas menengah yang meningkat, ekonomi yang ditopang oleh basis konsumen yang kuat, daya beli yang terus meningkat dan menghasilkan pertumbuhan ekonomi tahunan yang kokoh. Sampai saat ini, ekonomi berbasis konsumen yang kuat ini telah mendorong pertumbuhan PDB negara dan diprediksikan akan terus tumbuh rata-rata 5,6% per tahun sampai dengan tahun 2014, sedangkan PDB per kapita diperkirakan akan tumbuh sebesar CAGR (Compound Annual Growth Rate) 11,3% sampai dengan tahun 2014 dan akan melampaui batas US$ 3.000 di tahun 2012.
Ketua Harian Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta menyatakan, industri hypermarket tumbuh pesat tahun ini, dengan total belanja ritel modern diprediksi mencapai Rp 100 trilliun. Sebanyak Rp 65 triliun merupakan belanja makanan dan sisanya non-makanan. Dari jumlah ini, hypermarket mengambil porsi 35 persen. Pertumbuhan hypermarket ini sejalan dengan pertumbuhan kota. Pada Januari-Mei 2010, total pendapatan ritel modern mencapai Rp 44,6 triliun atau tumbuh 9 persen. Pertumbuhan ini digerakkan oleh pemain besar yang mencetak pertumbuhan 18 persen. Pendapatan kuartal tiga dan empat diprediksi akan terdongkrak dengan adanya Lebaran. Sehingga total tahun ini ritel bisa tumbuh 12 sampai 15 persen.
MPP terus melaju dalam gelombang pertumbuhan dengan pangsa pasar hypermarket yang tumbuh dari 5,7% di tahun 2004 menjadi 25,8% pada tahun 2009, dan tumbuh 18,2% year-on-year selama periode Januari - Mei 2010. Untuk tahun 2010 dan 2011, MPP memproyeksikan Divisi Matahari Food Business ("MFB"), yang mengoperasikan Hypermart dan Foodmart, akan mencapai total penjualan Rp 7,5 triliun dan Rp 9,8 triliun, sedangkan EBITDA (Earnings Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization) mencapai Rp 400 miliar dan Rp 620 miliar untuk periode yang sama2.
"MPP dikelola oleh perpaduan yang kuat dari tim manajemen yang berpengalaman lebih dari 20 tahun di bidang bisnis ritel baik di pasar domestik maupun internasional, merek dagang yang telah mapan, posisi pasar yang kuat, dan program ekspansi agresif gerai di lokasi-lokasi penting dan strategis di seluruh negeri," tambah Benjamin Mailool .
"MPP diposisikan secara strategis untuk semakin memperluas pengalaman, skala usaha dan keahliannya untuk mencapai pertumbuhan yang signifikan dan kepemimpinan pasar. Hasil awal analisis strategis Merrill Lynch sejauh ini juga menyatakan perlunya untuk memperkuat fokus pada bisnis Hypermart, disamping mencari peluang bisnis yang tepat untuk kemitraan strategis bagi pengembangan bis
nis lebih lanjut, penyempuranaan kegiatan bisnis dan memberikan shareholder value yang optimal," lanjutnya.
MPP merupakan peritel modern terkemuka di Indonesia yang memiliki jaringan toko 50 hypermarket, 25 supermarket, 53 outlet farmasi, 90 pusat hiburan keluarga dan 18 toko buku internasional serta aliansi strategis pengoperasian 91 department store di lebih dari 50 kota di seluruh Indonesia pada akhir Juni 2010. Corry