MUST READS :

Tawarkan Fleksibilitas dan Return Optimal, ETF Tumbuh Pesat

ETF secara sederhana dapat diartikan sebagai Reksa Dana yang diperdagangkan di BEI, menjanjikan fleksibilitas dengan return yang optimal kepada para investor yang berinvestasi pada produk tersebut.

  Regional :
   

ADVERTISMENT       ADVERTISMENT       ADVERTISMENT      ADVERTISMENT

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Anugerah Business Review 2013
24 September 2013

EVENT Sebelumnya:
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG gunakan jurus bertahan hingga akhir sesi II
27 Aug 2014

IHSG Berhasil Menguat 16 Poin ke 5.165
27 Aug 2014


.: PREDIKSI PASAR

Indeks Minim Sentimen Positif, Tujuh Saham Ini Jadi Pilihan
27 Aug 2014

Pasar Nantikan Gambaran Kabinet Jokowi, Akumulasi Empat Saham Ini
27 Aug 2014

 

Advertisment

Iklan QNB

Island Shop

 

Media Group
 

 


Notice: Undefined variable: enPath in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 49

Notice: Undefined variable: enPath in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 50

Notice: Undefined variable: time in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 83

Notice: Undefined variable: hal in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 83

Notice: Undefined variable: linkl in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 96

KEBIJAKAN BISNIS & EKONOMI
Sektor Pariwisata & ekonomi Kreatif andalan pereknomian Nasional
Posted : 21 Dec 2012 | By : sigit | Komentar : 0

(BusinessReview Online)- Menteri Pariwisatadan Ekonomi Kreatif Mari Pangestu menyatakan banyak kemajuan yang dicapai oleh sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sepanjang 2012.

Untuk sektor pariwisata, pencapaian 2012 bukan hanya dilihat dari kenaikan jumlah wisman yang diperkirakan mencapai target 8 juta, tapi juga kualitas dan mutu wisman dan juga dari penyediaan lapangan kerja, nilai investasi baik PMA maupun PMDN.

Disampaikan pula bahwa untuk pariwisata minat khusus ada beberapa pencapaian penting seperti dibentuknya Pokja bersama dengan Kementerian Kesehatan untuk mengembangkan wisata kesehatan dan kebugaran. Kemudian, Pokja Kuliner yang segera memulai sosialisasi setelah merampungkan memilih 30 ikon kuliner tradisional Indonesia. Untuk wisata kapal pesiar, tahun ini rencana aksinya juga telah diselesaikan.

Dalam pemaparannya Mari Pangestu menyatakan pemasukan devisa dari sektor pariwisata diperkirakan mencapai USD 9,07 miliar, naik 6,03% dibandingkan 2011 sebesar USD8,55 miliar. Kenaikan ini dapat dicapai karena adanya kenaikan jumlah rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara perkunjungan. Tahun ini pengeluaran wisman mencapai USD1.133,81 perorang perkunjungan, atau naik 1,39% dibandingkan tahun 2011 sebesar USD1.118,26.

Meski demikian, untuk lama tinggal (length of stay) wisman tahun ini sedikit turun 1,79%, dari 7,84 hari perkunjungan menjadi 7,7 hari. Ini diperkirakan karena ada peningkatan kunjungan dari wisman regional dibandingkan dari Eropa karena adanya perlambatan ekonomi di benua tersebut.

“Namun yang perlu digarisbawahi pertumbuhan wisman hingga Oktober 2012 naik 5% dibandingkan tahun lalu, yang artinya lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan pariwisata global yang diperkirakan naik 3-4% di tahun 2012,” kata Mari Pangestu.

Sementara itu untuk wisatawan nusantara (wisnus) tahun 2012 diestimasikan terjadi 245 juta perjalanan wisnus atau naik 3,81% dibandingkan tahun 2011 sebanyak 236 juta perjalanan. Kenaikan perjalanan wisnus ini membawa dampak positif terhadap pembelanjaan wisnus yang tahun ini jumlahnya diperkirakan sebesar Rp 171,5 triliun atau naik 9,3% dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 156,89 triliun.

Meningkatnya pengeluaran wisnus ini selain karena meningkatnya jumlah perjalanan, juga dikarenakan meningkatnya rata-rata pengeluaran yang mencapai Rp 700 ribu atau naik 5,63% dibandingkan tahun 2011 sebesar Rp 662,68 ribu per perjalanan per orang yang mencerminkan naiknya kelas menengah di Indonesia.

Mari Pangestu menyambut baik meningkatnya pengeluaran wisnus tahun ini karena akan membawa dampak yang positif terhadap perekonomian daerah, karena sebagian besar wisnus membelanjakan pengeluaran mereka ketika berwisata di daerah-daerah.

Mari Pangestu menjelaskan berdasarkan data Neraca Satelit Pariwisata Nasional (Nesparnas) tahun 2011 kontribusi sektor pariwisata secara langsung terhadap PDB Nasional mencapai 4% atau sebesar Rp 296,97 triliun, sedangkan dalam hal penyerapan tenaga kerja mencapai  8,53 juta atau 7,72% dari penyerapan tenaga kerja secara nasional.

Dari sisi investasi hotel dan restoran—baik PMA dan PMDN--tahun 2012 mencapai kemajuan yang sangat baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hingga kuartal ketiga tahun ini realisasi PMA untuk hotel dan restoran telah mencapai USD729,7 juta, naik dibandingkan tahun lalu yang nilainya USD242,2 juta. Sementara, untuk PMDN realisasinya ada di angka USD86,1 juta, dibandingkan USD39,4 juta.

Terkait dengan ekonomi kreatif, Mari Pangestu menyebutkan beberapa penandatanganan nota kesepahaman akan berperan penting untuk memajukan sektor ini. Melalui nota kesepahaman ini diharapkan akan ada pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang lebih mendalam, kerjasama yang lebih intensif untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif.

Tahun ini Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman dengan Inggris dan joint press statement dengan Jepang. Tak kalah pentingnya, Kemenparekraf juga baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) untuk memberikan akses permodalan kepada UKM ekonomi kreatif yang ada di daerah.

Menurutnya tahun 2012 memiliki arti penting bagi perjalanan ekonomi kreatif di Indonesia. Selain penandatanganan sejumlah nota kesepahaman, penyelenggaraan Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) juga terbilang sukses. Untuk pertama kalinya ke-15 subsektor ekonomi kreatif ditampilkan dan mampu menarik lebih dari 78 ribu pengunjung selama lima hari penyelenggaraan. Melalui ajang ini juga diluncurkan beberapa inisiatif seperti pencanangan

“Gerakan Indonesia Berdendang” untuk mengembangkan musik Indonesia terutama dimulai dengan lagu untuk anak, dan pemberian apresiasi kepada 17 Wira Muda Kreatif,” jelas Mari Pangestu.

Kontribusi terhadap PDB
Data dari BPS menyebutkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional tahun 2011 sebesar Rp 573,36 dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 11,57 juta orang. Untuk tenaga kerja, tiga subsektor yang kontribusinya paling besar berturut-turut adalah fesyen 32,4%, kuliner 32,1%, kerajinan 25,6%, penerbitan dan percetakan 4,3%.

Mari Pangestu menilai peranan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat strategis dalam pembangunan perekonomian nasional, karena memberikan kontribusi ekonomi yang besar serta menyerap tenaga kerja yang cukup banyak karena pariwisata dan ekonomi kreatif masing-masing melibatkan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta koperasi.

Pada kesempatan itu disampaikan pula bahwa sektor pariwisata Indonesia tahun 2013 akan tetap cerah, hal ini antara lain karena tingginya kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia. Terkait hal ini sejumlah even besar akan berlangsung sepanjang tahun di Indonesia dan puncaknya adalah KTT tingkat Kepala Negara untuk APEC 2013 yang akan berlangsung di Bali pada Oktober mendatang, tuan rumah pertemuan tingkat menteri World Trade Organization (WTO) dan pemilihan Miss World.

Selain itu Indonesia akan melakukan promosi pariwisata di bursa pariwisata terbesar dunia yakni ITB Berlin pada Maret 2013 mendatang, menjadi sebagai Official Partner Country sehingga mempunyai kesempatan yang luas untuk berpromosi dalam even tersebut.

“Kita menetapkan target optimis tahun 2013 sebesar 9 juta wisman. Target ini merupakan milestone menuju target 10 juta wisman pada 2014,” kata Mari Pangestu, seraya mengingatkan tahun 2013 situasi ekonomi global masih tidak menentu yang akan berpengaruh terhadap semua sektor termasuk sektor pariwisata. Untuk ini diperlukan kerja keras serta antisipasi dengan berbagai upaya yang kreatif dalam melakukan promosi maupun diversifikasi produk wisata dan pasar. (Sigit)


Notice: Undefined variable: linkl in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 138

Notice: Undefined variable: linkt in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 139
Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar


Notice: Undefined variable: add in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 172

Notice: Undefined variable: add in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 213

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

 

Advertisment

Iklan KAI

 

Video

Dowload Movie

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541