KEBIJAKAN BISNIS & EKONOMI
Bukan Sinetron Hilang dan Munculnya Kapolri BHD Posted : 16 Aug 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview)- Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) yang hilang mendadak jelang serah terima jabatan sejumlah jenderal, Jumat lalu, hari ini muncul di Mabes Polri.
Puluhan wartawan sudah menunggu sejak pagi di depan pintu masuk ruang ruang rapat utama (Rupatama), Mabes Polri, Jakarta, Senin (16/8/2010). “Ada yang bilang saya hilang misterius dan bunuh diri,” katanya,
Kapolri kembali ke kantor hari ini untuk melanjutkan pelantikan lima pejabat Mabes Polri yang tertunda saat dia diberitakan hilang misterius. Acara berlangsung di Ruang Rupatama Mabes Polri Jakarta.
Usai memimpin pelantikan dan serah-terima jabatan 14 perwira, BHD segera meninggalkan ruang Rupatama. "Pak Kapolri, Pak Kapolri!" teriak puluhan wartawan berusaha mendapatkan penjelasan BHD.
Jangankan menyahut, menoleh pun tidak. BHD langsung meninggalkan ruangan Rupatama didampingi 2 ajudannya.Memang, BHD dijadwalkan mengikuti pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Gedung DPR, Jakarta. Acara pidato kenegaraan Presiden SBY pukul 10.00 WIB.
Saat sertijab, BHD tampak sehat dan banyak tersenyum usai acara. Sertijab dimulai pukul 08.00 WIB. Sejumlah petinggi Polri menghadiri kegiatan ini seperti Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi.
Rumor Berbagai Spekulasi Berbagai kabar muncul saat BHD menghilang mendadak dari Mabes Polri kala itu. Ada informasi yang menyebutkan dia dipanggil Presiden SBY terkait kontroversi rekaman Ary-Ade dalam kasus penyuapan pimpinan KPK oleh Anggodo. Namun, Istana membantah ada pertemuan Presiden-Kapolri. Ada juga informasi BHD terserang stroke ringan sehingga tidak bisa berdiri.
Namun, kemarin sore, Irwasum Polri Irjen Nanan Soekarna memperjelas keadaan dengan menyebut Kapolri terserang flu yang membuat dia tidak bisa melakukan kegiatan dalam keadaan berdiri.
Kapolri mengaku tak peduli apa kata orang tentang situasi saat itu meski pihak protokoler sudah menyiapkan segalanya untuk acara yang harus dijalaninya. “Semuanya di luar kuasa manusia, ada kekuasaan yang di atas,” isyaratnya tentang sakit yang dialami dan membuatnya menunda pelantikan lima pejabat Mabes Polri.
Bambang Hendarso mengaku tidak mampu menghadiri acara serah terima jabatan pada pekan lalu. Menurutnya, itu merupakan suatu yang di luar kemampuan manusia.
"Kita semua bisa berencana, protokol saya sudah menyiapkan semuanya. Tapi kembali semua rencana itu tidak bisa dilaksanakan karena ada kekuasaan yang di atas," kata Jenderal Bambang Menaggung beban berat Menurut Bambang, tidak ada hal istimewa dengan penudaan pelantikan pekan lalu itu. Ia beralasan, itu bisa terjadi karena masalah teknis atau terkait masalah ketidakmampuan seseorang untuk hadir. Ada yang bilang saya menghilang misterius, saya bunuh diri, silakan," ujar dia.
Mengenai keterangan pers yang diberikan Juru Bicara Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang bila Bambang sedang dinas internal di Jakarta pada Jumat pekan lalu, Bambang mengatakan hal itu tidak melanggar etika profesi. "Keterangan itu sesuai etika yang berlaku di kepolisian."
Bila pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar menengarai Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri "menghilang" karena tengah menanggung berat, lain lagi apa yang dikemukakan pengamat hukum dari Universitas Padjajaran Yesmil Anwar.
Yesmil berpendapat, Kapolri "menghilang" sementara waktu untuk mencari siasat menyusun jawaban atas sejumlah tudingan miring yang dialamatkan ke institusi Polri. "Ini kan ada tuduhan kebohongan publik yang dialamatkan ke Polri dan Kejaksaan Agung. Tuduhan itu soal keberadaan rekaman Ade-Ari," kata Yesmil
Mutasi perwira tinggi Sembilan perwira tinggi yang dilantik hari ini adalah Staf ahli Polri Brigadir Jenderal Iskandar Hasan yang menggantikan Juru Bicara Markas Besar Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang. Irjen Edward Aritonang dimutasi menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah.
Deputi Bidang Pengkajian Strategi Lembaga Pertahanan Nasional Inspektur Jenderal Soenarko DA dilantik menggantikan Deputi Operasi Kepala Kepolisian Inspektur Jenderal Silvanus Wenas yang memasuki masa pensiun.
Direktur C Badan Intel dan Keamanan Polri Brigadir Jenderal Mudji Waluyo menggantikan Inspektur Jenderal Badrodin Haiti sebagai Kepala Divisi Binaan Hukum. Irjen Badrodin Haiti dimutasi menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Kepala Divisi Telematika Polri Inspektur Jenderal Yudi Sus Hariyanto pindah ke Deputi Logistik Polri yang sebelumnya dijabat Inspektur Joko Sardono yang memasuki masa pensiun. Sedangkan jabatan yang ditinggal Yudi diisi oleh Brigadir Jenderal Robert Aritonang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur. (berbagai sumber)
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541