MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

KEBIJAKAN BISNIS & EKONOMI
Penurunan Angka Kemiskinan Tak Capai Target
Posted : 16 Aug 2010 | By : | Komentar : 0

(Businessreview) - Upaya penurunan angka kemiskinan masih berjalan lambat. Selama periode Maret 2009 hingga 2010, angka kemiskinan hanya turun tipis dari 0,8 persen dari 14,1 persen menjadi 13,3 persen.

Pada awal Juli lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan pada Maret 2010 turun ke angka 31,02 juta jiwa atau sekitar 13,33 persen dari total penduduk Indonesia. Namun, penurunannya jauh lebih kecil daripada penurunan angka kemiskinan antara Maret 2008 ke Maret 2009. Pada Maret 2009 jumlah penduduk miskin mencapai 32,53 juta jiwa. Sementara di Maret 2008 mencapai 34,96 juta jiwa.

Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengakui penurunan tersebut tidak sesuai target persentase rata-rata untuk mencapai tingkat kemiskinan 8 persen pada 2014 mendatang. Sebab, untuk mencapai target itu, maka rata-rata penurunan harus sebesar 1,2 persen setiap tahunnya.

Agung mengatakan penyebab lambatnya laju penurunan angka kemiskinan antara lain dipicu perubahan iklim (climate change) yang mempengaruhi pola panen. Kemudian, faktor lainnya yakni penyerapan program pro rakyat seperti kredit usaha rakyat (KUR) belum sesuai harapan.

Tahun lalu, pemerintah hanya menargetkan penyerapan KUR sebesar Rp 13 triliun akibat krisis keuangan gobal. Padahal, menurut Agung, target penyerapan tiap tahunnya mencapai Rp 20 triliun.

Namun demikian, Agung mengatakan pemerintah terus berupaya menekan angka kemiskinan setiap tahun sesuai target. "Diperlukan cara untuk mempercepat penyerapan program-program yang sudah ditempatkan," kata Agung.

Sebagai contoh, baru-baru ini pemerintah mendongkrak plafon atau batas atas pinjaman KUR tanpa agunan dari Rp 5 juta menjadi Rp 20 juta agar penyerapannya meningkat. Tahun ini, pemerintah menargetkan penyerapan KUR bisa mencapai Rp 17 triliun hingga Rp 18 triliun. Kebijakan ini berlaku untuk sektor hulu seperti pertanian, perikanan, dan usaha kecil dan menengah.

Tidak Sesuai Harapan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan pada Maret 2010 turun ke angka 31,02 juta jiwa atau sekitar 13,33% dari total penduduk Indonesia. Namun, penurunan ini tidak sesuai dengan harapan dan lebih kecil daripada penurunan angka kemiskinan dari Maret 2008 ke Maret 2009 yang mencapai 32,53 juta.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa persnya di Kantor BPS Jakarta, kemarin. Ia mengatakan target pemerintah untuk mencapai angka kemiskinan 11% masih jauh, karena saat ini baru mencapai 13,33%.

Pada Maret 2009 jumlah penduduk miskin mencapai 32,53 juta jiwa, sementara pada Maret 2008 mencapai 34,96 juta jiwa. Perbandingan penurunan angka kemiskinan dari Maret 2008 dan Maret 2009 mencapai 2,43%. Namun, penurunan angka kemiskinan dari Maret 2009 ke Maret 2010 hanya sebesar 0,82%.

Ia mengatakan ada dua tren berbeda dalam penurunan angka kemiskinan tahun lalu dan sekarang. Pada 2010, penurunan lebih banyak dibantu oleh penurunan harga-harga kebutuhan pokok, sehingga tidak menimbulkan kesulitan bagi masyarakat. “Karena faktor ini jug garis kemiskinan naiknya juga tidak sehebat tahun lalu,” tukasnya.

Bersahabatnya harga pasar terhadap masyarakat ditunjukkan oleh inflasi periode maret 2009-maret 2010 relatif rendah, yaitu sebesar 3,43%. Menurut kelompok pengeluaran kenaikan harga selama periode tersebut terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 4,11%; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 8,04%.

Peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan). Pada Maret 2010, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan sebesar 73,5%, sedangkan pada Maret 2009 sebesar 73,6%.

Tidak hanya faktor harga, tajamnya penurunan angka kemiskinan tahun 2009 juga disebabkan pada saat itu masih ada program bantuan langsung tunai (BLT) yang sangat efektif. "Penurunannya lambat. Mungkin dulu karena masih ada BLT (bantuan langsung tunai), bantuan-bantuan raskin," tutur Rusman.

Sedangkan untuk program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan program pengentasan kemiskinan lainnya tidak terlalu signifikan dan efektif. Untuk itu, Rusman meminta agar program kemiskinan yang dilaksanakan tahun ini dikaji ulang efektifitasnya.

Penurunan angka kemiskinan yang lebih tinggi tercatat di perkotaan, yaitu sebesar 0,81 juta jiwa, daripada di pedesaan sebesar 0,69 juta jiwa.

"Saya tidak berani katakan itu karena pro-urban. Tapi faktanya begini. Bantuan-bantuan mungkin lebih banyak dinikmati orang urban miskin daripada orang desa yang miskin," tambahnya.

Dalam menghitung angka kemiskinan, BPS menggunakan metode perhitungan orang yang mampu memenuhi kebutuhan melalui kombinasi perhitungan pengeluarannya dan pengelolaan bantuan dari pemerintah.


Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541