KEBIJAKAN BISNIS & EKONOMI
Anggaran Pendidikan Turun Rp 1,5 Triliun Posted : 17 Aug 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview) - Pemerintah menetapkan alokasi anggaran untuk Kementerian Pendidikan Nasional pada RAPBN 2011 sebesar Rp50,3 triliun, atau mencapai 23,9 persen dari total RAPBN sebesar Rp1.202 triliun.
"Anggaran pada Kementerian Pendidikan Nasional RAPBN 2011 akan difokuskan untuk meningkatkan akses dan pemerataan pelayanan pendidikan bermutu dan terjangkau," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU Tentang RAPBN 2011 Beserta Nota Keuangan, pada Sidang Paripurna DPR, di Gedung MPR/DPR-RI, Senin.
Presiden mengatakan, pemerataan pelayanan pendidikan yang bermutu dan terjangkau akan dilakukan melalui jalur formal dan non formal di semua jenjang pendidikan.
Meski besaran alokasi pendidikan pada 2011 yang mencapai Rp50,3 triliun lebih kecil dibanding 2010 sebesar Rp51,8 triliun, namun secara prosentasi dana pendidikan 2011 mencapai 23,9 peren, lebih tinggi dari 2010 yang hanya mencapai 21,73 persen.
Menurut Presiden, anggaran pendidikan tahun 2011 juga direncanakan untuk meningkatkan daya jangkau dan daya tampung sekolah melalui kegiatan pembangunan sekolah baru, dan penambahan ruang kelas baru.
Selain itu, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tetap diberikan bagi sekolah, madrasah, pesantren salafiyah, dan sekolah keagamaan non-Islam yang menyelenggarakan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun.
Ditambahkan Presiden, anggaran pendidikan juga untuk memberikan beasiswa bagi siswa miskin pada semua jenjang pendidikan.
"Dengan alokasi anggaran sebesar itu (Rp50,3 triliun) maka dapat meningkatkan rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas menjadi 7,75 tahun," ujar Yudhoyono.
Selain itu, Kepala negara juga mengutarakan bahwa pemerintah terus berupaya menurunkan disparitas partisipasi dan kualitas pelayanan pendidikan antar wilayah, gender, dan sosial ekonomi, serta antar satuan pendidikan.
Anggaran daerah naik 9,8% Alokasi anggaran transfer ke daerah tahun depan direncanakan mencapai Rp378,4 triliun atau naik 9,8% dari APBNP 2010. Presiden Susilo Bambang Yudohono mengatakan dari anggaran transfer ke daerah tersebut, dana perimbangan direncanakan mencapai Rp329,1 triliun atau naik Rp14,7 triliun (4,7%) bila dibandingkan dengan APBN Perubahan 2010.
"Kenaikan terbesar dari Dana Perimbangan berasal dari Dana Alokasi Umum [DAU] yang dalam RAPBN 2011 direncanakan mencapai Rp221,9 triliun. Jumlah ini, naik Rp18,3 triliun atau sekitar 9,0% bila dibandingkan dengan alokasi DAU 2010," katanya
Dengan tetap mengutamakan prinsip keadilan yang berkeseimbangan, lanjutnya, DAU dialokasikan sebagai instrumen pemerataan kemampuan keuangan antardaerah. Penggunaannya diserahkan kepada daerah sesuai dengan kebutuhan dan kewenangannya.
"Berkaitan dengan itu, saya minta agar DAU ini dapat benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, terutama untuk penyediaan infrastruktur bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan perbaikan kesejahteraan rakyat," ujar Presiden.
Presiden Yudhoyono melanjutkan kenaikan dana perimbangan juga berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di mana dalam RAPBN 2011, DAK direncanakan mencapai Rp25,2 triliun naik Rp4,1 triliun atau sekitar 19,4% dari APBN-P 2010.
"Peningkatan anggaran DAK ini disebabkan oleh adanya penambahan 5 bidang baru yaitu bidang transportasi perdesaan, bidang sarana dan prasarana kawasan perbatasan, bidang listrik perdesaan, bidang perumahan dan permukiman, serta bidang keselamatan transportasi darat," tutur Presiden.
Menurut dia, pengalokasian DAK dalam RAPBN 2011 juga telah mempertimbangkan karakteristik kewilayahan, dengan tetap memperhatikan daerah tertinggal, wilayah perdesaan, dan wilayah perbatasan dengan negara lain sebagai penerima alokasi DAK.
"Dengan cara itu, diharapkan kita mampu memberikan peluang yang lebih besar kepada daerah, untuk dapat melaksanakan pembangunan sesuai dengan karakteristik daerah," ujarnya.
Presiden melanjutkan untuk mewujudkan program pembangunan yang berdimensi lingkungan hidup, maka pengalokasian dana DAK dalam RAPBN 2011 akan ditekankan pada bidang yang berkaitan dengan upaya kita mengatasi dampak perubahan iklim.
"Alokasi DAK itu, kami arahkan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan untuk mendukung mitigasi dampak perubahan iklim, dan penurunan emisi gas rumah kaca. Di samping itu, alokasi DAK di bidang pertanian serta kelautan dan perikanan, juga kita arahkan untuk mendukung pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana pertanian dan perikanan." (berbagai sumber)
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541