MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

KEBIJAKAN PEMDA
Andreas Agas, Wakil Bupati Berjiwa Entrepreneur
Posted : 03 Feb 2010 | By : Kormen Barus | Komentar : 1

(Businessreview) - Sejak terpilih menjadi Wakil Bupati Manggarai Timur  setahun silam, Andreas Agas, memiliki impian indah seputar Masa Depan daerah tempat dia dibesarkan itu. Hal itulah yang membuat sosok kalem, pintar dan mumpuni, ini, mengerti betul, apa saja yang harus dilakukannya dalam membangun Manggarai Timur demi kesejahteraan rakyatnya. Apalagi Andreas didukung dengan pengalaman, yang banyak malang melintang di dunia aktivis, LSM, akademisi dan studi tentang pembangunan daerah.

Manggarai Timur menurutnya memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan. Selain subur untuk pengembangan pertanian dan perkebunan, Manggarai juga sejak dulu dikenal sebagai pusat ternak. Setiap upacara adat saja,  orang Manggarai tidak pernah lepas dari hewan piaraan, seperti ayam, babi, kerbau, sapi, kuda, kambing. Kemudian sektor pariwisata, perikanan dan kelautan, serta pertambangan, apabila dikelola secara benar dan optimal, bukan tak mungkin dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah yang dihuni oleh penduduk 232.020 jiwa itu.

“Manggarai Timur  the Sleeping Giant di NTT. Ini raksasa tidur.  Kami ingin membangun masyarakat mandiri. Kita ingin munculkan figur entrepreneur yang berbasiskan budaya.  masyarakat Manggarai harus mengandalkan kekuatan mereka sendiri untuk  menjadi penggerak ekonominya, ”papar wakil Bupati kelahiran Lambaleda, Manggarai, 1 September 1959, ini, dalam sebuah perbincangan dengan wartawan di Jakarta, baru-baru, ini.

Itulah tekad sang Wakil Bupati yang terkenal ramah, murah senyum, bersahabat, rendah hati namun  tetap tegas ini, dalam mengemban amanah memimpin Manggarai Timur. Namun kata dia, semua program yang dicetuskan,  tak semudah membalikan telapak tangan. Karena dalam menjalankannya, perlu  ada komitmen dan dukungan kuat dari masyarakat Manggarai Timur secara keseluruhan.

Sebagai gambaran, Manggarai Timur adalah sebuah Kabupaten, yang terletak di bagian Barat, pulau Flores Nusa Tenggara Timur (NTT) atau jaraknya sekitar 150 km sebelah Timur Lapangan Udara Komodo, Manggarai Barat. Kabupaten ini juga hasil pemekaran dari kabupaten Manggarai. Sehingga kini dikenal tiga kabupaten, yaitu Manggarai Barat beribukota Labuan  Bajo, Manggarai ibukotanya Ruteng dan Manggarai Timur beribukota Borong.

Kabupaten yang baru berumur setahun dengan enam kecamatan, ini,  tak cuma terkesima lantaran alamnya yang eksotik dan perawan, tapi inilah kabupaten dengan lanskap perbukitan yang berpadu dengan lembah dan ngarai. Namun, keindahan alam saja tidak cukup mendeskripsikan kabupaten yang beribukota Borong, ini. Pasalnya Manggarai Timur juga memiliki potensi pertenakan, perkebunan dan perikanan yang luar biasa prospeknya. Hal itu yang membuat Andreas bertekad menjadikan daerah ini sebagai salah satu daerah yang diperhitungan di  di NTT pada  masa yang akan datang.

Usai mengikuti seminar Koperasi, di Jakarta, akhir Januari lalu, peraih. Magister Humaniora Universitas Airlanggga Surabaya, tahun 1995, itu, menyampaikan permasalahan dan gagasannya dalam membangun Manggarai Timur.

Andreas mengatakan, mayoritas mata pencaharian  orang Manggarai Timur adalah sektor pertanian dan sebagian kecil adalah nelayan dan pedagang. Tapi sayang pertumbuhan dan produksi  pertaniannya masih  rendah.  Produksi pertanian, perkebunan dan peternakan belum begitu maksimal. “Kita selalu kurang pangan dan kurang ternak,”cetus mantan aktivis LSM, ini.

Andreas yang juga Mantan Kepala Kantor Perwakilan Komisi Ombudsman      Nasional Wilayah NTT & NTB, ini pun menyampaikan  beberapa masalah utama yang dihadapi pemerintahaannya saat ini. Di mana, untuk  masalah ekonomi,  rata-rata pendapatan orang Manggarai Timur,  hanya  Rp 7000 per hari. Kemudian, 73% masyarakatnya berada di bawah garis miskin dan sangat miskin. Kemiskinan itu berdampak kepada rendahnya tingkat pendidikan. Di mana, sekitar 73% tidak tamat sekolah atau lebih dipopuler mereka hanya sampai ijazah sambut baru. ”Kami mencari kaur desa dengan standar SMA saja sudah sulit. Sementara yang rata-rata tamat sarjana tidak kembali. Mereka mengabdi di daerah lain,” ujarnya prihatin.

Dari sisi kesehatan, rata-rata umur orang Manggarai kata suami dari  Theresia Wisang, ini, terlama hanya 68 tahun. Bandingkan dengan  standar NTT yang mencapai 70 tahun dan standar nasional itu adalah 72 tahun. Belum lagi Kendala pada sektor- sektor yang lainnya. Semuanya itu kata Andreas adalah pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan oleh dirinya bersama Bupati Yoseph Tote,  ke depannya.

Dari sisi infrastruktur juga  mengalami kendala dan masih jauh tertinggal. Panjang jalan Manggarai Timur mencapai 700 km. Kalau dibangun satu KM maka biayanya mencapai Rp 250 juta. Kalau ditotalkan maka anggaraan seluruh infrastruktur jalan di Manggarai Timur mencapai Rp1,75 triliun. Mayoritas daerah juga belum terhubung listrik dan telepon. Sementara kalau dari pendapatan asli daerah (PAD) saat ini masih mengandalkan PBB.  Dari yang dianggarkan adalah Rp 9,5 miliar,  yang tercapai adalah Rp 3,6 miliar. “PAD inilah yang terus kita tingkatkan,”cetusnya.

Potensi yang akan dikembangkan
   
Ada berapa potensi yang dikembangkan di Manggarai Timur. Untuk potensi pertanian maka yang dikedepankan adalah pengembangan lahan basah dan lahan kering. Potensi lahan sawah yang ditunjang dengan sistem irigasi yang baik. Selain itu akan dilakukan upaya penyediaan benih yang unggul, pupuk, dan juga pembelian hasil panen dengan harga yang layak sehingga petani tidak hanya mendapatkan kemudahan dalam berproduksi, juga mempunyai motivasi besar untuk menanam karena didorong oleh harga panen yang cukup bagus.”Kami upayakan bagaimana penduduk Manggarai yang terus meningkat itu, diupayakan memiliki  pangan yang cukup, dan makanannya pun tersedia.

Pihaknya mengembangkan perkebunan berdasarkan potensi. Misalnya Borong dikembangkan sawah dan Jambu Mente, Lembaleda dan Elar adalah Kemiri. Poco Ranaka dan Borong adalah Kopi dan Kakao. Semuanya itu, kata Andreas, selama ini telah memberikan peranan yang luar biasa buat Manggarai Timur.
Pemerintah Manggarai Timur juga mulai genjot mengembangkan budidaya ikan air tawar. Menurut Andreas, meski ada potensi perikanan laut namun  yang perlu kembangkan adalah perikanan darat. Orang-orang Manggarai, kata dia, tidak mempunyai potensi jadi nelayan. Bahkan takut dengan laut.

“Saya berpikir, dengan budidaya tambak, orang akan berpikir untuk menjaga sumber air. Kalau mereka menjaga sumber air berarti mereka menjaga kelestarian hutan. Karena tingkat kerusakan hutan kita tinggi,”paparnya.

Dalam mengembankan tambak, kata Andreas, dana bukanlah masalah. Yang penting ada kemauan dan serius untuk menekuni usaha tambak ikan air tawar. Tinggal yang perlu dipersiapkan adalah bibitnya. Ikan selalu dicari, Karena semua orang makan ikan. “Jangan terlalu berpikir ikan itu kebutuhan ekspor tapi bagaimana ikan itu untuk kebutuhan lokal,”ujarnya.

Untuk pertambangan, Manggarai Timur juga memiliki prospek, terutama tambang mangan, yang berada di Lembaleda dan Elar. Ciri ciri kandungan mangan adalah daerahnya tandus. Memang, kata dia, Kalau tambang  dikelola secara baik, perhitungannya baik dan melakukan persiapan reklamasi secara tepat,  bukan tidak mungkin akan meningkatkan potensi pendapatan masyarakat.

Namun yang perlu diingat kata Andreas adalah, kalaupun ada tambang, pihaknya bertekad untuk tidak mengorbankan kehidupan  masyarakat sekitar. Saat ini tambang di Manggarai Timur memang mengalami permasalahan tersendiri. Pasalnya, saat ini pihaknya hanya melanjutkan KP KP yang sudah ada, yang dikeluarkan oleh pejabat  sebelumnya. “Kami belum mengeluarkan KP Kp baru. Ini meledaknya di era kami. Jadi KP itu diberikan oleh pejabat sebelumnya. Sekarang ini kalau kita menolak KP yang ada atau memberikan ijin kepada perusahaan lain, dia bisa menggugat. Pemerintah kalah,”jelasnya prihatin

Selain itu, yang akan diperhatikan ke depan adalah sektor pariwisata. Di Manggarai kata dia, ada beberapa potensi wisata yang memiliki prospek yang bagus. Misalnya Pantai Cepi watu, Danau Rana Mese, Cunca Rede, Batu ijo, dan sebagainya. ”Ini kita kembangkan, dalam rangka juga ada aktivitas ekonomi di daerah wisata. Misalnya lewat jual makan dan minum. Di sana ada potensi ekonomi yang bisa dikembangkan,”ujarnya.

Salah satu tekad besar    dari Andreas adalah, bagaimana membangun Manggarai berbasis budaya. Dalam pandangan Andreas, semua prosesi adat di Manggarai selalu menggunakan hewan ternak. Orang Manggarai kata dia, mempunyai istilah kaba ulu paca (kerbau mahar), japi rame kawin (sapi pesta kawin), ela renge (babi persembahan), mbe tae (kambing saat pinang), manuk kapu (ayam untuk pemohonan). Semua ternak ini relevan dengan budaya Manggarai. Hanya saja, saat ini untuk kebutuhan lokal saja tidak cukup, apalagi mau ekspor. Setiap hari berbondong-bondong orang luar Manggarai untuk mencari ternak di Manggarai khususnya Babi, Kambing, Kerbau, Sapi dan Kuda.  “Ya stoknya kurang,”cetusnya.

Menurutnya, harga  babi di Manggarai lumayan  mahal dan variasi menurut ukurannya. Terendah Rp 2 juta.  Selain babi, kambing juga laku, apalagi menjelang perayaan hari kurban bagi yang muslim. ”Ini populasi kurang. Program pemerintah menambah populasi itu,”cetus Andreas, yang saat diwawancarai, didampingi oleh pengacara yang juga aktivis LSM, Dominikus Darus, SH.

Andreas Agas ternyata bukanlah seorang birokrat sejati. Pikiran dan hatinya selama setahun ini  banyak dihabiskan untuk mendidik orang Manggarai Timur untuk berusaha secara cerdas. Di mana pun Ia berada, selalu berpikir bagaimana cara mengembangkan dan mendidik orang Manggarai untuk berwiraswasta. Andreas menekankan agar rakyat Manggarai tidak hanya kerja keras tapi tapi kerja cerdas. Mereka tidak hanya memlihara ternak, tapi bisa bermental bisnis sehingga usahanya berkembang.

Program yang dikedepankan di Manggarai Timur  adalah dengan sistem ternak bagi hasil atau istilah populer disebut sistem syariah. Setahun lalu misalnya, Andreas memberi pinjaman lima juta kepada seorang pemotong daging. Uang lima juta itu dibelikan babi 10 ekor. Di mana satu ekor bayi babi batam Rp 500.000. Dari 10 itu kini berkembang pesat. Si peminjam sudah bisa mengembalikan pinjaman Rp 5 juta. “Konsep ini sangat membantu mereka untuk mandiri dan saya tingkatkan program ini. Jadi bibit ternak kita bagi ke masyarakat. Kita harus buat kontrak, masyarakat harus didesak dengan aturan. Tugas kita mencari pasar. Pasar itu ada, kalau produksinya terjamin. Tapi kalau produksi kurang maka tidak ada yang datang,”ujarnya.

Andreas juga sering melakukan survai di pasar pasar. Bahkan Ia pernah menegor seorang ibu yang menjual keripik pisang Rp 5000 per plastiknya. “Saya katakan jangan ambil untung besar. Daya beli orang Manggarai belum besar. Jual saja Rp 1000 dengan kemasan skala kecil, tapi keripiknya laku. Ternyata praktek itu sangat membantu,”jelasnya

Untuk pengembangan koperasi? Jangan ditanya. Andreas telah lama menjadi anggota dan pengurus Koperasi kredit. Hal itulah yang membuat Andreas tahu betul praktek pengelolaan koperasi yang baik dan bisa berkembang pesat.

Selama ini, yang terjadi di Manggarai adalah, petani berjuang sendiri dalam memasarkan komoditinya. Hal itulah yang mendorong Andreas menggalakan pengembangan koperasi. Pihaknya berupaya menciptakan dana talangan bagi masyarakart lewat koperasi. ”Ya saya telah ajukan ke DPRD Rp3 miliar. Tapi saya kecewa karena cuma dikasih Rp1 miliar. Padahal ini dalam rangka menumpas pengijon atau tengkulak,”imbuhnya.

Andreas berniat agar koperasi benar-benar bertumbuh dan berkembang sebagai lokomotif perekonomian masyarakat. Berbicara demokrasi ekonomi, wujudnya adalah koperasi. Koperasi sebagai sebuah perusahaan, dimodali  oleh masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat masyarakat sendiri. “Setiap kali ada kesempatan, saya selalu imbau agar setiap masyarakat termasuk PNS harus menjadi anggota koperasi karena sangat membantu. Sedangkan untuk program propinsi lainnya, akan tetap kita upayakan,”paparnya.

Pemimipin yang Membaur

Begitu banyak cerita menarik seputar sosok Andreas Agas selama menjabat Wakil Bupati Manggarai Timur. Ayah dari Pranata Kristiani Agas dan Rolandus Vanni Agas, ini, disebut sebut sering tanpa menggunakan mobil dan pakaian dinas menelusuri kampung-kampung untuk melihat langsung apa saja yang dilakukan oleh masyarakat dan apa saja kesulitan mereka dalam berusaha. Andreas selalu membuka dialog non formal dengan masyarakat. ”Ya saya suka berkunjung. Ada juga yang tidak mengetahui kalau saya wakil bupati. Mereka baru tahu setelah saya pergi,”kenangnya.

Yang menarik adalah, setiap kunjungan ke kampung-kampung Andreas selalu membeli apa saja komoditi yang dijual masyarakat setempat. Misalnya ada masyarakat yang budidaya ikan mas. Berapapun harganya, Andreas selalu membelinya. Kemudian, ada yang jual duren atau rambutan, sang wakil bupati ini selalu membeli. Menurut Andreas, semua itu dilakukan dalam rangka untuk memacu orang untuk berusaha. Baik  budidaya ikan maupun menanam buah-buah yang bisa mendatangkan penghasilan. ”Ya saya ingin mendorong semangat mereka. Apa yang mereka jual, saya beli. Jadi saya berpikir, naluri bisnis orang akan berkembang jika karyanya dihargai,”cetus dosen Pascasarjana Program Studi Ilmu Hukum  Undana,ini. Kormen Barus/Business review

Jumlah Komentar masuk : 1
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541