MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

Pengamat: Rupiah Capai Rp9.000 pada 2010
29 Dec 2009 | 10:45

(Businessreview) - Pengamat pasar uang Farial Anwar mengatakan, rupiah pada 2010 diperkirakan akan dapat mencapai Rp9.000 per dolar, namun tidak akan berlangsung lama karena Bank Indonesia (BI) tidak menginginkannya. BI mempunyai kepentingan juga agar rupiah tidak terlalu menguat sehingga akan segera menahannya agar dolar tidak terlalu melemah, katanya di Jakarta, Selasa.

Direktur Currency Management Group menyatakan, apabila rupiah menguat dengan masuknya capital inflows (arus modal) ke pasar uang, maka posisi paling nyaman ada di level Rp9.300 per dolar AS. "Kami optimis rupiah akan berada di level Rp9.300 per dolar AS sejalan dengan makin tumbuhnya ekonomi di dalam negeri yang diperkirakan mencapai 5,5 persen," katanya.

Ia mengatakan, rupiah sulit menguat, namun kalau merosot cenderung mudah, karena pasar uang Indonesia mudah diatur oleh pelaku asing yang memiliki modal lebih kuat. Mata uang Indonesia sebelumnya sempat mencapai Rp9.365 per dolar, namun segera terpuruk di atas angka Rp9.400 per dolar bahkan sempat di atas angka Rp9.500 per dolar minggu ketiga bulan Desember, katanya.

Rupiah dua bulan lalu, lanjut dia bergerak naik maupun turun hingga posisinya di kisaran Rp9.450 sampai Rp9.500 per dolar, karena Bank Indonesia (BI) menjaganya agar mata uang itu tidak berada di luar kisaran tersebut. BI mempunyai kepentingan terhadap dolar, apabila rupiah menguat terlalu tajam maka akan mengganggu pendapatan yang diperoleh dalam bentuk dolar, katanya.

Sementara itu, pengamat pasar uang lainnya, Edwin Sinaga mengatakan, rupiah mempunyai peluang untuk menguat lagi tahun depan, karena Indonesia dianggap pasar potensial oleh pelaku asing. Dirut PT Finan Corpindo Nusa ini mengatakan, rupiah saat ini tidak akan berada jauh di kisaran Rp9.400 hingga Rp9.500 per dolar.

Apalagi sisanya yang tinggal beberapa hari saja pada akhir tahun ini tidak akan dapat mendorong rupiah menguat hingga mencapai angka Rp9.400 per dolar, ucapnya.

Pasar uang maupun pasar saham Indonesia masih diminati pelaku asing, meski mereka mengkhawatirkan dampak kasus Bank Century terhadap perekonomian dan pasar ekuitas. "Kami ingin kasus Century dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga program pemerintah terhadap ekonomi akan berjalan dengan baik," katanya.(*)


Prediksi Pasar Sebelumnya :

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541