12 Apr 2010
(Businessreview)-Pekan pertama April Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor baru sepanjang sejarah di Bursa Efek Indonesia (BEI). IHSG ditutup di level 2.913 dengan dorongan dana asing mencapai Rp 400 miliar. Penguatan indeks saat itu juga dipengaruhi oleh terkereknya kurs rupiah mendekati level Rp 9.000 yang bergerak di kisaran Rp 9.000-Rp 9.100 per dolar AS.
Peningkatan tajam IHSG sebenarnya sudah terlihat sejak awal pekan yang ditandai dengan masuknya dana asing sekitar Rp 400 miliar ke pasar saham sehingga indeks menembus level 2.880. Dari sinilah tidak terlalu sulit bagi IHSG di pertengahan pekan melewati level 2.900. Bahkan dari pergerakan, indeks pernah menyentuh level 2.914. Namun level penutupan tertinggi di 2.913.
Hanya saja setelah dua kali mengalami kenaikan tajam, secara teknikal indeks terlihat sudah terlalu tinggi. Harga saham pun sudah terlalu mahal karena sempat menyentuh level resisten. Tapi kenaikan terus berlanjut. Akhirnya, aksi ambil untung tak dapat dihindari. Hampir semua saham unggulan tertekan selama dua hari. Buntutnya IHSG terseret dan kembali berada di bawah level 2.900.
"Aksi jual masih terjadi pada saham-saham unggulan setelah mengalami kenaikan cukup tajam. Tetapi secara teknikal masih wajar. Investor ingin merealisasikan keuntungannya setelah menahan beberapa waktu," kata pengamat pasar modal dari Optima Sekuritas Ikhsan Binarto
Untuk pekan ini, Ikhsan memperkirakan indeks akan kembali naik, karena mengalami technical rebound. “Saya kira itu hanya pengaruh sesaat dari aksi ambil untung dan juga pengaruh bursa regional dan global yang juga melemah. Awal pekan indeks akan menguat kembali walaupun tak bisa mencapai level 2.913 seperti pekan lalu,” ujarnya.
Senada dengan Ikhsan, pengamat pasar modal Dandossi Matrama mengatakan, sentimen positif dengan tingkat suku bunga Bank Indonesia yang rendah akan membuat indeks menguat.
“Sentimen positif laju inflasi yang terkendali dan BI Rate yang bertahan 6,5% sehingga harapan pertumbuhan ekonomi akan semakin meningkat. Inilah yang membuat kecenderungan indeks menguat. Jika ada penurunan saya kira masih wajar dan hanya technical correction saja. Setelah itu indeks akan kembali rebound,” ujar Dandossi.
Untuk rekomendasi saham, Ikhsan dan Dandossi mengatakan, saham-saham ungulan tetap menjanjikan. “Sektor perbankan , saham PT Bank BCA Tbk (BBCA) dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) cukup bagus,” ujar Ikhsan.


Prediksi Pasar Sebelumnya :
