27 Apr 2010
Bursa-bursa regional Asia didominasi pelemahan pada perdagangan pagi ini. * Indeks Shanghai melemah 42,63 poin (1,44%) ke level 2.926,87. * Indeks Hang Seng turun 241,26 poin (1,12%) ke level 21.345,80. * Indeks Nikkei-225 turun 46,97 poin (0,42%) ke level 11.118,82. * Indeks Straits Times melemah 15,69 poin (0,52%) ke level 2.986,93.
(Businessreview) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menghadapi tekanan jual yang dipicu oleh sentimen negatif dari bursa regional. Hingga pukul 09.30 WIB pagi ini, IHSG tergerus 0,35% ke level 2.934,54.
Sejumlah bursa di kawasan regional pun menunjukkan sinyal merah. Indeks Nikkei 225 turun 0,40% ke level 11.121,49, indeks Hang Seng turun 1,14% ke level 21.341,48, indeks CSI 300 turun 1,11% ke level 3.136,63. Indeks Strait Times turun 0,54% ke level 2.986,26 dan indeks Kospi turun 0,18% ke level 1.748,98. Indeks MSCI Asia Pasifik juga turun 0,80% ke level 785,36. Padahal, Senin (26/4) lalu indeks Dow Jones ditutup menguat 0,63% dan bertengger di level 11.204,28.
Saham-saham yang menjadi penggerak indeks pada perdagangan pagi ini adalah saham perbankan seperti PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) yang melejit 12,73% menjadi Rp 310 dan PT Panin Bank Tbk (PNBN) yang menanjak 3,33% menjadi Rp 1.210. Kemudian, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik 1,64% menjadi Rp 18.600, PT Semen Gresik Tbk (SMGR) naik 0,61% menjadi Rp 8.250, dan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) naik 1,23% menjadi Rp 2.050.
Sementara itu, di jajaran saham-saham yang tertinggal ada saham PT Astra International Tbk (ASII) yang turun 0,74% menajdi Rp 46.600, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang melorot 1,81% menjadi Rp 27.100. Saham-saham perbankan yang kemarin telah naik tinggi juga dilanda aksi ambil untung, seperti PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) turun 1,12% menjadi Rp 8.800, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melorot 1,75% menjadi Rp 5.650, dan PT bank Mandiri Tbk (BMRI) turun 0,95% menjadi Rp 5.200.
Nilai transaksi saham pagi ini mencapai Rp 489,92 miliar dengan volume saham yang ditransaksikan mencapai 925,83 juta saham. Sucorinvest Central Gani memprediksi IHSG berpotensi melemah akibat aksi ambil untung atau profit taking pada kisaran 2.927-2.951. Analisis teknikal Sucorinvest memperlihatkan indikator stochastic oscillator berpotongan di area overbought (96) dengan potensi dead cross. Ini mengindikasikan potensi profit taking bisa terjadi setiap saat. Selain itu, muncul candle shooting star yang mengindikasikan penurunan.
Pada perdagangan kemarin, IHSG telah menunjukkan tanda-tanda tekanan jual selektif yang kemudian dilanjutkan pada perdagangan hari ini. Namun saham-saham lapis dua tampak masih melanjutkan penguatan menyusul adanya jadwal pembagian dividen.
Hingga pukul 09.32 JATS, IHSG bertengger di level 2.937,103, turun 7,606 poin (0,25%). Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.005 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.001 per dolar AS.


Prediksi Pasar Sebelumnya :
