27 Apr 2010
Kemarin, net buy asing mencapai Rp 133,47 miliar. Ini memberi energi bagi penguatan rupiah. Tapi, menurut Ruru Dyatmiko, pengamat pasar uang, BI masih belum rela rupiah menguat terlalu cepat.
(Businessreview) - Mata uang rupiah terus melanjutkan penguatannya. Kemarin (26/4), di pasar spot, rupiah menguat sekitar 0,04% menuju Rp 9.007,5 per dollar Amerika Serikat (AS). Sedangkan berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 0,12% menjadi Rp 9.016 per dollar AS.
Penguatan mata uang garuda ini sejalan dengan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di lantai bursa saham. Pemicunya adalah aliran dana asing yang masuk ke pasar saham.
Karenanya, Ruru memperkirakan, rupiah hari ini (27/4) berpotensi melemah. Prediksi ini juga mengacu kondisi di bursa saham, yang kemungkinan aakan diramaikan aksi ambil untung setelah indeks saham naik cukup tinggi.
Appeles RT Kawengian, Kepala Bagian Pengembangan Bisnis dan Produk Monex Investindo Futures, justru melihat pada hari ini rupiah masih berpotensi menguat. "Saya rasa hari ini pergerakan rupiah bisa di level Rp 8.950 - Rp 9.020 per dollar AS," katanya. Sedangkan Ruru memperkirakan nilai tukar rupiah masih akan bergerak di area Rp 9.000 hingga Rp 9.020 per dollar AS.
Di atas Rp9.000 Per Dolar
Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Selasa pagi kembali berada di atas angka Rp9.000 per dolar setelah sebelumnya menguat hingga mencapai Rp8.998, karena Bank Indonesia (BI) tetap menjaga pergerakan mata uang itu.
BI tetap mempertahankan rupiah berada di atas angka Rp9.000 per dolar, karena kalau mata uang Indonesia berada di bawah angka Rp9.000 per dolar, maka para eksportir akan mengeluh akibat produk ekspornya kurang kompetitif, kata pengamat pasar uang Krisna Dwi Setiawan di Jakarta, Selasa.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah menjadi Rp9.005-Rp9.015 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp8.998-Rp9.008 atau turun tujuh poin.
Krisna Dwi Setiawan mengatakan, rupiah sudah beberapa kali sempat berada di bawah angka Rp9.000 per dolar, namun di posisi itu tidak bertahan lama, karena BI melakukan intervensi pasar.
Meski demikian peluang rupiah untuk kembali menguat masih tetap tinggi, apabila dorongan pasar terhadap rupiah makin kuat, maka BI kemungkinan akan melepasnya, sehingga rupiah akan berada jauh di bawah angka Rp9.000 per dolar.
BI untuk saat ini memang sengaja menjaga rupiah agar tidak terlalu cepat menguat, namun apabila saatnya untuk diserahkan ke pasar , maka kenaikan itu akan terus terjadi, katanya.
Faktor utama, lanjut dia meningkatnya aliran dana asing ke pasar domestik, karena krisis politik yang terjadi di Thailand masih terjadi, maka pelaku asing yang menempatkan dananya di sana segera mengalihkan ke pasar domestik yang dinilai lebih aman. "Kami optimis rupiah pada saatnya nanti akan dapat berada jauh di bawah angka Rp9.000 per dolar, " ucapnya.


Prediksi Pasar Sebelumnya :
