16 May 2010
(Businessreview) - Indeks the Dow Jones industrial average, kembali terhempas dalam perdagangan Jumat kemarin, yang ditutup pada Sabtu (15/5/2010) subuh. The Dow Jones ditutup turun 163 poin atau 1,5 persen, The S&P 500 turun 22 poin atau 1,9 persen, dan the Nasdaq ditutup turun 47 poin atau 2 persen.
"Semua (penurunan) ini karena euro," kata Dave Rovelli, Direktur Pelaksana US Equity Trading di Cannaccord Adams, Sabtu (15/5/2010), sebagaimana dikutip oleh CNNmoney. Meski ditambahkannya, penurunan euro itu telah menguatkan nilai tukar dollar.
Meski demikian, dalam sepekan ini, Dow Jones sebenarnya menguat 2,3 persen, S&P 500 naik 2,2 persen, dan the Nasdaq naik 3,6 persen. Namun fluktuasi indeks saham, dengan ketidaktegasan arah pergerakan indeks, menyebabkan investor beralih ke dollar, emas, dan obligasi pemerintah.
Bursa saham Amerika, tentu saja menaruh perhatian besar terhadap kondisi di Eropa. Rovelli mengatakan, bila ekonomi Eropa memburuk, maka akan menyakiti perusahaan kita . Sebagai contoh, 20 persen dari nilai bisnis Hewlett-Packard akan terkena dampak, begitu pula Cisco Systems.
Harga Emas
Di tengah penurunan nilai tukar Euro, yang mencapai titik terendahnya dalam 18 bulan terakhir, dan fluktuasi harga saham; harga emas terus saja mencetak rekor harga tertinggi. Ini dikarenakan para investor menanamkan uangnya di emas.
Hari Jumat lalu, harga emas telah mencapai 1.249,70 per ounce. Pengamat menyebut pekan ini sebagai gold mania time . Saat para investor tak lagi nyaman memegang mata uang euro, atau lembaran saham.


Prediksi Pasar Sebelumnya :
