MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

Juli, Jumlah Dana Asing Masuk Capai Rp14 Triliun
01 Aug 2010

Businessreview (Jakarta)- Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Darmin Nasution mengungkapkan bahwa selama Juli 2010 terjadi aliran dana masuk (capital inflow) dari luar negri mencapai Rp 14 triliun ke surat utang negara (SUN) dan saham.

Masuknya dana tersebut ke Indonesia kemudian membuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat dalam sepekan ini.

"Selama Juli, ini kalau gak salah, dirupiahkan sekitar Rp13triliun-Rp14 triliun. Tapi semua masuk terutama SUN, baru kemudian saham," kata Darmin.

Menurutnya dana asing tidak ada yang masuk ke Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sama sekali pada Juli lalu. Darmin menjelaskan, banyaknya aliran dana asing yang masuk dikarenakan data perekonomian AS masih tidak menggembirakan. Sebaliknya data perekonomian Asia, termasuk Indonesia, menjadi lebih baik daripada perkiraan semula.

"Di sana (AS) tak lebih baik, bahkan lebih buruk dari perkiraan semula. Akibatnya para pemilik dana, investor lebih melihat Asia yang jauh lebih menjanjikan," jelasnya.

Terkait dengan tidak adanya dana asing yang masuk ke SBI, Darmin menjawab bahwa SBI cenderung tidak berubah karena dana yang ada di dalam SBI diatur agar dapat disimpan selama minimal selama sebulan. "Dulu dana itu pasti ke SBI. Karena kita sudah atur minimal holding 1 bulan dan macam-macam aturannya," ujarnya.

Bahkan sampai 31 Juli ini, Darmin mengatakan, posisi dana asing di SBI mengalami penurunan di kisaran Rp 33 triliun. Padahal per 27 Juli lalu posisi dana asing di SBI mencapai Rp37,7 triliun. "Ini malah turun sedikit. Yang asing masih di Rp 33 triliunan," katanya.

Lebih lanjut Darmin menjelaskan penguatan nilai tukar rupiah akan terjadi agak lama, tidak seperti April-Mei yang menguat kemudian pada Juni melemah. "Itu bulan Mei-Juni karena ada krisis Eropa. Kalau gak ada krisis lagi gak begitu. Polanya bisa lebih panjang," ungkapnya.

BI sendiri tidak akan tinggal diam dan segera melakukan operasi moneter jika diperlukan. Menurut Darmin, pihaknya memperhatikan kepentingan pelaku ekonomi, seperti eksportir, importir, dan konsumen. "Kita cari keseimbangan antara 3 pihak itu," tambahnya.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan bahwa penguatan rupiah akan meningkatkan biaya yang ditanggung eksportir. Maka pihaknya berusaha mengurangi biaya yang ditanggung eksportir lainnya, seperti biaya produksi. "Jadi kita harus mengurangi ekonomi biaya tinggi, dari segi biaya processing, restitusi, dan lain-lain," katanya.

Mari juga meminta BI agar tetap menjaga keseimbangan dan kestabilan rupiah guna mendukung kegiatan perdagangan internasional. "Kita jaga keseimbangan, yang penting stabil, dan itu tugas BI," pungkasnya. (*)


BI Jaga Rupiah

Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Agus Sarwono di Jakarta, Jumat (30/7) mengatakan bahwa BI akan terus memantau pergerakan kurs dan menjaga di pasar agar penguatan rupiah tidak terlalu cepat.

Nilai tukar rupiah yang lama berada di posisi Rp9.000-an per dolar AS, pada Jumat ini terus menguat dan berada di posisi Rp8.953 per dolar AS.

Menurut Hartadi, rupiah Jumat ini menguat 0,28 persen ke Rp8.953 per dolar AS karena faktor nilai tukar dolar AS yang melemah dalam skala global.

"Pelemahan dolar karena concern pasar bahwa pemulihan ekonomi AS dikhawatirkan melambat. Beberapa data ekonomi AS terakhir memang menurun. Sebaliknya, ekspektasi data ekonomi beberapa negara Asia terus membaik. Seluruh mata uang Asia menguat, kecuali Thailand," kata Hartadi.

Dijelaskannya ekspektasi dolar AS yang melemah ditambah oleh harapan setelah Indonesia masuk ke tingkat investment grade serta inflasi yang terkendali, juga membuat banyak investor asing masuk ke SUN.Yield SUN dengan jangka waktu 10 tahun saat ini mencapai 8.05 persen dan diperkirakan akan turun lagi.

Posisi SUN asing per 29 Juli Rp171, 5 triliun, atau naik Rp9,8 triliun selama Juli. Sementara posisi SBI per 29 Juli sebear Rp41,2 triliun atau turun Rp0,6 triliun selama Juli. Adapun aliran dana asing ke saham selama Juli mencapai Rp4,8 triliun.

Rupiah pada Jumat sore di pasar spot antarbank berada di level Rp8.950,00-Rp8.960,00 per dolar AS, naik 25 poin dari hari sebelumnya Rp8.975,00-Rp8.985,00 karena faktor positif makin meningkat terhadap pasar uang. (Ant)




Prediksi Pasar Sebelumnya :

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541