MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

PREDIKSI: Harga Minyak Cenderung Melemah
09 Aug 2010

(Businessreview)- Lemahnya indikator ekonomi AS kembali menggoyang harga minyak mentah, akhir pekan (6/8) kemarin. Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman September jatuh ke US$ 80,70 per barel, padahal sebelumnya minyak bergerak reli di level US$ 82 sebarel. Namun, sejatinya selama sepekan terakhir minyak sudah naik 2,2% dari posisi minggu sebelumnya (30/7) di US$ 78,95 sebarel.

Emas hitam ini terkoreksi setelah AS mengumumkan data ketenagakerjaan yang meleset dari prediksi. Angka non-farm payroll Juli membengkak menjadi minus 131.000, melampaui prediksi minus 65.000.

Pekan ini, minyak mentah diprediksi melemah karena berkurangnya optimisme di pasar minyak. Apalagi, di tengah spekulasi bakal naiknya cadangan bahan bakar AS. Pasar memperkirakan cadangan bensin negara pengguna energi terbesar ini bakal naik 729.000 barel atau 0,3% menjadi 223 juta barel, sepekan terakhir.

Pekan lalu (4/8), AS menyebut cadangan bahan bakar meningkat 2,17 juta barel menjadi 169,7 juta. Sementara, konsumsi bahan bakar turun 2,5% menjadi 19,3 juta barel per hari dalam sepekan terakhir.

Tim Evans, analis energi dari Citi Futures Perspective, di New York, seperti dikutip Bloomberg (6/8) menyebut isu mendasar saat ini adalah ekonomi AS tidak menciptakan lapangan kerja yang cukup. Tidak ada indikasi situasi akan berubah dalam waktu dekat, sehingga ada keraguan terhadap permintaan bahan bakar. Di sisi lain, pasar AS masih kelebihan stok. "Ini mengakibatkan pasar rentan terhadap downdrafts seperti yang terjadi Mei lalu," ujar Tim.

Analis Harumdana Berjangka, Nizar Hilmy menduga pekan ini minyak akan terkoreksi. Secara fundamental ekonomi AS masih lesu, dan Eropa masih rentan meski sekarang sedikit membaik. Apalagi, selama sepekan kenaikannya sudah lumayan. Namun, lemahnya nilai tukar dolar berpeluang menahan kejatuhan yang dalam. Maka, Nizar memprediksi pekan ini minyak akan bergulir di US$ 80,30 - US$ 83,60 per barel.

Senada, Herry Setyawan dari Indosukses Futures menyebut minyak cenderung melanjutkan pelemahannya. Indikator ekonomi AS yang lebih buruk dari ekspektasi menyebabkan turunnya optimisme pasar terhadap pertumbuhan ekonomi dan permintaan bahan bakar.

Namun, pekan ini pasar masih punya harapan yang mungkin bisa memberi sentimen bagus, yaitu pertemuan bank sentral AS, pada Selasa (10/8). Pasar menanti langkah yang akan ditempuh Federal Reserves (Fed) untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di AS. Maka, sepekan ini, Herry memprediksi emas hitam ini bakal bergerak di US$ 78-US$ 83 sebarel.(Kontan)


Prediksi Pasar Sebelumnya :

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541