MUST READS :

SMGR: Akuisisi Pabrik di Myanmar Selesai Juni

Akuisisi PT Semen Indonesia Tbk terhadap pabrik di Myanmar senilai US$ 200-250 juta diperkiraan selesai Juni mendatang. Saat ini bernegosiasi untuk menjadi pemegang saham mayoritas.

  Regional :
   

ADVERTISMENT       ADVERTISMENT       ADVERTISMENT      ADVERTISMENT

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Anugerah Business Review 2013
24 September 2013

EVENT Sebelumnya:
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

Emiten Paling Direkomendasi Ketika Sektor Konstruksi Bullish
16 Apr 2014

Sembilan sektor ini mendorong IHSG menguat
26 Mar 2014


.: PREDIKSI PASAR

Sebelum Berburu Saham-Saham Ini, Cek Rekomendasi Teknikalnya
16 Apr 2014

Prediksi Mansek: IHSG bergerak mixed to up
16 Apr 2014

 

Advertisment

Iklan QNB

Island Shop

 

Media Group
 

 


Notice: Undefined variable: enPath in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 49

Notice: Undefined variable: enPath in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 50

Notice: Undefined variable: time in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 83

Notice: Undefined variable: hal in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 83

Notice: Undefined variable: linkl in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 96

BERITA BUMN
Kisah Djakfarudin Junus Meningkatkan Value Indofarma
Posted : 17 Apr 2013 | By : kormen Barus | Komentar : 0

(Businessreview Online)-Tak banyak kata yang terlontar dari mulut Djakfarudin Junus meski didepak dari kursi nomor satu PT Indofarma (Persero) Tbk. Ketika para wartawan meminta komentarnya seputar pergantiannya usai detik detik RUPS Indofarma yang digelar pada Kamis (11/4/2013), Djakfar tampak tenang dan sesekali menebar senyum kepada wartawan. 

“Ya justru saya yang bertanya, kenapa saya diganti. Saya tidak tahu apa yang menjadi pertimbangan. Tapi ini sepertinya sudah menjadi keputusan pemegang saham bahwa saya sendiri direksi yang diganti,” ujarnya dengan nada senyap dan sabar.

Rapat Umum Pemegang  Saham  (RUPS) PT Indofarma Tbk (INAF) yang berlangsung di Hotel Intercontinental Jakarta itu, memang  hanya melengserkan Djafaruddin Junus sebagai direktur utama. Selanjutnya Djafaruddin digantikan oleh Elfiano Rizaldi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pemasaran Indofarma.  Jajaran direksi Indofarma akhirnya menjadi empat yakni Dirut Elfiano, Direktur Bambang Solihin Irianto, Direktur John Suntar Sebayang, dan Direktur Kosasih.
Direksi Indofarma terbaru, dalam penjelasan kepada wartawan mengatakan, pergantian  bukan karena penolakan usulan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menginginkan merger antara INAF dan PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

“Pemegang saham mayoritas yaitu Dwiwarna yang memutuskan pergantian jajaran direksi ini, kita tidak mengetahui dasarnya apa. Ini bukan dikarenakan penolakan usulan menteri BUMN mengenai mergerantara INAF dan KAEF untuk membentuk holding BUMN farmasi," kata Direktur Utama Indofarma INAF, Elfiano Rizaldi .

Selain pergantian satu Dirut, RUPS tersebut juga menggantikan tiga jajaran komisaris Indofarma.   Komisaris Utama  yang sebelumnya dijabat oleh Supriyantoro kemudian digantikan oleh Akmal Taher.  Komisaris yang sebelumnya dijabat oleh Dumoly Pardede kemudian digantikan oleh  Rina Moreta, dan komisaris independen Marzuki Abdullah digantikan oleh Fajar Rahman.  RUPS juga memutuskan menurunkan gaji Dirut dari sebelumnya Rp 70 juta menjadi Rp 60 juta.

Bankir Prestasi

Pergantian Djafar dari orang nomor satu di Indofarma memang mengundang banyak pertanyaan. Ada apa? Pasalnya  dibawah kepemimpinan Djafar, Indofarma memiliki rapor yang bagus. Kalau melihat paparan RUPS (11/04/2013)  di mana sepanjang tahun 2012, perseroan  membukukan penjualan bersih sebesar Rp1,16 triliun atau turun dibandingkan 2011 yang mencapai Rp1,2 triliun. Hal ini disebabkan beban pokok penjualan perseroan mengalami penurunan sepanjang tahun lalu sebesar Rp788,16 miliar dari Rp807,28 miliar pada tahun 2011

Sementara laba bersih Indofarma mengalami peningkatan dari Rp36,92 miliar pada 2011 menjadi Rp42,39 miliar di 2012. Tahun ini pun, Indofarma akan membagikan dividen sebesar 10% atau senilai Rp 4,23 miliar dari perolehan laba bersih perseroan pada tahun 2012 sebesar Rp42,39 miliar. Sebagai potret dari kinerjanya, Indofarma pada tahun 2012 masuk dalam data Kompas 100, sebagai  perusahaan farmasi BUMN yang memiliki kinerja saham yang bagus.

Menurut catatatan Business Review, sebelum masuk Indofarma, Djafar  adalah seorang bankir Bank Mandiri. Selama 21 tahun bergelut dengan dunia keuangan dan jabatan terakhir di Bank Mandiri adalah regional risk manager IV-Jakarta Thamrin dan jabatan terakhir di Bank Syariah Mandiri adalah komisaris.

Karena pengalaman panjang dan kemampuannya pada dunia keuagan, pada Juni 2009 didapuk menjadi  Direktur Keuangan PT Indofarma. Itulah awal kisah dia mengetahui kondisi industry farmasi itu dan apa saja tantangan dan peluangn ya.

Waktu itu memang kinerja Indofarma boleh disebut kurang menggembirakan. Di mana dengan  omzet (penjualan) Rp 1,4 triliun, keuntungan hanya Rp 2 miliar. Pihaknya pun tertantang untuk mencari solusi yang cepat dan tepat. Djafar  melakukan efisiensi dan menekan biaya operasi. Dirinya meminta penyesuaian bunga yang lebih riil. Waktu itu bunga bank tahun 2009 Rp 35 miliar. Djafar lakukan efisiensi dalam pembelian bahan baku secara terencana sehingga tidak terjadi over-inventory (kelebihan persediaan). Itu bisa menghemat biaya operasi dalam hal biaya bank turun Rp 10 miliar. Hal itu menambah laba. Tahun 2010, laba naik menjadi Rp 12,5 miliar.

Karena background-nya perbankan, Djafar menerapkan pengalaman di perbankan dalam hal supply chain management (pengelolaan rantai pasokan), yaitu pihaknya  mengintegrasikan lebih bagus pengadaan bahan baku, persediaan, proses produksi, proses menjadi barang jadi, sampai penempatan produk ke cabang-cabang. Itu ternyata luar biasa dampaknya sehingga laba tahun 2011 naik lagi menjadi Rp 36,9 miliar.

Sejurus dengan perjalanan waktu, saat  menjadi orang nomor satu di  PT Indofarma pada Juni 2011, Djafar pun menengok harga saham PT Indofarma. Kala itu harga saham PT Indofarma selalu statis di angka Rp 80 (per lembar saham). Kegundahan dalam dirinya untuk membangkitkan  PT Indofarma mulai bergelora. Dia ingin mengembangkan diri untuk investasi dan memberikan informasi corporate action (aksi korporasi). Terobosannya terbukti, harga saham meningkat dari Rp 80 menjadi di atas Rp 100, lalu di atas Rp 200. Posisi terakhir di Kompas100, harga saham Indofarma di atas Rp 300 (per lembar saham).

Itulah Djakfarudin Junus di Indofarma. Selama berkarya membesarkan Indofarma, kinerja perusahaan itu  terbilang melesat dan mengalami perbaikan. Baginya, Indofarma tak hanya membutuhkan keahlian farmasi tapi juga membutuhkan penanganan yang lebih konfrehensif mencangkup persoalan internal dan eksternal.

Saat menjadi Direktur Utama Indofarma, pribadi Djakfarudin memang dikenal sangat terbuka dan selalu berfikir apa yang diraih oleh perusahaan adalah kerjasama tim. Pria kelahiran Palembang, 7 Agustus 1964, ini adalah sosok tegas, low profil dan pekerja keras.

Kehati-hatiannya dalam memimpin Indofarma, tidak terlepas dari pengalaman Djakfarudin dalam bidang manajemen resiko diperbankan. Hal itu menjadikan ia sangat pruden dalam berbagai hal. Itupun menjadi bekalnya dalam menghadapi berbagai tantangan. 

Djakfarudin terbilang sebagai seorang pemimpin yang cukup religus, karena ia percaya apa yang ia lakukan adalah menjadi tanggungjawabnya kepada allah SWT. Dengan prinsip bekerja menjalankan amanah dan berdoa kepada Allah SWT untuk dapat selamat dalam kehidupan atau menjalankan tugas, Ia pun yakin semua keberhasilannya dalam menjalankan tugas itu tergantung pada ridho Allah SWT. “Saya akan selalu berdoa pada allah pagi siang sore malam,” singkatnya.

Bicara leadership, Djakfar mengaku mengidolakan KH Idham Chalid sebagai orang yang mempengaruhi prinsip kepemimpinannya. Cukup unik memang namun mengidolakan sang ulama kenamaan ini telah ia lakukan sejak beliau duduk di bangku sekolah dasar. “Leader itu tidak mesti seseorang yang memimpin perusahaan besar, tidak mesti mempunyai kekayaan diatas rata-rata.

Saya mengidolakan KH Idham Chalid sejak masih SD. Saya belajar leadership bukan dari sekolah tapi dari menghadiri pengajian-pengajian yang disana berkumpulah orang-orang besar dan rakyat. Dari sana saya belajar bagaimana membaurnya rakyat dengan pemimpin, bagaimana pemimpin bisa merefleksikan keinginnya kepada rakyat, serta bagaimana rakyat mencintai pemimpinnya dan bagaimana pemimpin bisa masuk ke dalam kehidupan rakyat,” kenangnya, ia pun mengaku mengikuti pengajian secara diam-diam tanpa diketahui kedua orang tuanya. Dan sangking mengidolakan KH Idham Chalid, anak bungsu Djakfarudin pun diberi nama yang sama persis dengan sosok idolanya tersebut. Kormen


Notice: Undefined variable: linkl in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 138

Notice: Undefined variable: linkt in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 139
Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar


Notice: Undefined variable: add in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 172

Notice: Undefined variable: add in /home/capitalm/public_html/businessreview.co.id/rubrik_read.php on line 213

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

 

Advertisment

Iklan KAI

 

Video

Dowload Movie

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541