MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

BERITA BUMN
Semester Pertama BUMN Cetak Laba Rp 45,3 Triliun
Posted : 13 Aug 2010 | By : | Komentar : 0

(Businessreview)- Sepanjang semester pertama 2010, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 45,3 triliun.

Perolehan laba bersih ini meningkat 18,26 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 38,3 triliun. PT Pertamina (Persero) masih memposisikan sebagai peraih laba bersih terbesar.

Adapun peningkatan laba bersih ini dipicu atas baiknya performa 10 BUMN. Sepanjang semester pertama 2010, tercatat 10 BUMN yang meraup laba bersihpaling besar, yaitu PT Pertamina (Persero), PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), PT Telkom (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Mandiri Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Semen Gresik Tbk, PT Pupuk Sriwijaya, dan Krakatau Steel.

"Secara total Pertamina yang memberi kontribusi yang paling besar. Peningkatan laba year on year dari semester pertama 2009 ke semester pertama 2010, ini belum audited.

Dari Rp 38,3 triliun rupiah di 2009 menjadi Rp 45,3 triliun di 2010, naik 18,26 persen.. Itu totalnya, namun ada masing-masing sektornya," kata Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu,kemarin, Kamis (12/8).

Berbicara BUMN per sektor, ia menyampaikan bahwa sektor perkebunan memperlihatkan performa paling bagus. Sepanjang semester pertama 2010, BUMN sektor perkebunan berhasil mencatatkan kenaikan laba hingga 16 kali lipat atau 1600 persen.

"Sektor yang paling bagus perkebunan itu naiknya tinggi sekali, tumbuhnya 16 kali lipat atau 1600 persen. Dari yang tadinya merugi Rp 21 miliar menjadi untung Rp 397,4 miliar. Ini semua karena harga dan produksi komoditas seperti karet, CPO, gula, dan minyak sawit bagus," ujar Said.

Tidak hanya sektor perkebunan yang tumbuh bagus, menurutnya sektor perbankan juga. Said menyebutkan terjadi pertumbuhan sebesar 36,26 persen di perbankan, dari Rp 7,8 triliun menjadi Rp 10,7 triliun. Disusul dengan sektor energi yang tumbuh 27,37 persen, dari Rp 15,1 triliun menjadi Rp 19,2 triliun.

"Sektor asuransi juga tumbuh 20,44 persen, dari Rp 2,5 triliun menjadi Rp 3,03 triliun. Laba pertambangan juga naik 49,89 persen dari Rp 1,85 triliun menjadi Rp 2,78 triliun," tukas Said.

Peningkatan laba juga terjadi pada sektor konstruksi sebesar 8,94 persen, dari Rp 213,2 miliar menjadi Rp 232,2 miliar. Termasuk juga, sektor industri strategis yang mencatatkan laba sebesar Rp 838 miliar, atau naik 176 persen dibandingkan tahun lalu yang merugi Rp 1,09 triliun. Bahkan, PLN berhasil meraup keuntungan. "Kan dia (PLN) dapat margin lima persen. Makanya dia bisa mendapatkan keuntungan," jelas Said.

Sayangnya, tidak semua BUMN berhasil meraup keuntungan. Ada beberapa sektor yang merosot, antara lain sektor telekomunikasi, aneka industri, percetakan, pertanian, kehutanan dan sarana angkutan.

"Laba sarana angkutan turun 56 persen dari Rp 702,8 miliar menjadi Rp 307,9 miliar. Sekarang sektor penunjang pertanian, termasuk pupuk turun sebesar 23 persen. Itu disebabkan oleh turunnya keuntungan perusahaan pupuk akibat stok dan larangan ekspor serta daya serap yang cuma 70 persen," jelas Said.(Repubkika)

Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541