MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

BERITA BUMN
Gairah BRI Bidik Pasar Basah
Posted : 24 Aug 2010 | By : | Komentar : 0

(Businessreview)- Warsiyem (31) sedang menata rambutnya yang agak berantakan. Satu ikat besar kacang panjang dipilahnya. Tepat di sampingnya Sukidi (35) suaminya menatap sayur mayur yang masih tersisa. Gerahamnya gemeratak usai menata lapak jualan penuh hasil bumi.

Sore itu Pasar Minggu mendung. Gerimis mulai turun. Sebentar lagi mungkin akan hujan. Eksekutif kantoran sudah pulang dan membuat jalan kian macet. Tapi, kedua pasangan suami-istri ini masih penuh semangat menata lapaknya.

”Saya sudah hampir 18 tahun jadi pedagang. Banyaksuka dan dukanya. Dijalani saja yang ikhlas, yang penting cari uang halal,” ujar Marsiyem.

Sukidi dan Marsiyem dalam mengarungi hidup sampai kini nasibnya disandarkan pada komoditas pertanian segar yang tersedia di lapaknya. ”Zaman sekarang lebih susah, saingannya banyak. Orang-orang juga banyak beli di supermarket,” kata Sukidi

Sekilas mereka  tampak mengeluh. Tapi, sebenarnya tidak. ”Saya sudah kebal dengan macam-macam cobaan. Ini bukan mengeluh, tapi menunjukkan apa yang terjadi. Biar semua orang itu tahu kalau orang-orang kecil seperti kita ini cari uang halal susahnya setengah mati,” ujar Sukidi

Tapi ada satu kelegaan dihati Marsiyem dan Sukidi asal Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah yang telah lama merantau di Jakarta. Keduanya merasa lebih mudah cari modal saat ini. Dulu sebenarnya juga mudah, hanya saja sangat mahal dan mengerkah batang leher mereka. ”Rentenir membuat kita tak untung. Hasil usaha kita tidak kelihatan karena dibuat membayar cicilan yang sangat berat,” kata Siti.

Kini, orang-orang macam mereka memang menjadi bidikan para pelaku industri perbankan. Para bankir menyasar mereka sebagai calon debitur. Tidak mengherankan kini banyak bank mendirikan kantor di seputaran pasar basah. BRI kini memang kian rajin menggarap segmen bisnis mikro yang selama ini menjadi fokus utama bank pelat merah itu.

Permudah Pinjam Melalui Unit Teras BRI

PT Bank Rakyat Indonesia kian gencar membidik segmen mikro yang sangat spesifik, yaitu para pedagang pasar. Persaingan di sektor ini makin seru karena sudah banyak bank yang bermain di pasar basah (pasar tradisional).

BRI Kini terus menyerbu pasar tradisonal  dengan kehadiran Teras BRI.  Rencananya pada tahun ini BRI akan membuka 400 unit kerja, sejak diluncurkan tanggal 8 Maret 2019.  Diharapkan jumlah Teras BRI hingga akhir tahun 2010 akan berjumlah 617 Teras BRI.

"Kami akan terus membuka teras BRI baru dilokasi pasar basah yang potensial untuk sumber dana dan pangsa pasar kredit khususnya kredit mikro," ungkap Dirut Bank BRI Sofyan Basir, pada saat peluncuran 14 Teras BRI di unit kerja Kanwil BRI
Jakarta II, Senin (23/8)

Berdasarkan data Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) terdapat 13.450 pasar tradisional, dengan  jumlah pedagangn lebih dari 12.625.000 pedagang.

Sofyan menambhkan hingga akhir Juni 2010 Teras BRI telah mengumpulkan dana sebanyak Rp 135.41 miliar dan menyalurkan dalam bentuk pinjaman sebesar Rp 333.61 miliar. "Teras BRI merupakan terobosan baru Bank BRI dalam pengembangan pasar usaha mikro dan kecil di tanah air," ujar Sofyan Basir

Sementara Corporate Secterary Bank BRI Muhammad Ali mengatakan untuk mendukung upaya pengembangan Teras BRI, persroan akan melengkapi dnegan teknologi Electronic Data Capture (EDC) yang bisa berfungsi sebagai ATM mini yang dapat mobile kemana-mana.

Dengan strategi ini, lanjut Muhammad Ali nasabaha pedagang tak perlu repot-repot lagi ke bank untuk menyetor cicuilan atau menabung. ”Makin banyak bank yang masuk ke pasar basah tentu makin bagus. Kita sendiri malah mengharapkan perbankan lain masuk ke situ, bisa mendorong sektor mikro. Perekonomian akan bergerak,” ujarnya.

Teras BRI, unit khusus BRI  memang dimaksudkan untuk mengembangkan kredit di sentra-sentra pasar tradisional. Namun, BRI juga akan selektif dalam memilih pasar tradisional yang akan dijadikan sasaran pengucuran kreditnya. (Sigit)



Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541