BERITA BUMN
BRI Kaji stock split Tunggu keputusan RUPSLB Posted : 24 Aug 2010| By : | Komentar : 0
(Businessreview)-PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana melaksanakan pemecahan nilai saham (stock split) agar transaksi saham BBRI lebih likuid.
Rencananya dilaksanakan pada triwulan IV-2010, namun hingga kini perseroan masih mengkaji rasio stock split antara 1:2 atau 1:4.
Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir mengatakan, rencana stock split ini akan dilakukan berbarengan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mengenai rampungnya akuisisi Bank Agroniaga.
"Kalau disetujui maka rencana ini akan kita lakukan pada kuartal IV 2010," ujar Sofyan, Senin (23/8).
Sofyan menambahkan saat ini pihaknya sedang mengkaji mengenai berapa komposisi stock split yang pas untuk saham BRI.
Sebelumnya perseroan memang berencana melakukan stok split, dengan syarat harga saham bank pelat merah itu menembus angka Rp 10.000. Jika harga saham perseroan bisa bertahan di atas Rp 10.000 hingga akhir tahun maka stock split bisa dilakukan."Syaratnya kan memang harus harga saham tembus Rp 10.000 dulu," tambahnya.
Menurutnya, rencana akuisisi Bank Agro bisa rampung tahun ini. Namun ia enggan menyebutkan nilai dari akuisisi tersebut. "Sudah deal kok dengan Dapenbum, segera lah," katanya.
Terkikis rencana akuisisi AGRO Pada transaksi sesi I, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi salah satu top looser. Saham milik bank pelat merah ini tergerus 1,04% menjadi Rp 9.500.
Tergerusnya harga saham BBRI disinyalir terkait aksi ekspansi yang dilakukan. Asal tahu saja, BBRI tinggal selangkah lagi untuk merealisasikan akuisisi 88,65% saham PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO) dari pengendalinya PT Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun).
Semula BBRI berencana mengambil 76% saham AGRO. Dalam perjanjian disepakati, BRI akan mengambil alih saham Bank Agro milik Dapenbun minimal 76% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Pengambilan dilakukan dengan mempertimbangkan masih adanya waran seri I yang dimiliki pemegang saham mayoritas terdahulu, serta pemilik lain yang belum dilaksanakan.
Pasar rupanya belum merespons aksi ini secara positif. Kendati begitu, menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Raynaldi, aksi BBRI itu merupakan langkah positif dalam mengembangkan bisnis sektoralnya.
Dengan AGRO sebagai instrumennya, BBRI mencoba makin memantapkan kukunya di sektor agribisnis. "Adapun kaitannya dengan peraturan Bapepam mengenai pengambilalihan perusahaan menurut kami tidak akan berdampak signifikan karena komposisi yang dimiliki masyarakat paling sedikit 20%," paparnya. (Sigit/berbagai sumber)
Jumlah Komentar masuk :0 Rubrik LainnyaLihat Komentar Tambah Komentar
Anda belum mendaftar? klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541