MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group


BERITA BUMN
BRI Kaji stock split Tunggu keputusan RUPSLB
Posted : 24 Aug 2010 | By : | Komentar : 0

(Businessreview)-PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana melaksanakan pemecahan nilai saham (stock split) agar transaksi saham BBRI lebih likuid.

Rencananya dilaksanakan pada triwulan IV-2010, namun hingga kini perseroan masih mengkaji rasio stock split antara 1:2 atau 1:4.

Direktur Utama Bank BRI Sofyan Basir mengatakan, rencana stock split ini akan dilakukan berbarengan dengan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) mengenai rampungnya akuisisi Bank Agroniaga.

"Kalau disetujui maka rencana ini akan kita lakukan pada kuartal IV 2010," ujar Sofyan, Senin (23/8).

Sofyan menambahkan saat ini pihaknya sedang mengkaji mengenai berapa komposisi stock split yang pas untuk saham BRI.

Sebelumnya perseroan memang berencana melakukan stok split, dengan syarat harga saham bank pelat merah itu menembus angka Rp 10.000. Jika harga saham perseroan bisa bertahan di atas Rp 10.000 hingga akhir tahun maka stock split bisa dilakukan."Syaratnya kan memang harus harga saham tembus Rp 10.000 dulu," tambahnya.

Menurutnya, rencana akuisisi Bank Agro bisa rampung tahun ini. Namun ia enggan menyebutkan nilai dari akuisisi tersebut. "Sudah deal kok dengan Dapenbum, segera lah," katanya.

Terkikis rencana akuisisi AGRO
Pada transaksi sesi I, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi salah satu top looser. Saham milik bank pelat merah ini tergerus 1,04% menjadi Rp 9.500.

Tergerusnya harga saham BBRI disinyalir terkait aksi ekspansi yang dilakukan. Asal tahu saja, BBRI tinggal selangkah lagi untuk merealisasikan akuisisi 88,65% saham PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO) dari pengendalinya PT Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun).

Semula BBRI berencana mengambil 76% saham AGRO. Dalam perjanjian disepakati, BRI akan mengambil alih saham Bank Agro milik Dapenbun minimal 76% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh. Pengambilan dilakukan dengan mempertimbangkan masih adanya waran seri I yang dimiliki pemegang saham mayoritas terdahulu, serta pemilik lain yang belum dilaksanakan.

Pasar rupanya belum merespons aksi ini secara positif. Kendati begitu, menurut Kepala Riset eTrading Securities Betrand Raynaldi, aksi BBRI itu merupakan langkah positif dalam mengembangkan bisnis sektoralnya.

Dengan AGRO sebagai instrumennya, BBRI mencoba makin memantapkan kukunya di sektor agribisnis. "Adapun kaitannya dengan peraturan Bapepam mengenai pengambilalihan perusahaan menurut kami tidak akan berdampak signifikan karena komposisi yang dimiliki masyarakat paling sedikit 20%," paparnya. (Sigit/berbagai sumber)





Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541