MUST READS :

Ini Alasan Dahlan Iskan Ganti Bos Telkom

Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan pergantian direksi itu dilakukan supaya memperbaiki kinerja perusahaan telekomunikasi plat merah itu lebih baik lagi

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
28 Juni 2012

EVENT Sebelumnya:
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

Total Emisi Obligasi Capai Rp21,9 Triliun
13 May 2012

Inilah Daftar Top Foreign Buy kemarin
12 May 2012


.: PREDIKSI PASAR

Harga minyak jatuh khawatir China dan Yunani
12 May 2012

JP Morgan Rugi, Rupiah Kena Getahnya
12 May 2012

 

Advertisment

Media Group
 

 

PROFILE BUMN
Secangkir Teh Manis Kendarto Bicara Kredit UMKM
Posted : 31 Mar 2011 | By : | Komentar : 0

(BusinessReview Online)- "Kalau saya katakan dividen Bank Mega saat ini nanti saya bisa dipecat pemegang saham. Nanti saja yah di RUPSLB Bank Mega baru saya katakan berapa dividennya," ungkap Dirut Bank Mega, Johannes Bambang Kendarto, yang disambut tawa direksi lainnya dihadapan wartawan, saat paparan Public Ekspose Bank Mega, kemarin

JB Kendarto dikenal sosok yang low profile, ramah dan tidak pelit untuk berbicara panjang lebar tentang dirinya maupun sepakterjangnya sebagai pucuk pimpinan tertinggi di Bank Mega. 

"Untunglah, pendahulu saya mewariskan perusahaan yang sudah berjalan baik. Saya tinggal meneruskan program-program pendahulu saya dan fokus mencapai target yang diberikan pemegang saham," papar pria kelahiran Yogyakarta 56 tahun silam.

Dengan senyumnya khas, sambil sesekali minum secangkir teh manis. "Ayo kita makan dulu. capek kan kalian dari pagi datang.Pastinya belum pada sarapan kan ?" ujarnya bertanya. seraya menambahkan, " Ini kue enak sekali.Sayangn begitu banyak makanan yang tersisa kalau tidak dimakan. ayo habiskan" 

Kendarto kembali menuturkan ikhwal kepemimpinannya yang belum genap setahun ini. Menurutnya  tipe setiap orang berbeda, cara menjalankan perusahaan bisa berbeda. Jadi, mungkin saja saya melakukan penyesuaian kalau diperlukan.

Bank Mega kedepanya fokus ke penyaluran kredit untuk usaha kecil dan menengah (UKM).dengan alasan yang simpel, menurut Kendarto bisnis UKM karena paling tahan banting. Waktu krisis finansial 2008 dan krisis 1997 dulu, UKM terbukti lebih kuat.

Bank Mega sebenarnya sudah mulai mengalihkan fokus ke UKM sejak beberapa tahun yang lalu. Dengan mempersiapkan infrastruktur, yakni dengan melatih dan mendidik orang-orang Bank Mega agar menjadi UKM-minded. Sebab, cara berjualan kredit untuk UKM itu berbeda.

Bagi Kendarto tak ada kata terlambat menggarap pasar usaha mikro-kecil-menengah (UMKM). Sarjana ekonomi dari Universitas Gajah Mada itu mengawali karier di Bank Exim sebagai management trainee pada 1979, lalu berkarier di Bank Mandiri hingga 2006. Tahun 2007, Bank Mega mendudukkannya sebagai Direktur Treasury & International Banking dan hasil RUPS per 7 April 2010 menetapkan dia sebagai pemimpin puncak Bank Mega. Lantas, bagaimana strateginya di sektor UMKM? Berikut petikan wawancaranya

Seberapa menariknya potensi pasar kredit UMKM?

Sudah lama mayoritas bank nasional tertarik mengarahkan pembiayaannya pada segmen UMKM. Alasan utamanya, selain menciptakan diversifikasi portofolio kredit yang lebih beragam, sektor ini terbukti tangguh di tengah hantaman krisis 1998 dan krisis global 2008. Dewasa ini peran UMKM di Indonesia semakin meningkat terlihat dari dorongan pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga bersubsidi dan pengembangan ekonomi kerakyatan melalui Departemen Koperasi & UKM.

Sektor ini masih memiliki potensi besar untuk diberi pembiayaan perbankan. Dengan jumlah unit usaha yang belum banyak terkover perbankan dan tingginya kemampuan menyerap tenaga kerja, sektor ini memberikan nilai tambah penggerak roda perekonomian sektor riil yang harus mendapatkan perhatian perbankan.

Apa yang menjadi kendala penyaluran kredit UMKM selama ini?


Banyak faktor, misalnya rendahnya kredibilitas UMKM dari sudut analisis perbankan. Lalu, banyak UMKM yang feasible tetapi tidak bankable. Juga, informasi yang kurang merata (asimetris) tentang layanan perbankan dan lembaga keuangan yang dapat dimanfaatkan UMKM. Tak ketinggalan, soal keterbatasan jangkauan pelayanan dari lembaga keuangan, khususnya perbankan. Sehingga untuk masuk ke industri ini diperlukan The Thinking Banker, yaitu kompetensi lenders yang tidak hanya berkaitan dengan kecukupan teknis, tetapi juga memerlukan keahlian yang terasah melalui pengalaman sebagai bekal dalam melakukan judgement dan logika common sense.

Bagaimana strategi Bank Mega mengembangkan kredit UMKM?

Pertama, kami akan meningkatkan kontribusi portofolio dan profitabilitas segmen kredit UMKM melalui produk kredit UMKM Organik (Mega UKM) maupun UMKM Non-organik (program kerja sama/linkage program dengan lembaga pembiayaan), di mana pertumbuhan kredit UMKM selama tahun 2010 diproyeksikan meningkat Rp 3 triliun (meliputi UMKM Organik Rp 2 triliun dan UMKM Non-organik Rp 1 triliun). Kedua, kami akan mengoptimalisasi jaringan kantor dan membina sumber daya manusia (SDM) yang kini mencapai 900 orang.

Apa program kerja jangka pendek, menengah dan panjang?

Program jangka pendek ada tiga: solvabilitas (memperbaiki kualitas kredit), likuiditas (meningkatkan giro, tabungan, deposito), serta efisiensi di seluruh unit kerja.

Program jangka menengah meliputi: menjadikan Bank Mega sebagai prudential banking yang memiliki risk management kuat; menambah jaringan kantor dengan fokus ke Indonesia Timur, fokus kredit komersial/UMKM; serta memperbaiki komposisi DPK.

Program jangka panjang adalah persiapan menuju visi 1.000, yaitu pada akhir 2018 Bank Mega akan memiliki aset Rp 1.000 triliun dan 1.000 jaringan kantor.

Potensi apa yang masih bisa dikembangkan untuk mendukung target dan program itu?

Pertama, pengembangan kredit UMKM. Kedua, pertumbuhan dana murah di sektor ritel melalui produk giro dan tabungan. Ketiga, perluasan jaringan kantor dan penambahan jaringan ATM offsite. Keempat, pertumbuhan kartu kredit melalui aktivitas cross selling baik dengan perusahaan-perusahaan di bawah CT Corpora maupun dengan merchant-merchant terkemuka. Kelima, pengembangan infrastruktur treasury untuk meningkatkan fee-based income. Keenam, standar internasional untuk teknologi informasi dan operasional. Ketujuh, peningkatan kualitas SDM dan infrastruktur.(sigit/berbagai sumber)

Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

Dowload Movie

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541