MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

PROFILE BUMN
KTI Pioneer Pengembangan Hubungan Hulu-Hilir
Posted : 01 Jun 2010 | By : Sigit | Komentar : 0

(Businessreview)- Pendekatan pengelolaan Daerah Aliran Sungai  yang pernah diragukan efektivitasnya, kini konsep yang ditawarkan PT Krakatau Tirta Industri (KTI)  mulai relevan.

Pendekatan pengelolaan DAS yang menekankan pada jasa monofungsi DAS yang disederhanakan pada penanggulangan erosi sedimentasi perlu diubah dengan jasa multifungsi DAS baik tangible maupan intangible.

Imbal jasa multifungsi DAS dapat dipergunakan sebagai mekanisme kompensasi dari pemanfaat jasa multifungsi kepada penyedia jasa multifungsi untuk menjaga ketersediaan jasa yang dihasilkan.
 
Direktur Utama Direktur Utama PT .Krakatau Tirta Industri (KTI) Muhammad Balbied mengatakan membangun hubungan hulu – hilir dalam satu kesatuan DAS, memang masih merupakan hal baru di Indonesia, bahkan di dunia.

Dalam hal ini KTI mempunyai kepentingan besar terhadap eksistensi DAS Cidanau yang merupakan penyangkah ketersediaaan air baku bagi kelanjutan kebutuhan air  untuk industri di kawasan Cilegon dan masyaraat sekitarnya.
KTI  menjadi pionee yang mendorong konsep hubungan hulu – hilir dapat di Daerah Aliran Sungai Cidanau.

Dengan mekanisme pembayaran jasa lingkungan yang tidak langsung (indirect payment). KTI  meminta Forum Komunikasi DAS Cidanau (FKDC) sebagai penghubung (intermediary) yang memfasilitasi kepentingan KTI dan masyarakat hulu.

”KTI membayar secara sukarela jasa lingkungan dari DAS Cidanau kepada masyarakat di hulu melalui Forum Komunikasi DAS Cidanau sebesar Rp. 175.000.000,- per tahun dengan jangka waktu perjanjian pembayaran jasa lingkungan selama lima tahun,” ungkapnya.

Pembayaran jasa lingkungan di DAS Cidanau, memberikan harapan dan aksesbilitas kepada masyarakat di hulu mengendalikan laju perambahan dan kerusakan hutan di daerah hulu sekaligus memberdayakan kesejahteraan masyarakat disekitar  DAS  agar lebih kompetitif dalam menjaga hutan dibandingkan dengan pemanfaatan tata guna lahan lainnya

KTI menyadari  pemanfaatan DAS Cidanau menjadi begitu berarti dalam mendukung proses pembangunan di hilir dengan pusat kegiatan pembangunan di wilayah Kota Cilegon. Hal yang menarik dalam pengelolaan kelestarian DAS Cidanau adalah kesediaan dunia industri dan pemda membayar jasa lingkungan dari usaha konservasi daerah hulu yang dilakukan masyarakat.

Setiap petani di daerah hulu harus mempunyai 500 pohon dalam 1 ha lahan garapannya. Penentuan 500 batang pohon yang mendapatkan pembayaran jasa lingkungan sebesar Rp 1,2 juta/ha/tahun dilakukan secara partisipatif dan tidak berlaku untuk jenis tanaman legume.

Muhammad Balbied menambahkan KTI dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi penyanggah ketersediaan air. Bukan itu saja KTI  dapat memberi  kontribusi darui keuntungan kerja kepada pemerintah sekitar Rp 20 miliar. 

2020 sebagai World Class Water Solution

PT Krakatau Tirta Industri (KTI) memproyeksikan tahun 2013 sebagai perusahaan penyedia air yang terkemuka dalam pengelolaan & penyediaan peralatan serta material industri air. Kemudian tahun 2020 menjadi perusahaan World class water solution.

Didirikan  pada tanggal 28 Februari 1996, merupakan anak perusahaan yang sahamnya 99,99 % dimiliki oleh PT. Krakatau Steel dan 0,01% dimiliki oleh PT.Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT.KIEC).  

Perusahaan  ini sebelumnya merupakan unit penunjang kegiatan operasional Krakatau Steel dalam bidang penyediaan air bersih yang mulai beroperasi sejak tahun 1978. Bisnis utamanya adalah pengolahan air bersih yang sebagian besar didistribusikan untuk kebutuhan industri  di Wilayah Cilegon Banten dan sebagian lagi untuk kebutuhan domestik kota Cilegon.

Air baku diambil dari sungai Cidanau yang merupakan saluran pelepasan dari rawa alam "Rawa Danau" dengan debit airbaku antara 1,2-28,1 m3/dtk, air baku dipompakan melalui pipa diameter 1,4 m sepanjang ± 28 km untuk diolah menjadi air bersih di unit pengolahan Air. Terdiri dari beberapa tahapan proses antara lain flokulasi sedimentasi, filtrasi yang diikuti dengan Netralisasi dan Disinfeksi. Kapasitas  terpasang  unit pengolahan air adalah sebesar 2.000 l/det, dengan utiliasasi  kapasitas  saat  ini 56 %.

Direktur Operasional KTI Ari Stuali mengatakan distribusi  untuk warga Cilegon dulu diurus sendiri, tetapi ketika PDAM Cilegon Mandiri lahir tahun 2002, distribusi air warga Kota Cilegon diserahkan  kepada PDAM milik Pemda Kota Cilegon. Namun KTI pasokan air bersih  tetap dari KTI karena PDAM Kota Cilegon belum memiliki instalasi pengolahan air. “KTI juga memasok air bersih ke jaringan distribusi milik PDAM Kabupaten Serang di wilayah Kota Cilegon,” ujarnya.

Jauh-jauh sebelum orang bicara global warming dan bagaimana memberikan insentif kepada alam, manajemen dan karyawan KTI telah melakukannya.Di mana,  sampai tahun 2007 KTI telah menanam lebih dari 23.600 pohon, berupa tanaman keras dengan luas area 11,8 hektar dari 55,6 hektar.  Tahun 2008 akan ditanam pohon tanaman keras sekitar 33.370 pohon, sehingga diharapkan sampai akhir tahun 2008 dapat ditanam 100.000 pohon.

Kemudian pada setiap tahun berikutnya,  mulai tahun 2009 diprogram dapat ditanam minimal 50.000 – 100.000 pohon sehingga pada tahun 2020 dapat tertanam sebanyak 1.000.000.000 (satu juta) pohon di area sekitar  KTI dan area cagar alam Cidanau.

“Kegiatan itu sebagai upaya pencegahan pemanasan global atau global warming. Penanaman pohon dilakukan di atas lahan seluas delapan hektar. Penanaman pohon akan terus berlanjut hingga mencapai 100 ribu batang pohon. Sebanyak 12 ribu pohon yang ditanam diharapkan bisa membantu menjaga persediaan air bagi warga dan kawasan industri yang ada di Cilegon,” papar Dirut KTI Muhammad Balbied

Direktur Keuangan Dede Sagira mengatakan KTI juga memproduksi air dalam kemasan, baik dalam kemasan botol, gallon maupun cup. Dengan merek dagangan  yang dipasarkan pasar lokal adalah Quelle sejak tahun 2006.

Dede nmenambahkan,  KTI memiliki kebanggaan atas prestasi yang ditorehnya sebagai pelopor pembayaran jasa lingkungan (The Pioneer of Environmetal Services Payment) atas dedikasinya mengembangkan konservasi kawasan Rawa Danau dan tanggungjawab  terhadap pengembangan masyarakat dann lingkungan.

KTI juga mendapatkan penghargaan  dari Gubernur Banten, sebagai perusahaan yang aktif  terhadap program jasa alingkungan untuk pengelolaan DAS Cidanau secara lestari.Penghargaan lainnya KTI sebagi pembayar pajak daerah tersebar di Kabupaten Serang tahun 1999/2000. (Sigit)

Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541