MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

PROFILE BUMN
Rajin Kutbah Dibarengi dengan Prestasi Kerja
Posted : 27 Aug 2010 | By : Sigit | Komentar : 0

(Businessreview)- Suasana di lantai empat kantor Bank Syariah Mandiri, (BSM) Jalan Thamrin, Jakarta, makin ramai, dari arah pintu lift makin banyak saja orang-orang yang berdatangan. Saat itu jarum jam di tangan menunjukan pukul 17.30 WIB.

Saat itu manajemen BSM  sedang mengadakan buka puasa bersama. Mereka nampaknya sedang menunggu seseorang sebelum acara dimulai. Pintu lift secara otomatis terbuka, beberapa orang dengan berseragam baju biru dan memakai kopiah mengucapkan salam. Hadirin yang melihatnya seketika berdiri dan member salam serta langsung berjabat tangan.

Sepertinya mereka orang penting dan petinggi di jajaran direksi BSM. dari name taxt berukuran kartu tanda penduduk (KTP)  terbaca bertuliskan Yuslam Fauzi, Direktur utama Bank Syariah Mandiri.

Ternyata dialah orang yang ditunggu. “Selamat datang rekan-rekan wartawan dan karyawan semuanya,” ucapnya ramah.
Suasana Nampak akrab, tak terasa jam mendekati waktu maghrib. Yuslam Fauzi mengatakan sebelum  buka puasa tidak ada salahnya ada berkultum (kutbah tujuh menit).

“Saya akan beri siraman rohani tentang etika berbuka puasa yang baik dan benar sesuai nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW,” paparnya dengan fasih.

Jelas sekali kalau lulusan Arizona State University, USA 1992 dengan gelar Master of Business Administration di bidang Finance/Investment Banking ini terbiasa berkutbah. Menekuni rutinitas yang telah dilakukannya sejak remaja dahulu, yakni berkhotbah.  Aktivitas tersebut dilakoni pria kelahiran 28 Agustus 1959 ini selain untuk mengisi waktu luang dengan kegiatan yang berguna, juga dalam rangka syiar keagamaan.

Lahir dari keluarga muslim, Yuslam Fauzi sejak kecil telah terbiasa dalam kehidupan keagamaan yang kental. Didikan keluarga serta pilihan sekolah-sekolah keagamaan yang dilakoninya juga membentuk dirinya menjadi pribadi yang dekat dengan jalur kerohanian.

Mengakui  mulai memberikan khotbah sejak 1983. Secara rutin mengisi khotbah-khotbah terutama menjelang shalat Jumat. Dengan banyak membaca buku agama, diskusi dengan teman-teman, dirinya merasa banyak pemikiran keagamaan yang wajib untuk dibagi ke masyarakat.

Sebetulnya, kata  Yuslam Fauzi, dakwah itu merupakan kewajiban masing-masing individu. “Jadi, saya menjalankan kewajiban saja,” ujarnya.

Sejak menjabat di beberapa posisi penting sebagi dirut BSM serta Ketua Kompartemen Perbankan Syariah Persatuan Bank Nasional (Perbanas) membuatnya tidak dapat secara fleksibel lagi menerima tawaran mengisi khotbah.

Kalaupun ada khotbah sekarang ini materi yang Yuslam Fauzi  diberikan lebih banyak mengenai perbankan syariah. Materi tersebut dipilihnya mengingat dirinya saat ini terjun di bisnis perbankan syariah, sehingga merasa berkepentingan untuk menyebarluaskan dan membagi pengetahuan tersebut ke masyarakat.

Yuslam Fauzi juga aktif sebagai pembicara tentang ekonomi dan perbankan syariah di berbagai seminar, simposium, workshop sejak 1999. Mengikuti berbagai kursus tentang keuangan dan perbankan, baik di dalam maupun di luar negeri, antara lain Correspondent Banking di American Express Bank, New York (USA, 1992), Pricing Methodology(BoozAl\en Hamilton, 1992), Capital Market Instruments in Asia (Singapura, 1993) dan lainnya.

Kunci Sukses
Kemampuan berkutbah  Yuslam Fauzi juga dibarengi dengan prestasi kerjanya. Sejak penjadi pucuk pimpinan, pundi-pundi pernghargaan BSM terus bertambah. Tahun lalu BSM mendapatkan tiga penghargaan dengan kategori Deal of The Year 2009, Sovereign Deal of The Year 2009, dan Indonesia Deal of The Year 2009 dari Islamic Finance News Award di Kuala Lumpur Malaysia.

Sebelumnya, BSM telah meraih dua penghargaan iB Award untuk kategori The Best Human Resources Development 2009 dan The Best Outlet Productivity 2009 dari Bank Indonesia.
 
Hal ini memperlihatkan bahwa kinerja BSM semakin diakui oleh masyarakat luas. Tidak hanya dalam negeri tapi BSM telah diakui oleh masyarakat dunia atas peningkatan kinerja dan pelayanannya.

Saat ini, Bank Syariah Mandiri merupakan satu-satunya bank syariah yang menjadi agen penjual sukuk ritel SR 001 dengan penjualan Rp130 miliar dengan jumlah investor 1.472 orang. Dari sisi investor Bank Syariah Mandiri berada di posisi kedua dengan investor ritel terbesar dengan pembeli mayoritas ibu rumah tangga dan pegawai negeri, setelah Bank Mandiri.

Dengan rendah hati Yuslam Fauzi menuturkan BSM hadir sebagai perbankan syariah dengan memberikan konsep layanan perbankan syariah universal yang mengedepankan keadilan, kejujuran, dan mengedepankan kualitas pelayanan.
 
Untuk mendorong pertumbuhan bisnis syariah lebih besar lagi maka diperlukan kematangan masyarakat terhadap bisnis syariah ini. Selain itu juga bertambahnya pemain baru akan mendorong bisnis syariah semakin berarti, katanya.
Menurutnyabisnis syariah perlu mendapat perhatian dari pemerintah agar dapat berkembang lebih baik dengan melakukan perubahan-perubahan yang berarti. Pemerintah sebenarnya sudah memberikan dukungan namun pasar masih belum mengikutinya secara optimal.
 
Yuslam Fauzi memperkirakan bisnis syariah di dalam negeri saat ini sudah tumbuh sebesar tiga persen meski masih jauh dari target yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar lima persen.
“Kami optimistis bisnis syariah sudah tumbuh sebesar tiga persen lebih baik dari sebelumnya, walaupun belum mencapai target yang ditetapkan Bank Indonesia, tapi mengalami kemajuan,” katanya usai buka puasa bersama

Yuslam Fauzi mengatakan  mengatakan jaringan luas saja tidak cukup untuk menjaring nasabah. Bank juga harus mengunggulkan kemudahan dan efisiensi dalam produknya. Contoh pelayanan mobile banking berbasis GPRS. Mandiri juga menerbitkan kartu debit untuk memudahkan konsumen bertransaksi.
 
Dengan kemudahan itu, jumlah nasabahnya perlahan-lahan meningkat. Sampai semester tahun ini, asetnya sudah mencapai Rp 19,7 triliun. Sekitar 60 persen pasarnya adalah nasabah yang mencari untung, bukan nasabah loyalis.
"Kemudahan dan kenyamanan kunci pelayanan kami," kata Yuslam Fauzi. Pada akhirnya, bank-bank syariah memang harus berebut nasabah dengan bank umum. (sigitsuhardi@yahoo.com)

Jumlah Komentar masuk : 0
Bookmark and Share
Rubrik Lainnya
Lihat Komentar
Tambah Komentar

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541