Posted:12 Apr 2011| By :Dadang Subur| Kategori : R O E PROFILE
(Businessreview Online) - Memasuki tahun 2011, PT Bank DKI telah berkiprah di dunia perbankan selama 50 tahun serta turut berpartisipasi dalam membantu pertumbuhan ekonomi di Jakarta. Di usia emasnya ini, PT Bank DKI, sebagai bank pembangunan daerah (BPD) Provinsi DKI Jakarta dituntut untuk menjadi BPD terbaik dibandingkan dengan BPD lainnya di Indonesia. Tak mengherankan, jika memasuki usia ke-50 ini, seluruh jajaran Bank DKI pun sepakat menargetkan aset perusahaan mencapai Rp 20 triliun dengan keuntungan sebesar Rp 500 miliar di tahun ini.
Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan, pihaknya beserta jajaran PT Bank DKI harus mengenang jasa mantan Gubernur DKI Jakarta, Sumarno Sostroatmojo yang menjabat pada periode 1960-1964 dan 1965-1966. Sebab, di era kepemimpinannya, beliau mempelopori agar Jakarta memiliki bank sendiri dengan harapan, memiliki sumber dan alternatif untuk membiayai keberlangsungan program pembangunan di ibu kota. Pada 11 April 1961, didirikanlah Bank Pembangunan Daerah Jakarta Raya yang kini telah berganti nama menjadi PT Bank DKI.
“Dimulai dengan kesederhanaan dan keterbatasan, PT Bank DKI mampu beroperasi dengan baik. Bahkan berkembang dan berperan besar dalam pembiayaan program pembangunan kota Jakarta. Tidak hanya itu, di tengah pasang surut kondisi ekonomi, resesi ekonomi baik nasional maupun dunia, Bank DKI pun tetap dapat bertahan dan dapat mengatasinya,” ujar Fauzi Bowo, usai menghadiri perayaan HUT ke-50 Bank DKI di Kantor Pusat Bank DKI, Senin (11/4).
Diungkapkan Fauzi, di saat bank-bank pembangunan daerah lainnya tengah berjuang keluar dari krisis ekonomi yang melanda di tahun 2003, Bank DKI mampu keluar dari program rekapitulasi dan terus berkembang hingga memiliki aset perusahaan sebesar Rp 16,3 triliun di tahun 2011. “Saya gembira, karena sebagai entitas bisnis yang dikelola dalam profesionalitas sesuai dengan prinsip-prinsip bisnis, PT Bank DKI memperoleh keuntungan yang semakin baik, sehinga mampu memberikan deviden pada Pemprov DKI dan tingkat kesejahteraan yang semakin baik bagi para karyawannya,” ungkapnya.
Di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat, baik dengan bank-bank nasional, bank-bank pembangunan daerah lainnya, maupun bank asing, Fauzi berharap, Bank DKI mampu tampil sebagai yang terbaik. Untuk itu, selain tantangan dan peluang yang harus disikapi secara lebih profesional, lembaga ini juga harus tampil sebagai lembaga kepercayaan masyarakat yang dikelola dengan hati-hati dan melakukan inovasi cerdas dalam layanannya.
Ditegaskannya, semangat tahun emas 50 tahun, PT Bank DKI harus dapat membuat bank ini berlari lebih kencang untuk mengejar performa bank lain. “Peringatan tahun emas ini saya harap bisa jadi momentum strategis bagi PT Bank DKI untuk melakukan perubahan, perbaikan dan lompatan jauh ke depan yang lebih terfokus dan terukur dalam rangka merebut posisi terbaik, khususnya di antara BPD di Indonesia,” paparnya.
Fauzi juga memberikan dukungan terhadap rencana Bank DKI untuk menerbikan obligasi senilai Rp 750 miliar dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama ini. “Saya menyambut baik rencana ini, dan diharapkan usaha mengatasi keterbatasan permodalan ini dalam rangka ekspansi usaha dapat dikelola secara berhati-hati,” imbaunya.
Direktur Utama PT Bank DKI, Eko Budiwiyono, menegaskan, kepercayaan dan dukungan diberikan Pemprov DKI dan para pemegang saham, juga kepercayaan yang telah diberikan nasabah telah menjadikan Bank DKI sebagai bank yang mampu bersaing dengan bank-bank lainnya. “Saya mengharapkan saat memasuki usia emas ini, Bank DKI tetap mampu memainkan perannya dalam pertumbuhan ekonomi Jakarta. Banyak bank yang sudah kolaps akhir-akhir ini, tetapi Bank DKI tetap eksis dan mewarnai gejolak ekonomi secara positif dari waktu ke waktu,” kata Eko.
Karena itu, PT Bank DKI akan bertransformasi dari good company menjadi great omcpany. Artinya, ke depan bank ini harus bisa meraih visi sebagai bank terbaik yang membanggakan dengan memiliki kinerja, pelayanan dan sumber daya manusia yang terbaik. Tidak hanya itu, diharapkan juga mampu menerapkan good corporate governance dan corporate social responsibility yang terbaik sehingga kehadiran Bank DKI semakin dirasakan masyarakat Jakarta.
Dalam jangka pendek, pihaknya menargetkan pada tahun 2011 ini, mampu menembus jumlah aset sebesar Rp 20 triliun, lebih tinggi dari tahun 2010 yang hanya mencapai 15,3 triliun. Serta menembus keuntungan Rp 500 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dari keuntungan tahun 2010 yang mencapai Rp 316 miliar. “Kami optimis target itu akan tercapai, karena pada triwulan I/2011, aset Bank DKI sudah mencapai Rp 16,3 triliun dan keuntungan triwulan I/2011 sudah mencapai Rp 130 miliar,” ungkapnya.
Lebih jauh lagi, PT Bank DKI telah menetapkan target jangka panjang. Yakni, dalam empat atau lima tahun ke depan, pihaknya dapat mencapai aset sebesar Rp 50 triliun dengan keuntungan mencapai Rp 1,5 triliun.
Haven't got an ID yet?
please Click Here
to fill our form and register
Advertisement
Your Ads here 150x97 pixel
Your Ads here 150x97 pixel
Want to Advertise in our Website?
Click Here to contact our Costumer service
Support
Javascriptkit google
www.businessreview.co.id the indonesia
lighthouse of business & state enterprises
PT. Kreasi Multi Media
Jl. Ciputat Raya No.
100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541