06 Jan 2010
(Businessreview) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menembus level psikologis 2.600 pada perdagangan kemarin, menyusul kenaikan harga minyak mentah dunia di tengah optimisme ekonomi nasional.
Indeks acuan bursa nasional tersebut kemarin ditutup ke level 2.605,28, menguat 1,15% (29,86 poin) dibandingkan dengan penutupan awal pekan. Posisi penutupan itu merupakan yang tertinggi sejak 5 Maret 2008.
Analis PT Reliance Securities Tbk Gina Novrina Nasution mengatakan kenaikan harga minyak dunia menyulut selera pemodal untuk kembali memburu saham unggulan di bursa, sehingga memperpanjang kenaikan IHSG selama 7 hari berturut-turut.
"Dari dalam negeri, inflasi yang terkendali menimbulkan ekspektasi ekonomi 2010 makin cerah di tengah positifnya laporan ekonomi dari negara-negara maju. Kenaikan harga minyak pun membuat saham komoditas kembali menarik," tuturnya kepada Bisnis kemarin.
Harga minyak kemarin bertahan di level psikologis US$80 per barel dengan ditutup ke posisi US$81,86 atau naik 0,43% (US$0,35 per barel)."Minyak benar-benar terkerek oleh rilis data penguatan manufaktur dari pemerintah AS, China dan India," kata Toby Hassall, analis riset di CWA Global Markets Pty di Sydney, seperti dikutip Bloomberg kemarin.
Empat saham penyumbang terbesar kenaikan indeks kemarin merupakan saham sektor pertambangan dan energi, dipimpin PT Bumi Resources Tbk yang naik 10,31% menyumbang kenaikan IHSG sebesar 6,32 poin. Nilai transaksi perdagangan harian kemarin mulai menguat ke level rerata transaksi tahun lalu, yakni senilai Rp5,162 triliun. Investor asing membukukan pembelian bersih Rp617,9 miliar. (Bisnis Indonesia)


Saham Sebelumnya :
