07 Jan 2010
(Businessreview) - Saham Jepang menguat di hari keempat karena penguatan harga minyak dan logam mengangkat saham perusahaan komoditas dan kenaikan perbankan dipicu spekulasi berlanjutnya penjualan saham akan tertahan. Mitsubishi Corp, pedagang komoditas terbesar Jepang, naik 1,4%, dan Mitsui & Co., pedagang terbesar kedua, mendaki 1,2%. Indeks acuan S&P/ASX 200 Australia sedikit bergeser ke posisi 4.922,50 pada pukul 10:40 a.m. di Sydney. Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,2% menjadi 3.276,98 di Wellington.
Sumitomo Metal Mining Co. menguat 2,1%. Sumitomo Mitsui Financial Group Inc., bank terbesar kedua Jepang dari segi nilai pasar, terangkat 2,7% setelah mengatakan berencana akan meraup dana 889 miliar yen (US$9,6 miliar) dari sahamIndeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0,2% menjadi 10.753,84 pada pukul 9:51 a.m. di Tokyo. Indeks Topix terangkat 0,5% menjadi 935,92, dengan sekitar empat saham menguat untuk setiap tiga yang tertekan. Kedua indeks tersebut memperoleh gain setiap hari pada tahun ini.
Indeks Topix naik 5,6% pada� tahun lalu, kenaikan terkecil di antara sejumlah indeks patokan pada 40 bursa saham terbesar di dunia karena menguatnya yen memukul pendapatan eksportir dan dipicu kekhawatiran pemerintah tidak akan dapat membangun kembali pertumbuhan. Sejumlah saham pada indeks itu diperdagangkan pada level rata-rata 1,2 kali nilai� buku, dibandingkan dengan 2,3 kali pada Standard & Poor's 500 di AS dan 1,7 kali bagi Dow Jones Stoxx 600 di Eropa.
Saham Mitsubishi Corp terangkat 1,4% menjadi 2.461 yen. Mitsui & Co naik 1,2% ke level 1.411 yen. Sumitomo Metal Mining menanjak 2,1% ke posisi 1.475 yen. Japan Petroleum Exploration Co., perusahaan pengeboran minyak terbesar kedua di negara itu, mendaki 0,9% ke 4.340 yen. Saham perbankan meneruskan penguatannya kemarin dan merupakan kontributor terbesar pada gain Topix hari ini.
Mizuho Financial Group Inc., bank terbesar ketiga Jepang dari segi nilai pasar, naik 1,2% ke posisi 176 yen. Resona Holdings Inc., bank terbesar keempat, terangkat 2,4% menjadi 991 yen.
S&P/ASX 200 Australia berubah tipis ke 4.922,50
Goldman Sachs JBWere Pty Ltd. menaikkan prediksi harga spot thermal coal dan bijih besi karena menguatnya permintaan dari China dan para pembeli lainnya. Analis Goldman dipimpin oleh Malcolm Southwood meningkatkan prediksi harga spot bijih besi sebesar 20% menjadi US$111 per metric ton untuk 2010, kata bank itu dalam satu laporannya yang bertanggal kemarin. Fortescue Metals Group Ltd (FMG AU), produsen bijih besi terbesar ketiga Australia, naik 2,9% menjadi A$5,35. Gloucester Coal Ltd (GCL AU) mendaki 3,2% menjadi A$10,10.
Kontrak emas untuk pengiriman Februari mendaki 1,6% di New York kemarin dipicu spekulasi dolar AS bakal tergelincir, sehingga mengangkat daya tarik logam itu sebagai aset alternatif. Newcrest Mining Ltd (NCM AU), produsen emas terbesar Australia, naik 1,2% menjadi A$37,17. Lihir Gold Ltd (LGL AU), perusahaan tambang emas terbesar kedua di bursa saham Australia, mendaki 1,5% menjadi A$3,45.
Alumina Ltd. (AWC AU) melompat 3,9% menjadi A$2. Aluminum melonjak ke level tertinggi 15 bulan kemarin dipicu spekulasi permintaan akan naik karena ekonomi global mengalami rally dan salju di China bakal menekan produksi. Woodside Petroleum Ltd (WPL AU), produsen migas terbesar kedua Australia, naik 1,2% menjadi A$49,00 . Minyak mentah untuk pengiriman Februari naik ke tertinggi 14 bulan kemarin karena dolar AS tertekan terhadap euro, sehingga mengangkat minat investor pada komoditas. (Bloomberg)


Saham Sebelumnya :
