MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

Tekanan Global IHSG Anjlok 2%, Rupiah Juga Melemah
19 Apr 2010

(Businessreview) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka langsung anjlok 59 poin atau 2% lebih pada perdagangan awal pekan ini terseret sentimen global yang juga seluruhnya melemah. Nilai tukar rupiah melemah tipis ke level 9.005 per dolar AS.

Pada perdagangan Senin (19/4/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.877,968 dan langsung anjlok tajam 59,316 poin (2,06%) ke level 2.819,355 dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 2.878,671.

Pada perdagangan pre-opening, seluruh saham unggulan didera tekanan jual cukup berat berkisar antara 1-3% seperti Indo Tambang (ITMG), United Tractors (UNTR), Astra International (ASII), Astra Agro (AALI), Inco (INCO), Unilever (UNVR) dan sebagainya.

Hanya saham Bisi Internasional (BISI) yang mengalami kenaikan harga pada perdagangan pre-opening. Seluruh indeks saham sektoral mengalami tekanan jual sangat berat, terutama indeks saham sektor pertambangan yang anjlok 70 poin lebih atau hampir 3% diikuti dengan koreksi tajam saham sektor perkebunan sebesar 36 poin atau ahmpir 2%.

Indeks saham sektor Konsumsi, Aneka Industri, Keuangan dan Infrastruktur juga mengalami koreksi cukup besar. Indeks LQ45 anjlok 2% lebih atau 12 poin lebih.

Hingga pukul 09.40 JATS, IHSG bertengger di level 2.823,711, anjlok 54,960 poin (1,90%). Hanya 10 saham yang mengalami kenaikan harga, sedangkan 135 saham mengalami koreksi.
 
Sementara nilai tukar rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.010 per dolar AS, dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di level 9.005 per dolar AS.

Skandal dugaan kecurangan yang dilakukan oleh Goldman Sachs menjadi pemicu koreksi saham di seluruh bursa-bursa di dunia. Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup merosot dalam transaksi perdagangan yang sangat besar.

Bursa-bursa regional Asia juga seluruhnya melemah cukup tajam:

    * Indeks Hang Seng melemah 307,481 poin ke level 21.557,779.
    * Indeks Nikkei-225 melemah 195,25 poin ke level 10.906,93.
    * Indeks Straits Times melemah 45,69 poin ke level 2.971,25.

IHSG Terhempas 40 Poin
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 40 poin pada perdagangan sesi I awal pekan ini. Koreksi tajam akibat tekanan jual masif pada seluruh saham unggulan membuat IHSG terjebak di zona merah.

Pada awal perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.877,968 dan langsung melorot tajam ke level 2.818,615, anjlok 60 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level 2.878,671.

Tekanan jual mendera seluruh saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya tampak saham-saham lapis dua yang mengalami kenaikan harga. Itu pun tidak banyak.

Indeks saham sektor pertambangan yang turun di atas 2% mengkontribusikan penurunan paling besar pada IHSG, diikuti dengan koreksi indeks saham perkebunan yang hampir mencapai 1,5%.

Untungnya, indeks saham sektor konsumsi yang di awal perdagangan turun cukup tajam kini mulai menipis karena adanya daya beli. Ini cukup memberikan dorongan bagi IHSG dari kejatuhan lebih dalam. Tentunya diiringi dengan kenaikan beberapa saham lapis dua.

Sentimen negatif akibat dugaan kecurangan yang dilakukan Goldman Sachs pada krisis global 2007-2008 lalu membuat para investor memutuskan mengambil untung (profit taking) yang terjadi hampir bersamaan di seluruh bursa di dunia.

Namun tekanan jual pada IHSG sebenarnya bukan disebabkan oleh meningkatnya posisi jual secara signifikan, melainkan lebih kepada minimnya posisi daya beli yang menyebabkan harga-harga anjlok cukup tajam.

Kelihatannya pelaku pasar melihat, sentimen negatif Goldman Sachs sebagai suatu kesempatan untuk memasang posisi beli di harga yang rendah, sehingga para pelaku pasar membiarkan harga-harga saham jatuh cukup dalam pada hari ini, baru kemudian akan melakukan aksi beli bersamaan dari harga yang cukup rendah.Aktivitas investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 33 miliar.

Pada perdagangan Senin (19/4/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 40,433 poin (1,40%) ke level 2.838,238. Indeks LQ 45 juga turun 8,167 poin (1,46%) ke level 549,238. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 53.476 kali pada volume 2,224 miliar lembar saham senilai Rp 1,837 triliun. Sebanyak 43 saham naik, 171 saham turun dan 39 saham stagnan.

Bursa-bursa Asia seluruhnya melemah.

    * Indeks Shanghai turun 82,95 poin (2,65%) ke level 3.047,36.
    * Indeks Hang Seng turun 350,07 poin (1,60%) ke level 21.515,19.
    * Indeks Nikkei-225 turun 180,80 poin (1,63%) ke level 10.921,38.
    * Indeks Straits Times turun 42,46 poin (1,41%) ke 2.964,76.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Goodyear (GDYR) naik Rp 200 ke Rp 14.000, Indosat (ISAT) naik Rp 150 ke Rp 5.950, Rukun Raharja (RAJA) naik Rp 95 ke Rp 510, Indosiar (IDKM) naik Rp 43 ke Rp 166.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 38.300, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 14.300, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 17.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 23.450, Astra International (ASII) turun Rp 350 ke Rp 42.550, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 19.150. (dtk)



Saham Sebelumnya :

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541