05 May 2010
(Businessreview) - Rencana pengunduran diri Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan dinilai bukan penyebab utama anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang siang ini. Analis pasar modal melihat, anjloknya indeks lebih disebabkan merosotnya saham-saham di bursa regional.“Saya kira pengaruh utamanya karena indeks regional juga mengalami penurunan,” ujar pengamat pasar modal Edwin Sinaga
Menurut Edwin, rencana pengunduran diri Sri Mulyani hanya memperburuk situasi pasar, tapi bukan penyebab utama. “Yang pasti penyebabnya bukan itu. Tapi pasar dan investor memang sedikit bingung dengan kondisi ini. Mudah-mudahan akan ada klarifikasi jelas terkait isu tersebut,” ujarnya.
Klarifikasi tersebut, menurutnya, akan berpengaruh terhadap pergerakan pasar pada perdagangan sesi kedua hari ini.
Senada dengan Edwin, pengamat pasar modal Dandossi Matram, mengatakan memerahnya bursa siang ini lebih diakibatkan oleh kekhawatiran investor pada efek menjalar dari krisis yang terjadi di Yunani. “Pengaruh ini juga terasa pada pasar regional dan efeknya juga pada IHSG,” ujarnya.
Pengunduran diri Sri Mulyani, menurutnya, hanya sedikit saja berpengaruh terhadap indeks. “Yang pasti pemicunya bukan itu. Tapi kalau berpengaruh, pasti ada pengaruhnya terhadap pelemahan indeks. Ini lebih karena belum adanya informasi yang pasti dan jelas terkait pengunduruan diri tersebut.
Terkait jabatan baru Sri Mulyani sebagai Managing Director Bank Dunia, kedua pengamat ini mengatakan, pengaruhnya tak terlalu signifikan terhadap pasar modal di Indonesia. “Nama pengganti Sri Mulyani, itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap pasar,” ujarnya.
Sri Mulyani disebut-sebut segera mengajukan pengunduran diri sebagai Menteri Keuangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah dirinya ditunjuk menjadi Managing Director Bank Dunia.
Keterangan yang dihimpun dari Kementerian Keuangan dan mereka yang dekat dengan Bank Dunia menyebutkan bahwa Sri Mulyani menerima tawaran Bank Dunia dan akan menempati jabatan barunya itu per 1 Juni 2010.
Isu penguduran Sri Mulyani ini berbarengan dengan merosotnya saham-saham di Bursa Efek Indonesia. IHSG sesi I siang ini ditutup ambruk. Indeks anjlok hingga 82,172 poin (2,78%) ke level 2.876,843. Indeks LQ 45 juga melemah 17,116 poin (2,99%) ke level 555,099.
Mayoritas bursa regional juga melemah terimbas sentimen negatif krisis utang Yunani. Investor sebelumnya mengkhawatirkan krisis utang Yunani akan menular ke negara Eropa lainnya. Sejauh ini, dua negara yakni Spanyol dan Portugal juga telah diturunkan peringkatnya. Indeks Hang Seng merosot 438,32 poin (2,11%) ke level 20.324,73, iIndeks Stratis Times melemah 42,41 poin (1,46%) ke level 2.858,77.
Tetap Bertugas Selama Transisi
Sri Mulyani mengatakan bahwa dirinya akan tetap menjalankan tugas dan pekerjaannya dengan baik sebagai menteri keuangan selama masa transisi pekan-pekan ini setelah dirinya ditunjuk sebagai managing director Bank Dunia.
“Jadi, nanti tunggu pengumuman dari Bapak Presiden saja,” kata Sri Mulyani
Sri Mulyani membenarkan penunjukan dirinya sebagai managing director Bank Dunia. "Berita itu benar dan saat ini saya masih akan terus bergantung kepada keputusan Presiden," katanya.
Sri Mulyani disebut-sebut segera mengajukan pengunduran diri sebagai Menteri Keuangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono setelah dirinya ditunjuk menjadi Managing Director Bank Dunia.
Keterangan yang dihimpun dari Kementerian Keuangan dan mereka yang dekat dengan Bank Dunia menyebutkan bahwa Sri Mulyani menerima tawaran Bank Dunia dan akan menempati jabatan barunya itu per 1 Juni 2010. “Dari konfirmasi yang kami terima Sri Mulyani kemungkinan besar mengajukan pengunduran diri,” kata satu analis yang dekat dengan Bank Dunia.
Sri Mulyani akan meneri gaji sebesar lebih Rp 3 miliar per tahun atau Rp 250 juta per bulan sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.


Saham Sebelumnya :
