18 Jul 2010
Aksi beli selektif atau selective buying terhadap saham-saham unggulan mampu menahan tekanan aksi ambil untung (profit taking) di akhir pekan.(Businessrevie)- Kinerja bursa domestik pada perdagangan kemarin masih melanjutkan reli kenaikan indeks dalam sepekan ini.
Kalangan pelaku pasar masi ditopang oleh ekspektasi terhadap kinerja laba emiten per Juni yang positif. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengoleksi saham- saham blue chips.
“Bahkan mereka tidak terlalu khawatir dengan tingkat inflasi yang diprediksi akan menjulang,” ujar T. Hendry Arifin, analis Financorpindo Nusa Securities di Jakarta, Jumat (16/7).
Awalnya sempat muncul kekhawatiran ketika pasar finansial global berfluktuasi di tengah sinyal pesimistis terhadap prospek pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS).
Namun, kekhawatiran tersebut mereda seiring menguatnya optimisme terhadap laporan kinerja laba perusahaan. Terakhir, Google Inc melaporkan peningkatan labanya di bawah perkiraan.
Fenomena itu disinyalir karena tingginya pengeluaran di kuartal kedua. Sehingga, saham Google ditutup merosot 4,7 persen. Namun, hal itu dijawab dengan ketahanan fundamental pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kuat.
“Ini menandakan bahwa kita tidak terlalu pengaruh dengan sentimen global,” jelas Hendry.
Kurs rupiah yang masih stabil dan harga minyak mentah dunia yang masih di level 76 dollar AS per barel berhasil membuat pelemahan IHSG yang terjadi bersifat sementara.
Berdasarkan data kurs transaksi Bank Indonesia, rupiah berakhir di posisi 9.048 per dolar AS atau relatif bertahan dibanding hari sebelumnya di level 9.047 per dolar AS.
Optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional ini terus memicu masuknya dana-dana asing ke pasar domestik. Ini ikut menopang kinerja indeks maupun transaksi saham domestik kemarin.
Pemodal asing kembali mencatat nilai beli bersih sebesar 112 miliar rupiah dari total nilai beli sebesar 1,08 triliun rupiah. Pada perdagangan Jumat (16/7), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,39 persen ke level 2.992,45 poin.
Sementara indeks saham-saham unggulan atau LQ45 juga naik 0,43 persen ke level 581,07 poin. Adapun aktivitas perdangan saham juga masih berlangsung moderat. Volume transaksi mencapai 5,29 miliar lembar senilai 3,61 triliun rupiah. (Koran Jakarta)


Saham Sebelumnya :
