18 Jul 2010
(Businessreview)-Saham sektor perbankan tampaknya masih layak dikoleksi oleh investor. Ketahanan sektor saham ini menjadikannya cukup resisten terhadap fluktuasi pasar, baik dari regional maupun global.
Saham PT Bank Negara Indonesia Tbk merupakan salah satu yang bisa dipertimbangkan investor sebagai portofolio investasi. Apalagi tingkat volatilitas harga saham ini cukup terjaga untuk jangka panjang.
Hal itu juga didukung dengan pernyataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas kesiapan BNI mendanai rencana Pemerintah mengakuisisi PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum).
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengatakan proyek Inalum yang dinilai prospektif dan bankable mungkin menjadi salah satu pertimbangan BNI untuk ikut serta dalam pembiayaan proyek ini.
Di samping itu, BNI berhasil mencatatkan jumlah pemegang kartu kreditnya mencapai 1,5 juta kartu dengan volume transaksi mencapai 5 triliun rupiah.
“Volume transaksi tersebut naik sebesar 25 persen dari transaksi periode yang sama tahun 2009, yakni sebesar 4 triliun rupiah,” papar Valbury Asia Securities dalam risetnya, kemarin (16/7).
Tahun ini, pihak perseroan menargetkan jumlah pemegang kartu kreditnya bisa mencapai 1,8 juta kartu dengan volume transaksi mencapai 10,5 triliun rupiah. Pada perdagangan kemarin, harga saham berkode BBNI itu naik 7,54 persen menjadi 2.850 rupiah per lembar.
Frekuensi transaksi mencapai 1.212 kali, sementara volume perdagangan mencapai 53.120.500 lembar senilai 147,66 miliar rupiah.(Koran Jakarta)


Saham Sebelumnya :
