01 Aug 2010
Businessreview (NEW YORK). Bursa saham Amerika menutup bulan Juli dengan performa yang tidak terlalu buruk. Rupanya, pasar tidak terlalu menghiraukan data mengenai penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal II oleh pemerintah AS.
Sebelumnya, indeks Dow Jones sempat tergelincir hingga 120 poin. Namun, Dow Jones berhasil bangkit dan ditutup dengan penurunan tipis.
Pada penutupan Jumat kemarin malam, Dow Jones hanya terpeleset 0,01% atau 1,22 poin menjadi 10.465,94. Dengan demikian, selama bulan Juli, Dow Jones telah melesat 7,1%. Ini merupakan angka bulanan terbaik bagi Dow Jones sejak Juli 2009 tahun lalu yang kenaikannya mencapai 7,8%.
Beberapa saham yang menjadi top performer selama Juli antara lain: DuPont Co yang naik 17,58%, Caterpillar Inc naik 16,11%, American Express Co naik 12,44%, Chevron Corp naik 12,30%, dan Microsoft Corp naik 12,17%.
“Pasar diwarnai sikap hati-hati investor,” jelas Rob Lutts, President CIO Cabot Money Management. Sikap hati-hati itu yang mendorong investor untuk melakukan aksi jual.
Sekadar informasi, kemarin malam, Departemen Perdagangan AS merilis tingkat PDB AS. Hasilnya, PDB hanya tumbuh 2,4% pada kuartal II. Angka tersebut lebih rendah dibanding estimasi analis yang disurvei Thomson Reuters yang mematok pertumbuhan PDB sebesar 2,5%.
Banyak Beban
Saham-saham di bursa AS rontok lagi sehingga memicu penurunan indeks. Dengan demikian, ini merupakan hari ke dua indeks ditutup melorot. Beberapa penyebabnya antara lain anjloknya pemesanan barang-barang tahan lama (durable goods) serta pernyataan the Fed yang mengatakan ada perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah bidang.
Saham-saham yang menjadi beban penggerak indeks antara lain Boeing Co yang anjlok 1,9%, WellPoint Inc melorot 3,7%, serta Eastman Kodak Co terjun bebas 15%.
Alhasil, pada penutupan pukul 16.00 waktu New York, indeks S&P 500 terkikis 0,7% menjadi 1.106,13. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average melorot 0,4% atau 39,81 poin menjadi 10.497,8.
“Banyak orang yang merasa perekonomian mengalami perlambatan. Apalagi data terakhir juga mendukung pernyataan tersebut,” ujar Mark Bronzo, analis Security Global Investor. Dia menambahkan, kendati begitu, musim laporan kerja cukup baik sehingga mampu membuat investor duduk kembali dan menunggu hingga ada kejelasan.(Bloomberg)


Saham Sebelumnya :
