MUST READS :

  Regional :
   

Welcome to  Business Review online. The Indonesian Lighthouse of Business & State Enterprises.

EVENTS!

EVENT Sekarang:
Indonesia Human Capital Study
26 Mei 2011

EVENT Sebelumnya:
Executive Golf Tournament 2011
3 April 2011
 

Kinerja index Saham IHSG


.: SAHAM

IHSG berhasil menguat tipis sebesar 0,02 point di 3416,78
16 Feb 2011

Equity Daily Trading Information
12 Oct 2010


.: PREDIKSI PASAR

IHSG DIprediksikan Melemah tergerus harga minyak global
02 Mar 2011

IHSG Berpotensi Menguat
16 Feb 2011

 

Advertisment

Media Group
 

 

Analis: Waspada dan jangan tergoda saham Grup Bakrie
30 Aug 2010

(Businessreview)-  Saham-saham Grup Bakrie mulai bangkit dari titik terendahnya sepanjang 2010. Sebelumnya, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencatat rekor pada 19 Agustus, lima dari tujuh saham berjuluk Seven Brothers justru terkapar. Padahal, saham-saham Bakrie sebelumnya dikenal bisa menentukan arah IHSG.

Kelima saham yang sempat menyentuh harga termurah itu adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatra Plantations Tbk (UNSP), dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA), dan Energi Mega Persada (ENRG).

Harga saham PT Bakrie & Brothers (BNBR) bahkan sudah sekitar sebulan terbenam di harga Rp 50. Pada Kamis, (26/8) saham BNBR sempat terangkat ke level Rp 52 per saham, namun akhirnya kembali karam ke Rp 50 keesokan harinya. Padahal, induk usaha grup Bakrie ini pernah dihargai Rp 718 per saham pada 15 Februari 2008.

Saham Bakrie Telecom (BTEL) terakhir (27/8) diperdagangkan di Rp 150 per saham. Angka ini anjlok dari rekor harga tertinggi di Rp 407 per saham pada 4 Januari 2008. Artinya, harga BTEL sudah terpangkas 63,14%.

Terakhir, Jumat (27/8) lalu, harga saham ENRG berada di Rp 93 atau terperosok 93,42% dari rekor harga tertingginya pada 9 Januari 2008 di Rp 1.415 per saham.
Kapitalisasi pasar dari ketujuh saham ini mencapai Rp 55,05 triliun. Kontribusi terbesar berasal dari BUMI, yaitu sebesar Rp 32,79 triliun.

Cuma jangka pendek
Kepala Riset Sucorinvest Central Gani Adrian Rusmana mengatakan, meski harga saham grup Bakrie sudah diskon gede-gedean, investor sebaiknya tak cepat tergoda untuk memborong mereka. "Masih ada ratusan alternatif pilihan saham selain Seven Brothers," sarannya.

Ia menasehati agar investor mendalami laporan keuangan grup ini. "Jangan cepat takjub. Cermati, siapa auditor laporan keuangannya," jelas Adrian.

Kepala Riset Bhakti Securities Edwin Sebayang melihat, sebetulnya pergerakan Seven Brothers hanya terpaku pada saham BUMI. "Jika BUMI naik, biasanya menular pada saham lainnya," ujarnya.

Edwin juga menyentil BUMI yang belum memberikan kejelasan langkah untuk menyelesaikan utang jangka pendeknya senilai US$ 965 juta. Padahal, emiten ini hanya memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 56 juta.

Pengamat pasar modal Satrio Utomo bilang, saham Bakrie hanya layak dibeli untuk jangka pendek, sementara untuk jangka panjang investor diminta menjauh. "Manajemennya terlalu rajin menggelar rights issue," sindirnya.


Saham Sebelumnya :

Anda belum mendaftar?
klik disini untuk daftar
dan mengisi form registrasi


 

Kalender Event

.

Advertisement

 

 

Free PageRank Checker

Disclaimer >>>> Data dan/atau informasi yang tersedia hanya sebagai rujukan/referensi belaka, dan tidak diharapkan untuk tujuan perdagangan saham, transaksi keuangan/bisnis maupun kegiatan bisnis lainnya. kami tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan dan keterlambatan memperbarui data atau informasi, atau segala kerugian yang timbul karena tindakan yang berkaitan dengan penggunaan data/informasi yang disajikan di website www.businessreview.co.id ini


www.businessreview.co.id
the indonesia lighthouse of business & state enterprises

PT. Kreasi Multi Media

Jl. Ciputat Raya No. 100 C. Kebayoran Lama 12240
Telp. (021) 729.1766. Fax. (021) 723.8541