30 Aug 2010
Asal tahu saja, investor luar negeri membeli saham-saham di bursa Indonesia dengan nilai mencapai US$ 241 juta pada bulan ini. "Sentimen dari pasar saham membuat rupiah menguat," jelas Joanna Tan, Regional Economist Forecast Singapore Pte kepada Bloomberg. Tan memprediksi, rupiah akan mengalami konsolidasi di kisaran 8.995 hingga 9.020 pada hari ini.
(Businessreview)- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampak segar bugar pagi ini. Kondisi itu sejalan dengan pergerakan bursa Asia yang menghijau. Pada pukul 09.47, indeks mengalami kenaikan 0,76% menjadi 3.128,36.
Seluruh sektor yang tergabung dalam indeks memberikan sinyal hijau. Kenaikan tertinggi disumbang oleh sektor industri dasar sebesar 1,67%. Baru kemudian disusul oleh sektor consumer goods dan manufaktur dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,32%.
Sementara itu, saham-saham yang menopang kinerja indeks pagi ini antara lain PT Bank Artha Graha Internasional (INPC) dengan lonjakan 16%, PT Langgeng Makmur Industri (LMPI) naik 7%, dan PT Modern Land Realty (MDLN) naik 7%.
Sedangkan sejumlah saham yang memberatkan langkah indeks antara lain PT Kokoh Inti Arebama (KOIN) turun 8%, PT Royal Oak Development Asia (RODA) turun 4%, dan PT Tempo Inti Media (TMPO) turun 3%.
Saham berbasis energi
Saham-saham berbasis energi mengalami kenaikan signifikan pagi ini. Kondisi itu terkait dengan kenaikan kontrak harga minyak mentah dunia. Sekadar mengingatkan, pada 27 Agustus lalu, kontrak harga minyak sempat melonjak hingga 2,5% menjadi US$ 75,17 sebarel di New York. Ini merupakan kenaikan tertinggi sejak 23 Juli lalu.
Alhasil, sejumlah emiten yang merupakan produsen minyak kian diburu. Sebut saja PT Medco Energi Internasional (MEDC) yang merupakan perusahaan minyak terbesar yang tercatat di BEI. Pada pukul 10.03, saham MEDC mengalami kenaikan sebesar 2,46% menjadi Rp 3.125. Harga saham MEDC sempat menyentuh level tertinggi dalam sebulan terakhir pada 10 Agustus lalu di posisi Rp 3.400.
Kenaikan juga dialami oleh PT Energi Mega Persada (ENRG). Perusahaan minyak ini mengalami kenaikan mencapai 1,08% menjadi Rp 94.
Rupiah terjangkit kenaikan bursa
Pagi ini, rupiah mengalami penguatan terbesar dalam dua bulan terakhir. Catatan saja, pada pukul 10.27, rupiah berada di posisi 9.007,50. Sebelumnya, rupiah sempat menguat 0,4% ke posisi 9.005 per dolar. Ini merupakan penguatan paling besar sejak 21 Juni lalu.
Gagahnya rupiah disebabkan adanya optimisme masuknya dana asing untuk membeli aset-aset di Indonesia. Apalagi, bursa Asia juga menunjukkan taringnya pada hari ini. Tingginya optimisme itu juga disokong oleh pernyataan the Federal Reserve Ben S Bernanke yang akan memberikan jaminan untuk mengeluarkan kebijakan baru.


Saham Sebelumnya :
