01 Sep 2010
Pelaku pasar cemas Dengan demikian, sepanjang bulan ini, S&P 500 sudah melorot sebesar 4,7% dan hampir 6% di sepanjang 2010. Saham-saham di bursa AS ditutup dengan penurunan, kemarin (30/8) malam. Penurunan tersebut menghapus angka kenaikan yang sudah dicapai indeks dalam beberapa hari sebelumnya. Ada kekhawatiran di pasar mengenai melambatnya pemulihan ekonomi global. Selain itu, posisi yen terus saja menguat terhadap 16 mata uang utama dunia.
(Businessreview)- Saham-saham di bursa AS kemarin malam ditutup sumringah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan tersebut. Pertama, pemerintah AS menyetujui investasi China di Morgan Stanley. Kedua, adanya kenaikan pada harga periumahan. Ketiga, mulai naiknya tingkat kepercayaan konsumen AS.
Saham-saham yang mengalami kenaikan tertinggi antara lain Morgan Stanley sebesar 1,1%, AT&T Inc, JP MOrgan Chase & Co, dan Merck & Co dengan kenaikan masing-masing sebesar 1,2%. Melesatnya sejumlah saham tersebut membuat indeks acuan di Negeri Paman Sam itu melejit.
Pada penutupan pukul 16.00 waktu setempat, indeks Standard & Poor's 500 naik 0,1% menjadi 1.049,33. Sementara, indeks Dow Jones naik 0,1% menjadi 10.014,72.
"Tak diragukan, market terlalu oversold. Makroekonomi global relatif masih sangat rentan. Hingga kita mendapatkan stabilitas, pasar ridak akan membaik,"jelas Michael Mullaney, analis Fiduciary Trust Co di Boston.
Pada penutupan pukul 16.00 waktu setempat, indeks Standard & Poor's 500 mengalami penurunan sebesar 1,5% menjadi 1.048,92.Sementara, indeks Dow Jones turun 1,4% menjadi 10.009,73. Pada transaksi kemarin, hanya ada sebanyak 5,79 miliar saham yang berpindah tangan. Ini merupakan transaksi yang paling rendah sepanjang tahun ini.
Sejumlah saham yang mencatatkan penurunan terbesar antara lain Bank of America Corp, Home Depot Inc, dan American Express Co yang masing-masing mengalami penurunan setidaknya 2,4%. Sementara itu, Intel Corp anjlok 2,2% setelah perusahaan teknologi itu menyetujui untuk mengakuisisi unit wireless milik Infineon Technologies AG senilai US$ 1,4 miliar.
"Memang ada peningkatan anggaran belanja konsumen pada Juli yang lebih baik dari prediksi. Namun adanya penurunan pendapatan setelah pajak menimbulkan pertanyaan tentang perekonomian," jelas Alan Gayle, senior investment strategist Ridge Worth Capital Management.
Dari 24 sektor yang ada di S&P, sektor finansial, chipmakers, dan pelaku ritel memimpin penurunan tertinggi. Penurunan terjadi setelah data pemerintah yang dirilis menunjukkan adanya kenaikan pendapatan pribadi sebesar 0,4%. Namun, data lain juga menunjukkan tingkat pendapatan setelah pajak menurun untuk pertama kalinya sejak Januari.


Saham Sebelumnya :
