02 Sep 2010
(Businessreview)- Hari ini, mata uang yen melemah terhadap 16 mata uang utama dunia. Keoknya yen terjadi setelah dirilisnya data mengenai kenaikan manufaktur China dan perbaikan perekonomian Australia. Dua faktor tadi mendorong investor untuk membeli aset-aset dengan imbal hasil tinggi.
"Adanya percepatan pertumbuhan dalam perekonomian Australia dan manufaktur China mendorong sentimen pengambilan resiko," jelas Yuji Saito, director of foreign-exchange department Credit Agricole Corporate and Investment Bank. Menurutnya, hal itu mendorong investor untuk melepas yen.
Sementara itu, China's Purchasing Managers' Index mengalami kenaikan ke posisi 51,7 pada Agustus dari 51,2 pada Juli. Sementara, para analis memprediksi tingkat kenaikan manufaktur China hanya sebesar 51,5.
Pada pukul 07.54 waktu London, yen melemah ke posisi 107,25 per euro dari posisi kemarin di New York sebesar 106,76. Sementara, jika berhadapan dengan dolar, yen juga melemah ke posisi 84,30 per dolar dari posisi sebelumnya di level 84,20.
Semakin diburu
Yen masih saja menguat. Penguatan yen sudah mendekati bulan ke empat terhadap dolar AS. Kekhawatiran mengenai tersendatnya pemulihan ekonomi global menyebabkan permintaan akan mata uang Jepang sebagai aset yang aman kian meningkat.
"Kekhawatiran mengenai outlook perekonomian global masih tetap tinggi. Yen menjadi kian menarik dan diburu," jelas Toshiya Yamauchi, senior currency analyst Ueda Harlow Ltd.
Pada pukul 06.40 waktu London, yen menguat ke posisi 84,25 per dolar dari sebelumnya 84,62. Dengan demikian, sejak 31 Juli, yen sudah menguat 2,6% terhadap si hijau. Sementara, jika berhadapan dengan euro, yen terapresiasi ke posisi 106,58 yen per euro dari 107,14 kemarin. Sedangkan dolar berada di level US$ 1,2651 per euro dari sebelumnya US$ 1,2663.


Saham Sebelumnya :
